Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Ngebut Beresin Backlog
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jateng Ngebut Beresin Backlog

Ngomongin rumah di Jawa Tengah tuh bukan cuma soal tembok dan atap, tapi soal harapan. Di 2026 nanti, Pemprov Jateng pasang target lumayan ambisius: memangkas backlog alias kekurangan rumah sampai 274.514 unit. Angka yang nggak kecil, tapi katanya sih optimistis bisa dikejar.

T. Budianto
Last updated: Februari 26, 2026 3:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RAKOR PERUMAHAN: Menteri PKP Maruarar Sirait memimpin Rapat Koordinasi Program Perumahan didampingi Mendagri, Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Rabu (25/2/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lagi pasang mode serius buat urusan perumahan. Targetnya, angka backlog atau kebutuhan rumah yang belum terpenuhi bisa berkurang 274.514 unit pada 2026. Angka itu jadi lanjutan capaian sepanjang 2025.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng, Boedyo Dharmawan, bilang kalau target ini bukan sekadar wacana. Ia menyampaikan hal itu usai mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam rapat koordinasi bareng Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Sepanjang 2025, Backlog Jateng Turun 274 Ribu

“Kita berharap angka-angka ini bisa tercapai, supaya beban backlog perumahan benar-benar tuntas di masa kepemimpinan kepala daerah,” ujar Boedyo.

Menurutnya, capaian pengurangan backlog selama 2025 nggak datang tiba-tiba. Ada kerja bareng alias kolaborasi rame-rame: pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, CSR perusahaan, Baznas, sampai partisipasi masyarakat.

Tiga Juta Rumah

Rapat yang digelar di kantor Kemendagri itu juga ngebahas percepatan program 3 juta rumah, plus pemenuhan hunian layak buat masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Intinya satu: nggak bisa kerja sendirian.

Mendagri dan Menteri PKP sama-sama menekankan pentingnya kepala daerah yang inovatif. Bukan cuma nunggu anggaran turun, tapi aktif cari celah solusi. Mulai dari inovasi rumah susun, rumah subsidi, sampai penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Gubernur Ahmad Luthfi sendiri beberapa kali menegaskan komitmennya buat menekan backlog secara signifikan. Caranya? Gandeng semua pihak. Dari pengusaha lewat CSR, Baznas, sampai organisasi pengembang perumahan.

Nggak cuma itu, Pemprov Jateng juga fokus pada warga terdampak bencana yang butuh relokasi. Targetnya jelas: hunian sementara dan hunian tetap harus segera tersedia. Karena buat korban bencana, rumah bukan sekadar bangunan, tapi tempat mulai lagi dari nol.

Baca juga: Jateng Gaspol Atasi Backlog 1,3 Juta Rumah, Target Kelar 5 Tahun

Soal anggaran, Menteri PKP Maruarar Sirait bahkan kasih apresiasi. Sepanjang 2025, Pemprov Jateng sudah mengalokasikan perbaikan 17 ribu unit RTLH lewat APBD. “Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah menganggarkan untuk rumah layak huni, seperti yang dilakukan di Jawa Tengah,” kata Maruarar.

Target ratusan ribu rumah memang terdengar keren di atas kertas. Tinggal satu pertanyaan klasik yang selalu muncul tiap kali dengar angka fantastis: 274 ribu rumah ini bakal jadi cerita sukses, atau cuma angka yang rajin muncul di slide presentasi? Kita tunggu, jangan sampai backlog-nya berkurang di data, tapi tetap numpuk di kenyataan. (tebe)

You Might Also Like

“Lu Punya Otak Gak?” Tuai Kecaman Organisasi Wartawan, Hotman Paris Minta Maaf

Sebelas Ribu Pendekar Kumpul di Semarang

Ekonomi Kota Semarang Ngebut, Dompet Warga Ikut?

Suka Ngabuburit di Rel Kereta? Itu Nggak Asik, Bahaya dan Terancam Dipenjara

Polri Nomor Satu! Intitusi Kepolisian Paling Korup se-Asia Tenggara

TAGGED:backlogheadlinekemenPKPpemprov jatengtiga juta rumah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukber Asik di Semarang, Tempatnya Bikin Balik Lagi
Next Article Stop Ngabuburit di Rel! KAI Daop 4 Semarang: Itu Zona Merah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RT/RW di Semarang Jadi Agen Perlinsos

Gara-Gara Film The Hunger Games, Nurisa Bawa Pulang Emas Asian Games

SELIDIKI KASUS: TIM Polresta Batang menyelidiki penyerangan tim Persib Bandung U-18 di Rest Area 360B, Batang, Minggu (11/10/2026). (ist)

Polisi Selidiki Penyerangan Bus Persib U-18 di Rest Area Batang

3.000 Runner Serbu Kota Lama Semarang, Lari Malam Sekalian Napak Tilas Sejarah!

Warga Binaan Lapas Purwodadi Diajak Kenali Kategori Desil

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Indonesia Dikepung Tiga Siklon, BMKG Kasih Heads Up ke Prabowo

Desember 17, 2025
Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.
Ekonomi

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

Februari 21, 2026
SINERGI - Direksi PLN Icon Plus dan IconGreen menyamakan langkah sekaligus memperkuat sinergi antaranak perusahaan PLN Group dalam mendukung pengembangan bisnis dan percepatan transisi menuju energi bersih.
Ekonomi

PLN Icon Plus Jateng dan IconGreen Kompak Dukung Transisi Energi

Juli 14, 2026
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
Hukum

BREAKING NEWS: Giliran Bupati Cilacap Kena OTT KPK

Maret 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Ngebut Beresin Backlog
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?