Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas

Kaligrafi ternyata tak mau kalah dengan zaman. Dari tangan yang dulu belepotan tinta, kini seni menulis ayat Alquran ikut pindah ke layar komputer. Tapi sebelum teknologi ikut campur, Semarang sudah lebih dulu membuat sejarah: 47 tahun lalu, seni lukis Islami untuk pertama kalinya masuk panggung MTQ.

T. Budianto
Last updated: September 14, 2026 3:46 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KARYA KALIGRAFI: Para peserta cabang Khat Alquran MTQ Nasional XXXI tengah mengerjakan karyanya, Senin, (14/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG, BACAAJA- Kaligrafi di MTQ Nasional XXXI 2026 bukan sekadar adu rapi tulisan Arab. Dari pena, cat, dan tinta, seni ini kini ikut masuk ke layar komputer. Menariknya, perjalanan kaligrafi di Semarang ternyata sudah dimulai sejak 47 tahun lalu, ketika seni lukis Islami pertama kali ikut meramaikan MTQ 1979.

Lomba kaligrafi menjadi salah satu cabang yang mencuri perhatian dalam MTQ XXXI Tingkat Nasional 2026 di Jateng. Hampir seluruh provinsi mengirimkan wakilnya untuk bertarung dalam lima golongan, yakni naskah, hiasan mushaf, dekorasi, kontemporer, dan digital.

Direktur Lembaga Kaligrafi Alquran (Lemka), KH Didin Sirojuddin AR, mengatakan, peserta kaligrafi terdiri atas lima golongan putra dan putri. Jika seluruh kuota terpenuhi, jumlah peserta mencapai sekitar 380 orang.

Yang paling kekinian tentu golongan digital. Kalau dulu kaligrafi identik dengan pena, tinta, dan kuas, sekarang komputer ikut naik kelas menjadi “alat tempur”.

Baca juga: Catat! Daftar 12 Venue dan Cabang Lomba MTQ Nasional di Semarang

Peserta membuat tulisan sekaligus lukisan kaligrafi menggunakan perangkat komputer. Meski medianya berubah, standar penilaiannya tetap tidak main-main.

“Penilaian kaligrafi mencakup kebenaran kaidah huruf, keindahan huruf, dan keindahan hiasan,” ujar Didin, Senin (14/9/2026). Pada golongan hiasan mushaf, misalnya, unsur huruf mendapat bobot 60 persen, sedangkan hiasan 40 persen. Artinya, secantik apa pun ornamen yang dibuat, kalau hurufnya berantakan, tetap saja nilainya bisa ambyar.

Didin menambahkan, karya peserta harus dibuat langsung saat lomba. Ketentuan ini menjadi salah satu pembeda dengan sejumlah kompetisi kaligrafi internasional yang memungkinkan peserta mengerjakan karya selama berbulan-bulan.

Dalam MTQ di Indonesia, karya dibuat langsung sehingga orisinalitasnya lebih mudah dipastikan. Seluruh karya peserta juga bakal dipamerkan dalam dialog kaligrafi pada 16 September 2026. Pameran tersebut diharapkan menjadi ruang untuk melihat perkembangan seni kaligrafi sekaligus mengenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi Didin, MTQ XXXI di Semarang punya cerita sejarah tersendiri. Sebab, kota ini pernah menjadi saksi ketika seni lukis Islami pertama kali masuk dalam rangkaian kegiatan MTQ.

Bagian MTQ

Peristiwa itu terjadi pada MTQ XI di Semarang pada 1979. Kala itu, pameran seni lukis Islami menjadi bagian dari kegiatan MTQ. Dukungan terhadap pameran tersebut bahkan datang dari Joop Ave, yang saat itu menjabat Direktur Jenderal Pariwisata dan kemudian menjadi Menteri Pariwisata.

