BACAAJA, SEMARANG– Sebanyak 50 biksu dari berbagai negara bakal ikut dalam kegiatan Indonesia Walk for Peace 2026, sebuah perjalanan spiritual menuju Candi Borobudur sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026.
Info ini disampaikan langsung oleh panitia saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu (6/5/2026). Ketua panitia Walk for Peace, Alex Fernando menjelaskan, perjalanan para biksu dimulai dari Bali, lalu masuk ke Jateng lewat Sragen.
Baca juga: Momen Langka di Borobudur: Presiden Macron Sentuh Patung Buddha di Puncak Candi
Dari sana, mereka akan lanjut ke Surakarta, Klaten, Yogyakarta, Muntilan, hingga akhirnya tiba di Borobudur. “Puncaknya nanti ikut Waisak Nasional tanggal 31 Mei,” jelas Alex.
Nggak cuma jalan kaki, perjalanan ini juga diisi berbagai kegiatan. Di Surakarta misalnya, bakal ada pemasangan ornamen Waisak dan meditasi bersama. Jadi bukan sekadar transit, tapi juga jadi ruang interaksi dan refleksi.
Beragam Agenda
Rangkaian Waisak sendiri bakal berlangsung cukup panjang, dari 19 Mei sampai 6 Juni 2026. Agendanya beragam, mulai dari kirab, pindapata (ritual derma), meditasi, donor darah, sampai perjalanan spiritual menuju Borobudur.
Gubernur Luthfi menyambut positif kegiatan ini. Menurutnya, momen seperti ini bukan cuma soal keagamaan, tapi juga jadi ruang buat memperkuat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.
Baca juga: Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet
“Nanti kami upayakan bisa ikut serta,” ujarnya. Pemprov Jateng juga siap mendukung dari sisi teknis, mulai dari pengamanan sampai fasilitasi kegiatan supaya semuanya berjalan lancar.
Di saat banyak orang sibuk “lari” ngejar dunia, para biksu ini justru memilih berjalan pelan demi damai. Mungkin pesannya sederhana: kadang yang kita butuh bukan langkah cepat, tapi arah yang benar. (tebe)

