Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Angka Backlog Jateng Turun, Semua Warga Sudah Kebagian?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Angka Backlog Jateng Turun, Semua Warga Sudah Kebagian?

Di tengah harga properti yang makin “nggak ramah dompet”, Jateng justru ngebut bangun ratusan ribu rumah buat warga miskin. Angkanya impresif, ceritanya menyentuh. Tapi di balik itu, masih ada PR panjang yang belum selesai.

T. Budianto
Last updated: Mei 7, 2026 9:47 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PAPARAN WAGUB: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, memaparkan upaya percepatan penyelesaian backlog perumahan dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR RI di Semarang, Rabu (10/12), didampingi jajaran pemerintah dan perwakilan kementerian terkait. (Foto: Humas Pemrov)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng lagi tancap gas urusan perumahan rakyat. Sampai triwulan I 2026, total sudah 281.312 unit rumah berhasil dibangun untuk warga berpenghasilan rendah.

Angka itu bukan datang tiba-tiba. Sepanjang 2025, sudah terealisasi 274.514 unit dari berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBN, APBD provinsi dan kabupaten/kota, sampai CSR dan Baznas. Lalu di awal 2026, ditambah lagi 6.798 unit baru.

Baca juga: Jateng Ngebut Beresin Backlog

Kepala Disperakim Jateng, Boedyo Dharmawan bilang, capaian ini jadi langkah penting buat “ngurangin PR lama” bernama backlog perumahan. Di akhir 2025, backlog masih di angka 1,33 juta unit. Tapi berkat kerja bareng lintas sektor, jumlah itu berhasil ditekan jadi sekitar 1,05 juta unit di awal 2026.

“Targetnya bisa terus turun dalam empat tahun ke depan,” jelasnya. Program ini nggak cuma bangun rumah baru, tapi juga ngebenerin rumah yang sudah ada lewat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jadi bukan sekadar punya rumah, tapi juga layak, aman, dan sehat buat ditinggali.

Verifikasi Langsung

Penentuan penerima bantuan pun nggak asal tunjuk. Data diambil dari DTKS dan diverifikasi langsung di lapangan, mulai dari status tanah sampai kondisi bangunan.

Buat Gubernur Luthfi, program ini lebih dari sekadar proyek fisik. “Kami ingin setiap keluarga punya tempat tinggal yang layak sebagai fondasi hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Dampaknya mulai terasa di level warga. Salah satunya Subali, warga Wonogiri, yang akhirnya punya rumah sendiri setelah lama numpang. Sebagai penjual bakso bakar keliling, penghasilannya nggak menentu, punya rumah jadi sesuatu yang dulu terasa jauh.

Baca juga: Sepanjang 2025, Backlog Jateng Turun 274 Ribu

Cerita serupa datang dari Sumar, yang rumahnya direnovasi dari dinding kayu jadi tembok kokoh. Buatnya, bantuan ini bukan cuma soal bangunan, tapi rasa tenang.

Ratusan ribu rumah sudah berdiri, angka backlog mulai turun, dan program terus jalan. Tapi dengan sisa lebih dari sejuta rumah yang belum terpenuhi, realitanya masih sederhana: mimpi punya rumah itu sekarang bukan lagi mustahil, tapi juga belum bisa dibilang dekat. (tebe)

You Might Also Like

Jateng Nggak Main-Main Soal Rumah, Juara 1 Nasional Bro!

Jelang Nataru, Banjarnegara Gaspol Siapkan Satgas Gerak Cepat

Semarang Jawara Nasional Transformasi Digital Pemerintahan Versi GM-DTGI 2025

Duit RT Rp25 Juta Bikin Senyum, Tapi Cairnya Bikin Deg-degan

Sungai Watch Ajak Warga Jateng Kolaborasi Bersihin Sungai

TAGGED:ahmad luthfibacklog jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Absen Fiktif, 3.000 ASN Brebes Siap-Siap Kena Sanksi
Next Article 50 Biksu Jalan Kaki Lintas Kota ke Borobudur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan

Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

JALANI SIDANG--Dua terdakwa kasus pencucian uang, Gus Yazid dan Andhi Nur Huda menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae)

Dituntut 6 Tahun Penjara, Gus Yazid Minta Dibebaskan dari Kasus Pencucian Uang Libatkan Letjen Widi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Agustina Angkat 2.354 PPPK: Paruh Waktu, Tapi Komitmennya Full Time!

Desember 11, 2025
Ekonomi

Terbang ke Singapura, Kini Nggak Perlu Transit Lagi

Desember 24, 2025
Pendidikan

Gus Yasin: Madrasah Jangan Cuma Ajar Ilmu, Tapi Bentengi Iman Anak

Juli 5, 2026
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
Info

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”

Maret 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Angka Backlog Jateng Turun, Semua Warga Sudah Kebagian?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?