Kini, 47 tahun berselang, Semarang kembali menjadi panggung pameran seni kaligrafi berskala internasional. Uniknya lagi, menurut Didin, dukungan terhadap seni lukis Islami dan kaligrafi tidak hanya datang dari kalangan muslim. “Rupanya karya-karya lukis Islami itu disukai oleh siapa pun, dan memang tidak ada batas-batas,” katanya.

Pesan serupa disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Menurutnya, MTQ XXXI bukan hanya milik umat Islam, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat secara luas.

Keterlibatan berbagai kelompok, termasuk masyarakat nonmuslim, dinilai menjadi gambaran semangat toleransi dan nilai rahmatan lil alamin yang ingin ditonjolkan Jawa Tengah.

Baca juga: MTQ Nasional Bukan Sekadar Soal Lomba

Luthfi berharap MTQ tidak berhenti sebagai kompetisi mencari siapa yang paling bagus membaca, menulis, atau menghias ayat. Lebih jauh, ajang tersebut diharapkan membawa pesan perdamaian dari Jawa Tengah untuk Indonesia dan dunia.

“Musabaqah Tilawatil Qur’an milik semua masyarakat. Inilah bentuk rahmatan lil alamin, toleransi beragama sangat dijunjung sekali, semuanya bersatu,” ujar Luthfi.

Ujung-ujungnya, kaligrafi membuktikan satu hal: zaman boleh berubah, medianya boleh pindah dari tinta ke komputer, tapi pesan yang ditulis tetap harus indah. Bedanya, sekarang yang bikin pegal bukan cuma tangan, mata juga ikut lembur menatap layar.  (tebe)

You Might Also Like

Korlantas & Kemenhub Gaspol Menuju Zero ODOL 2027, Safety Week Jadi Alarm Keselamatan Jalan

Mobil Listrik Mau Kena Pajak? Santai, Jateng Masih “Mikir Dulu”

Fakta Baru Kematian Diplomat Arya Daru: Misteri 4 Sidik Jari di Lakban

Biaya Produksi Naik, Pedagang Pilih Kurangi Keuntungan

‘Uang Bensin’, Kode Sekda Cilacap untuk THR Wartawan

TAGGED:headlinemtq nasional 2026pemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina Ingin Alun-Alun Kauman Jadi Pusat Budaya
Next Article JUARA TURNAMEN--Tim dari SMAN 4 Semarang menerima sertifikat juara pertandingan Free Fire (FF) Battle Royale Mayoritas Tournament, Minggu (13/9/2026). (ist) SMAN 4 Semarang Juara Turnamen Free Fire Battle Royale Mayoritas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENKEU BARU - Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet lagi. Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Senin (14/9/2026).

BREAKING NEWS: Prabowo Reshuffle Kabinet, Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menkeu

KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)

Ponpes Abah Khan Tak Berizin, Perberat Tuntutan Hukuman Kiai Cabul Semarang

JUARA TURNAMEN--Tim dari SMAN 4 Semarang menerima sertifikat juara pertandingan Free Fire (FF) Battle Royale Mayoritas Tournament, Minggu (13/9/2026). (ist)

SMAN 4 Semarang Juara Turnamen Free Fire Battle Royale Mayoritas

Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas

Agustina Ingin Alun-Alun Kauman Jadi Pusat Budaya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tim penyidik sedang memeriksa pelimpahan kasus pengedit konten cabul dengan AI, Kamis (8/1/2026). (bae)
Hukum

Masih Ingat Chiko, Pengedit Konten Cabul Smanse? Bentar Lagi Dia Disidang

Januari 8, 2026
Pendidikan

Taj Yasin Pastikan SPMB Jateng 2026 Tanpa “Jastip”

Juni 8, 2026
Sepak Bola

Duel Sesama Pejuang: PSIS vs Persipal, Siapa Kabur dari Zona Merah?

Januari 2, 2026
Ekonomi

Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Siap Gelar Pasar Murah

Maret 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Pena ke Layar, Kaligrafi MTQ Makin Ngegas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?