Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Tari Kipas Batik Semarang dibawakan penari berhijab membuka Mooncake Festival 2026 di Kelenteng Tay Kak Sie. Bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, momen tersebut menjadi gambaran bagaimana tradisi Tionghoa dan keberagaman hidup berdampingan di tengah kota.

T. Budianto
Last updated: September 25, 2026 4:54 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
MOONCAKE FESTIVAL: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mencicipi kue bulan dalam acara Mooncake Festival 2026 di Pecinan Semarang, Kamis (24/9/2026) malam. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Mooncake Festival 2026 kembali menghidupkan suasana Pecinan Semarang. Festival yang dibuka Kamis (24/9/2026) ini menjadi ruang untuk merawat tradisi dan budaya Tionghoa.

Pecinan pun terasa seperti ruang bertemunya berbagai budaya. Tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi dipertemukan dengan pertunjukan dan kemasan yang lebih dekat dengan anak muda.

Salah satunya lewat pertunjukan sejarah Laksamana Cheng Ho yang dikemas secara imersif. Visual dan teknologi digunakan untuk membuat kisah perjalanan Cheng Ho lebih mudah dinikmati generasi sekarang.

Baca juga: Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, Pecinan bukan sekadar kawasan tua di Kota Semarang. Kawasan tersebut terus hidup dan menjadi bagian dari keberagaman kota.

“Kalau orang dulu melihat Pecinan sebagai kawasan yang kuno, tapi saya melihat sisi yang berbeda. Saya melihat ada keindahan, keakraban, keasyikan, dan gotong royong,” ujarnya.

Ruang Keberagaman

Menurut Agustina, keberagaman itu perlu dijaga lewat kebersamaan. Karena itu, festival seperti Mooncake Festival menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk merayakan tradisi secara bersama-sama.

Pemkot Semarang juga berencana mendukung penataan kawasan Gang Baru dan pengembangan Pasar Semawis sebagai bagian dari wisata budaya. Penataan tersebut tetap akan mempertahankan karakter asli kawasan dan kehidupan warga yang sudah ada.

Baca juga: Waroeng Semawis Comeback! Kuliner Malam Pecinan Semarang Bikin Wali Kota Ikut Jajan

Festival ini juga tidak hanya berisi pertunjukan budaya. Ada pembagian paket makanan dan kebutuhan pokok serta nasi kotak untuk warga sekitar. Salah satu tradisi yang ikut dihidupkan adalah Tok Panjang. Masyarakat duduk dan makan bersama dalam satu meja panjang sambil menikmati berbagai hidangan.

Di tengah kawasan Pecinan yang terus bergerak mengikuti zaman, festival ini menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu harus disimpan di masa lalu. Ia bisa tetap hidup, berdampingan dengan budaya lain, bahkan dikemas dengan teknologi untuk dikenalkan kepada generasi berikutnya. (bae)

You Might Also Like

Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

Cerita Keluarga Sahita Menjahit Hidup dari Dua Gaji Buruh

Saleh Optimistis Investasi Jateng 2026 Ngebut, Iklim Usaha Dinilai Makin Ramah

Kasus Pelecehan Mantan LPAI Jalan di Tempat

Hutan Tanaman Industri untuk Biomassa, Kemenhut: Rehabilitasi Lahan Kritis dan Dukung EBT

TAGGED:agustina wilujengheadlinemooncakepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK
Next Article Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Luthfi Ajak Warga Minta Langit Lebih Bersahabat

Februari 20, 2026
Info

Stop Naik Gajah! Semarang Zoo Bilang: Cukup Difoto, Jangan Ditunggangi

Februari 6, 2026
Bripda Rio bersama tentara bayaran Rusia lainnya.
Hukum

Nasib Bripda Rio Eks Brimob Aceh setelah Gabung Tentara Bayaran Rusia, Menkum Buka Suara

Januari 19, 2026
OlahragaPlesir

1.100 Pelari Ramaikan Friendship Run Semarang

September 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?