BACAAJA, JAKARTA – Topan Champi menerjang Taiwan dan memicu kerusakan di sejumlah wilayah. Badai yang membawa angin kencang itu merobohkan pohon, merusak rumah, hingga membuat ratusan ribu rumah mengalami pemadaman listrik.
Di tengah situasi tersebut, dua Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan ikut menjadi korban. Keduanya mengalami luka ringan setelah terjatuh akibat terpaan angin dan telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan terus memantau kondisi kedua WNI tersebut melalui koordinasi dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei. WNI yang tinggal di Taiwan juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di luar rumah selama kondisi cuaca belum sepenuhnya aman.
Dua WNI Terluka Akibat Terpaan Angin
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan kedua WNI tersebut mengalami luka ringan di bagian siku.
“Kedua WNI dimaksud hanya terluka ringan di siku karena terhempas angin,” kata Heni dalam pesan singkat pada Jumat (23/10/2026) malam.
Heni menjelaskan, salah satu korban terjatuh saat mengendarai sepeda motor, sedangkan WNI lainnya terjatuh dari sepeda.
Keduanya kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setempat. Berdasarkan informasi yang diterima Kemlu, luka yang dialami kedua WNI tersebut tergolong ringan.
KDEI Taipei terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk keluarga korban, untuk memantau perkembangan kondisi mereka.
Langkah tersebut dilakukan agar perkembangan situasi dan kebutuhan bantuan bagi WNI yang terdampak bisa segera ditindaklanjuti.
Ratusan Ribu Rumah Terdampak Pemadaman
Topan Champi mulai memasuki daratan Taiwan pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 04.00 waktu setempat.
Badai tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi. Selain pepohonan tumbang dan rumah warga rusak, aliran listrik juga terganggu hingga menyebabkan sekitar 288.000 rumah mengalami pemadaman.
Data terbaru yang dilaporkan dalam pemberitaan tersebut mencatat satu orang meninggal dunia dan 527 lainnya mengalami luka-luka akibat dampak badai.
Aktivitas masyarakat pun ikut terganggu. Sejumlah kantor dan sekolah di Taiwan bagian utara serta tengah kembali ditutup pada Sabtu (24/10/2026).
Penutupan tersebut memasuki hari kedua sebagai bagian dari langkah untuk mengurangi risiko keselamatan di tengah cuaca ekstrem.
Transportasi udara juga terdampak. Kementerian Transportasi Taiwan mencatat sebanyak 259 penerbangan dibatalkan pada Sabtu.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan sehari sebelumnya, ketika hampir 1.000 penerbangan terpaksa dibatalkan akibat kondisi cuaca yang memburuk.
Sempat Masuk Kategori Topan Super
Badan Meteorologi Pusat Taiwan (CWA) melaporkan, Champi sebelumnya masuk kategori topan super dan menjadi salah satu badai terkuat di kawasan Pasifik pada 2026.
Pada Sabtu, kecepatan angin di dekat pusat badai tercatat sekitar 126 kilometer per jam. Sementara itu, embusan angin di sejumlah wilayah pesisir Taiwan dilaporkan mencapai 227 kilometer per jam.
Pusat badai berada sekitar 150 kilometer di sebelah timur Taiwan setelah melintasi perairan lepas pantai timur laut.
Berdasarkan prakiraan saat itu, Champi diperkirakan berbelok ke utara menuju pesisir China sebelum bergerak ke arah selatan Jepang.
Meski Taiwan memiliki sistem kesiapsiagaan menghadapi topan, badai dengan angin kencang tetap berpotensi menimbulkan kerusakan dan membahayakan keselamatan warga.
Topan juga masih bisa melanda wilayah tersebut pada musim gugur, meskipun lebih sering terjadi selama musim panas.
WNI Diminta Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Menyikapi situasi tersebut, Kemlu RI meminta seluruh WNI di Taiwan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat.
KDEI Taipei juga mengimbau WNI agar tidak bepergian apabila tidak ada keperluan mendesak. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat angin kencang maupun dampak lain yang ditimbulkan topan.
WNI diminta memperhatikan pengumuman cuaca, mengikuti arahan keselamatan dari pemerintah setempat, serta menghindari kawasan yang berpotensi terdampak parah.
Bagi WNI yang berada dalam situasi darurat atau membutuhkan bantuan, KDEI Taipei menyediakan layanan hotline yang bisa dihubungi.
Berikut nomor hotline KDEI Taipei:
- +886-901-132-000
- +886-987-587-000
Kemlu RI melalui KDEI Taipei terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan dampak Topan Champi terhadap WNI.
Pemerintah berharap seluruh WNI di Taiwan tetap mengutamakan keselamatan, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, dan segera menghubungi perwakilan Indonesia apabila membutuhkan pertolongan. (*)

