Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sepanjang 2025, Backlog Jateng Turun 274 Ribu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Sepanjang 2025, Backlog Jateng Turun 274 Ribu

Urusan rumah itu bukan cuma soal atap dan tembok, tapi soal masa depan. Kabar baiknya, selama 2025 Jawa Tengah berhasil memangkas backlog rumah sampai 274 ribu unit lebih. Kabar realistisnya? Antrean yang belum kebagian masih tembus satu juta.

T. Budianto
Last updated: Februari 12, 2026 4:42 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
RAKERDA REI: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi membuka Rakerda DPD REI Jateng di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (11/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng bareng asosiasi perumahan lagi serius ngegas urusan tempat tinggal. Sepanjang 2025, angka kebutuhan rumah (backlog) berhasil ditekan 274.514 unit. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi membeberkan, awal 2025 backlog masih ada di angka 1.332.968 unit. Setelah dikeroyok setahun penuh, sisa backlog kini sekitar 1.058.454 unit.

“Ini pekerjaan rumah yang harus kita keroyok bersama-sama dengan menggandeng REI dan asosiasi lainnya,” kata Luthfi saat buka Rakerda DPD REI Jateng di Wisma Perdamaian, Semarang, Rabu (11/2/2026). Menurutnya, percepatan penyediaan rumah jadi bagian penting dari strategi pengentasan kemiskinan. Karena papan, selain sandang dan pangan, adalah kebutuhan dasar yang nggak bisa ditunda.

Baca juga: Jateng Gaspol Atasi Backlog 1,3 Juta Rumah, Target Kelar 5 Tahun

Selain mendorong pembangunan rumah baru, Pemprov Jateng juga jalanin program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), rehabilitasi, sampai pembangunan rumah untuk warga miskin dan miskin ekstrem. Di sisi lain, pengembang diminta ikut realistis: bikin rumah yang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Sekaligus mendukung program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Insyaallah kita sanggup sehingga kebutuhan sandang, pangan, dan papan masyarakat terpenuhi,” ujar Luthfi optimistis. Tapi ada garis tegas yang nggak boleh dilanggar. Pembangunan perumahan dilarang menyentuh lahan sawah dilindungi (LSD). Jangan sampai demi rumah, sawah produktif malah hilang.

Dukungan Pemprov

Setiap proyek perumahan wajib koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, terutama soal tata ruang. Intinya: ngebut boleh, tapi jangan nabrak aturan.

Ketua DPD REI Jateng, Hermawan Mardiyanto, mengakui dukungan Pemprov cukup solid. Bahkan, tiap tiga bulan REI rutin evaluasi bareng gubernur buat ngecek progres percepatan program 3 juta rumah.

“Masyarakat masih sangat butuh rumah. Kami imbau anggota bekerja baik dan tidak melanggar aturan,” katanya. Ia juga menyoroti peran Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang memperkuat target, apalagi setelah ada tambahan kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Baca juga: Jateng Nggak Main-Main Soal Rumah, Juara 1 Nasional Bro!

Skema ini jadi napas buat masyarakat berpenghasilan rendah agar bisa punya rumah dengan cicilan lebih ringan. Jadi ya, 274 ribu unit memang angka yang bikin lega. Tapi dengan sisa backlog lebih dari satu juta, perjuangannya belum kelar. (tebe)

Karena pada akhirnya, rumah bukan cuma soal bangunan berdiri, tapi soal memastikan yang dibangun itu benar-benar bisa dihuni, bukan sekadar jadi angka di laporan kinerja. (tebe)

You Might Also Like

Solo Bakal Punya Wali Jogo Kali, Respati Resik-resik Sungai setelah Olahraga Pagi

Polisi Kembali Membunuh? Polisi Tewas Dianiaya Polisi di Asrama Polisi Polda Sulsel

BREAKING NEWS: Kader Gerindra Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK

Cak Imin Minta Tradisi Santri Nguli di Pesantren Dikaji: Gak Boleh Bangun Gedung Tanpa Izin

Pertamina Guyur Sembilan Juta Tabung Elpiji di Jateng dan DIY

TAGGED:backlogheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas
Next Article Kursi Kosong di PN Solo: Gusti Moeng dan PB XIV Purbaya Sama-sama Absen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rajin Lari Bikin Plak Jantung? Ini Fakta Penelitiannya

Musim Mangga Melimpah, Jangan Kalap Makan Berlebihan Banyak Resikonya

Hobi Minum Es Teh? Waspadai Risiko Batu Ginjal

Dana Rp50 Juta, Perjalanan DWP Tulungagung Disorot

Jangan Asal Segar, 4 Kelompok Ini Perlu Waspada Air Kelapa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bencana tanah longsor di Watukumpul, Pemalang, menelan korban jiwa.
Info

Kiki Tewas Tertimbun, Lagi-lagi Tanah Longsor di Pemalang Telan Korban Jiwa

Februari 8, 2026
Hukum

2026, Tersangka di Jateng Wajib “Kerja Sosial”

Desember 2, 2025
Pendidikan

Viral Sekolah Roboh, Luthfi Minta Semua SD-SMP di Jateng Dicek Ulang

Juli 31, 2026
Ilustrasi suara dentuman keras.
Info

Warga Mengira Ada Latihan Militer, BMKG Ungkap Fakta Dentuman Misterius di Bandung

September 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sepanjang 2025, Backlog Jateng Turun 274 Ribu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?