BACAAJA, SEMARANG- Mooncake Festival 2026 kembali menghidupkan suasana Pecinan Semarang. Festival yang dibuka Kamis (24/9/2026) ini menjadi ruang untuk merawat tradisi dan budaya Tionghoa.
Pecinan pun terasa seperti ruang bertemunya berbagai budaya. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dipertemukan dengan pertunjukan dan kemasan yang lebih dekat dengan anak muda.
Salah satunya lewat pertunjukan sejarah Laksamana Cheng Ho yang dikemas secara imersif. Visual dan teknologi digunakan untuk membuat kisah perjalanan Cheng Ho lebih mudah dinikmati generasi sekarang.
Baca juga: Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, Pecinan bukan sekadar kawasan tua di Kota Semarang. Kawasan tersebut terus hidup dan menjadi bagian dari keberagaman kota.
“Kalau orang dulu melihat Pecinan sebagai kawasan yang kuno, tapi saya melihat sisi yang berbeda. Saya melihat ada keindahan, keakraban, keasyikan, dan gotong royong,” ujarnya.
Ruang Keberagaman
Menurut Agustina, keberagaman itu perlu dijaga lewat kebersamaan. Karena itu, festival seperti Mooncake Festival menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk merayakan tradisi secara bersama-sama.
Pemkot Semarang juga berencana mendukung penataan kawasan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis sebagai bagian dari wisata budaya. Penataan tersebut tetap akan mempertahankan karakter asli kawasan dan kehidupan warga yang sudah ada.
Baca juga: Waroeng Semawis Comeback! Kuliner Malam Pecinan Semarang Bikin Wali Kota Ikut Jajan
Festival ini juga tidak hanya berisi pertunjukan budaya. Ada pembagian paket makanan dan kebutuhan pokok serta nasi kotak untuk warga sekitar. Salah satu tradisi yang ikut dihidupkan adalah Tok Panjang. Masyarakat duduk dan makan bersama dalam satu meja panjang sambil menikmati berbagai hidangan.
Di tengah kawasan Pecinan yang terus bergerak mengikuti zaman, festival ini menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu harus disimpan di masa lalu. Ia bisa tetap hidup, berdampingan dengan budaya lain, bahkan dikemas dengan teknologi untuk dikenalkan kepada generasi berikutnya. (bae)

