Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Underinvoicing, Hobi Oknum Bea Cukai Bikin Purbaya Muntab hingga Ancam Pembekuan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Underinvoicing, Hobi Oknum Bea Cukai Bikin Purbaya Muntab hingga Ancam Pembekuan

R. Izra
Last updated: Desember 4, 2025 10:28 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Harusnya emang gini ini nieh jadi pemimpin. Tegas. Sekaligus ngasih opsi. Bukan hanya ngancam-ngancam aja.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, blak-blakan soal “borok” di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang bikin institusi itu sampai terancam dibekukan.

Ia mengaku wacana pembekuan muncul karena saking banyaknya masalah yang melibatkan oknum di dalamnya.

Bacaaja: Gebrakan Pak Pur soal Impor Baju Bekas: Denda, Jangan Cuma Penjara!

Bacaaja: Ada Bandara Petugas Bea Cukai, Begini Respons Purbaya

Purbaya menyebut ada sederet modus nakal yang dijalankan sebagian oknum dan ujung-ujungnya nyeret nama Bea Cukai jadi jelek.

Mulai dari underinvoicing sampai lolosnya barang-barang ilegal ke Indonesia.

“Kan ada under-invoicing, ekspor yang nilainya lebih rendah, ada juga barang-barang yang ilegal masuk, yang nggak ketahuan segala macam. Orang kan nuduh katanya Bea Cukai main segala macam,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2025).

Modus Muter Barang Lewat Negara Lain

Bukan cuma soal nilai barang yang dimanipulasi. Purbaya juga buka soal praktik selundupan yang lebih rapi: barang diputer dulu ke negara lain sebelum akhirnya masuk ke Indonesia.

Contohnya, data ekspor China ke Indonesia sering kali nggak nyambung dengan data impor Indonesia dari China. Ada dugaan sebagian barang “menghilang” dulu di Singapura sebelum nyebrang ke Indonesia, dan di situlah celah permainan muncul.

“Lalu ada pencatatan, kita udah investigasikan, ada katanya ekspor dari mana? Di Chinanya, total ekspornya itu nggak sama dengan total impornya di sini, dari China ke Indonesia atau dari Indonesia ke China,” jelas Purbaya.

Menurut dia, kalau cuma lihat satu sisi data, misalnya dari UN Comtrade, hasilnya memang kelihatan jomplang. Tapi kalau jalur barangnya di-track lengkap—dari China ke Singapura dulu, baru ke Indonesia—barulah kelihatan lebih nyambung.

“Kalau orang pakai UN Comtrade database, cuma satu sisi aja, itu nggak pas. Tapi kalau kita gabung yang sini sama yang sini ke sini, itu akan sama,” lanjutnya.

Ancaman Pembekuan Bea Cukai: Teguran Keras, Bukan Baper

Soal wacana pembekuan Bea Cukai, Purbaya mengaku bukan karena dia kesel atau dendam sama institusi itu. Menurutnya, ini lebih ke alarm keras bahwa reformasi di Bea Cukai harus jalan cepat dan tegas.

“Saya nggak kesal sama Bea Cukai. Tapi kita memerlukan solusi dari kita semua di Kementerian Keuangan untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai,” kata dia.

Kalau perbaikan nggak kunjung kelihatan, opsi ekstrem mulai ikut dibahas: Bea Cukai bisa saja dibekukan dan fungsinya digantiin pihak swasta, mirip zaman Orde Baru.

Namun, Purbaya justru melihat wacana ini sebagai pemacu, bukan ancaman kosong.

“Jadi saya pikir dengan adanya seperti itu, orang-orang Bea Cukai, tim saya di Bea Cukai, semakin semangat. Pengembangan software-nya juga cepat sekali. Saya pikir kita akan bisa menjalankan program-program yang di Bea Cukai dengan lebih bersih, tanpa harus menyerahkan ini ke tangan orang lain,” ujarnya.

Intinya, pemerintah lagi kirim pesan: reform atau minggir. Bea Cukai diminta berbenah habis-habisan supaya nama institusi nggak terus-terusan kebawa kasus oknum nakal di lapangan.

Perlu diketahui, Pda zaman Orde Baru pemerintah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1985 tentang Kebijaksanaan Kelancaran Arus Barang. Melalui kebijakan ini, sebagian kewenangan Bea dan Cukai dialihkan kepada PT Surveyor Indonesia, yang kemudian menggandeng Societe Generale de Surveillance (SGS) dalam pelaksanaannya.

Penugasan tersebut berlangsung cukup lama hingga akhirnya mandat itu berakhir pada 1 April 1997. (*)

You Might Also Like

Musisi Muda Semarang Kuasai Panggung Christopherus Band & Bass Competition

Lagi Cari Cara Cek BLT Rp900 Ribu Pakai HP? Nih Ringkasannya

Sabar, UMP-UMK Jateng 2026 Bakal Diketok 24 Desember

Razia Dadakan + Tes Urine: Lapas Purwodadi Nggak Mau Kecolongan di Balik Jeruji

Pemkot Genjot Proyek Kolam Retensi Trimulyo, Targetnya Banjir Tamat!

TAGGED:bea cukaibea cukai dibekukanheadlinemenkeu purbayaorba
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Puan Main ke Kampoeng Djadhoel: Belanja, Nyicip Lunpia, sampai Dapet Syal Batik Merah
Next Article Ilustrasi kayu gelondongan terbawa banjir bandang di Sumatera. Korban Nyawa Banjir di Sumatera Terus Melonjak, BNPB: 303 Orang Tewas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Siswa SD Serengan Diajak Kenali Bahaya Cyberbullying

Tapak Suci Dorong Anak Muda Jadi Jagoan yang Punya Karakter

Jangan Sampai Bisnis Cuma Modal “Yang Penting Laku”

Petani Jateng Mulai Tinggalkan Pompa Diesel

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Saksi-saksi sidang korupsi BUMD Cilacap diambil sumpah.
Hukum

Sidang Korupsi BUMD Cilacap, Jaksa: Peran Kodam Gak Bisa Dilepaskan

Oktober 22, 2025
Reaksi pemain timnas Italia setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Sepak Bola

Italia: dari ‘Raja Dunia’ jadi Tim Semenjana, 3 Kali Beruntun Gagal Lolos ke Piala Dunia

April 1, 2026
Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Pendidikan

Langkah Berani Presiden untuk Buka Jalan Tenaga Medis

November 24, 2025
Info

Ditelepon Warga, Wagub Langsung Datangi Lokasi Banjir

Februari 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Underinvoicing, Hobi Oknum Bea Cukai Bikin Purbaya Muntab hingga Ancam Pembekuan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?