Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Berangkat Ngajar, Guru Honorer Malah Jadi Korban Penganiayaan Aparat Desa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Berangkat Ngajar, Guru Honorer Malah Jadi Korban Penganiayaan Aparat Desa

Nugroho P.
Last updated: Juli 25, 2026 8:43 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi penganiayaan pemukulan.
SHARE

BACAAJA, KUPANG – Nasib nahas dialami seorang guru honorer di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Saat hendak berangkat mengajar, ia justru diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang aparat desa hingga mengalami luka di kepala dan wajah.

Korban diketahui bernama Lusia Banunaek (44), warga Desa Nenotes, Kecamatan Santian. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (24/7) pagi sekitar pukul 08.30 Wita.

Kapolsek Boking Ipda Alfridus Bere membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini kasusnya sudah ditangani polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Menurut keterangan kepolisian, insiden bermula ketika Lusia melintas di depan rumah terduga pelaku saat hendak menuju sekolah tempatnya mengajar.

Di lokasi itu, korban dihentikan oleh aparat desa bernama Agnes Sofia Bana. Pelaku kemudian menanyakan soal kabar yang menyebut korban pernah mengeluarkan ancaman terhadap dirinya.

Mendengar pertanyaan tersebut, korban balik meminta penjelasan mengenai siapa yang menyampaikan informasi itu.

Terduga pelaku lalu menyebut nama seorang kepala dusun sebagai sumber kabar yang diterimanya. Percakapan keduanya pun berubah menjadi adu mulut.

Situasi yang awalnya hanya saling bertanya kemudian memanas. Polisi menyebut cekcok itu diduga berujung pada aksi kekerasan.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga mendorong korban hingga terjatuh ke tanah.

Tak berhenti sampai di situ, korban juga diduga ditindih dan bagian bahunya diinjak saat berada di bawah.

Setelah itu, pelaku disebut memukul bagian mata kanan korban. Dugaan penganiayaan berlanjut ketika batu digunakan untuk menghantam kepala dan dahi korban.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepala sehingga membutuhkan penanganan medis.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu kemudian membantu korban. Setelah mendapat pertolongan awal, korban menuju Polsek Boking untuk membuat laporan.

Karena kondisinya mengalami luka cukup serius, korban selanjutnya menjalani perawatan di Puskesmas Boking.

Kapolsek mengatakan dugaan sementara motif kejadian dipicu oleh kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

Meski demikian, penyidik masih terus mengumpulkan keterangan agar rangkaian peristiwa bisa dipastikan secara utuh.

Polisi juga telah memeriksa beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, termasuk meminta keterangan dari terduga pelaku.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap korban belum dilakukan karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis.

Penyidik menunggu kondisi korban membaik agar dapat memberikan keterangan secara lengkap mengenai peristiwa yang dialaminya.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi memastikan laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku setelah seluruh bukti dan keterangan berhasil dikumpulkan. (*)

You Might Also Like

Jateng Bakal Nerapin Hukuman Kerja Sosial, tapi Gak Semua Napi Bisa

Kadus Humoris di Purbalingga Tewas Mengenaskan Dihajar Warga

Yaqut Tahanan Rumah, MAKI Ngegas: Kok Bisa Beda Sama Lukas?

2026 Belum Tiga Bulan Berjalan Tiga Bupati di Jateng Terjaring OTT KPK, Apa yang Salah?

Polisi Sita 74 Kg Emas dan Duit Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Punya Siapa?

TAGGED:guru honorerpemukulanpengaiayaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sidang Tesis S2 Pakai Kostum Cosplay
Next Article Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X. Malioboro Mau Full Jalan Kaki, Parkir Dicari Bareng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gaji Pas-pasan, Tanggung Jawab Besar: Guru TK Jadi Idola Pertama Anak

Di Tengah Banjir Informasi Digital, Media Lokal Dituntut Jaga Kepercayaan Publik

Media Lokal Dituntut Tak Sekadar Kejar Traffic, Komunitas Jadi Peluang Bisnis Baru

Ayo Mlaku Bareng Warga 2026: Agustina Pamer Penghargaan Nasional Kota Semarang

Topan Champi Hantam Taiwan, Dua WNI Terluka

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

SIDANG TPPU--Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, digiring dari ruang sidang menuju mobil tahanan. (bae)
Hukum

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

Juni 26, 2026
Presiden Prabowo Subianto. (ist)
Hukum

Dua Warga Jabar Ditangkap Gegara Unggah dan Komentari Konten Pidato Prabowo soal Nuklir Iran

Agustus 7, 2026
Hukum

Guru Depok Tewas Terikat, Sosok Pemotor Masih Misterius

Januari 4, 2026
DEPORTASI WNA--WNA China pelaku love scamming yang sempat diamankan Imigrasi Semarang, akhirnya dideportasi ke negaranya. (ist)
Hukum

Empat WN China Sindikat Love Scamming Dideportasi

Agustus 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Berangkat Ngajar, Guru Honorer Malah Jadi Korban Penganiayaan Aparat Desa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?