Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis

Kalau ada yang bilang Imlek cuma milik satu etnis, coba deh main ke Pecinan Semarang. Dari kebaya sampai barongsai, dari wayang sampai Sun Go Kong, semuanya campur jadi satu. Bukan sekadar festival, tapi panggung harmoni versi jalanan.

T. Budianto
Last updated: Februari 16, 2026 5:46 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PASAR SEMAWIS: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mendampingi Wapres, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Sabtu (14/2/2026) malam. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Perayaan Imlek di Kawasan Pecinan Semarang lewat gelaran Pasar Imlek Semawis 2026 benar-benar jadi potret inklusivitas. Bukan cuma diramaikan warga Tionghoa, tapi juga lintas etnis dari berbagai daerah.

Sabtu (14/2/2026) malam, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi ikut menyusuri keramaian Pasar Imlek Semawis yang membentang dari Gang Pinggir hingga Jalan Wotgandul Timur, Kota Semarang.

Lautan manusia tumpah ruah. Pedagang dan pengunjung datang dari berbagai latar belakang. Tahun ini, konsep keberagaman memang sengaja ditonjolkan, jadi kekuatan utama yang bikin Pasar Imlek Semawis terus hidup.

Baca juga: Waroeng Semawis Comeback! Kuliner Malam Pecinan Semarang Bikin Wali Kota Ikut Jajan

Pengurus Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim menjelaskan awal mula tradisi ini. “Dulu orang Tionghoa jelang Imlek belanja sampai malam, cuma semalam. Lalu kita hidupkan lagi jadi tiga hari Pasar Imlek Semawis. Bukan cuma jajanan, tapi ada UMKM, budaya, sampai kegiatan sosial yang menunjukkan keberagaman Semarang,” ujarnya.

Tahun ini, suasana makin unik. Tokoh mitologi Tionghoa seperti Sun Go Kong dan Dewi Kwan Im tampil berdampingan dengan tokoh wayang Jawa. Bahkan saat pembukaan, panitia menghadirkan makanan muslim Tionghoa dari Xinjiang. Pengunjung juga diimbau mengenakan kebaya, sebuah sentuhan lokal yang memperkaya suasana.

Indonesia Mini

“Memang belum banyak yang pakai kebaya, tapi sudah mulai terlihat,” tambah Harjanto. Ia menilai Pecinan Semarang ibarat Indonesia mini. Salah satu contohnya warung nasi ayam Bu Pini, pedagang etnis Jawa yang sukses berjualan di kawasan Pecinan hingga mampu membeli ruko sendiri. “Kalau enak dan harganya masuk akal, pasti laku. Di sini semua bisa bersaing,” katanya.

Atmosfer keberagaman itu juga bikin Wapres dan Gubernur terkesan. Keduanya tampak santai berbaur dengan pengunjung. Gibran bahkan sempat belanja di beberapa tenant dan melayani permintaan foto warga.

Menurut Harjanto, Wapres berpesan agar tradisi Pasar Imlek Semawis terus dirawat. “Memulai tradisi itu susah. Kalau sudah berjalan dan penuh keberagaman seperti ini, harus dijaga,” ucapnya.

Baca juga: Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Senada, Ahmad Luthfi menegaskan tradisi seperti ini wajib di-uri-uri atau dilestarikan. Ia juga menyatakan dukungan untuk seluruh rangkaian kegiatan Imlek di Semarang, termasuk yang digelar di Klenteng Sam Poo Kong.

Menurutnya, event-event seperti ini bukan cuma merawat budaya, tapi juga menggerakkan ekonomi dan mendongkrak pariwisata Jawa Tengah.

Di Pasar Imlek Semawis, yang beda nggak dipisah, justru dirayakan. Mungkin memang begini caranya Indonesia tetap utuh: makan bareng, foto bareng, dan nggak nanya kamu etnis apa. (tebe)

You Might Also Like

LSSFF 2025 Resmi Meluncur! Bareng Hanung Bramantyo, Wali Kota Semarang Gas Bikin Kota Sineas

Saksi Korupsi BUMD Cilacap Masuk Rumah Sakit Jiwa, Disetting Jadi Gila?

Kiai Cabul Semarang Abah Khan Dituntut 8 Tahun 6 Bulan Penjara

Jateng Resmi Dorong Pemekaran Brebes Selatan

Lowongan Kerja Kekinian di Jawa Tengah? Intip AyoKerjo Jateng, Solusi Cari Kerja Anak Muda

TAGGED:headlineimlek semarangpasar semawispecinan semarangpemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Satu OPD Satu Desa: 30 Rumah Langsung Kinclong
Next Article Polisi melakukan olah TKP ledakan bahan mercon di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Minggu (15/2/2026). (Dok Polsek Toroh) Dor! Eksperimen Brutal Tiga Remaja Grobogan: Coba Bikin Bubuk Petasan, 3 Rumah Meledak

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

UKIR SEJARAH - Mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nurisa Dian Ashrifah, mengukir tinta emas dalam sejarah olahraga panahan Indonesia setelah meraih emas nomor compound individu putri pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mahasiswi Udinus Semarang Bikin Sejarah Panahan Indonesia, Raih Emas di Asean-Games 2026

Lapas Purwodadi Pastikan Data Pemilih Warga Binaan Tetap Terdata

Kepulan asap membumbung tinggi di area TPA Jatibarang Semarang, Rabu (30/9/2026). (bae)

Hati-Hati! Asap TPA Jatibarang Mengandung Partikel Berbahaya

Sabut Kelapa Buatan Warga Binaan Lapas Semarang Tembus Yunani

Giant Sea Wall Diharap Jadi Solusi Banjir dan Rob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno.
Info

Pohon Tumbang 2 Nyawa Pengguna Jalan di Semarang, MTI: Bukan Sekadar Musibah

September 4, 2026
Info

Tiga Hari Hilang, Nenek Wakijem Ketemu Lemas di Hutan

Januari 6, 2026
Info

45 Paskibraka Jateng Dikukuhkan

Agustus 16, 2026
Ilustrasi olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas. (grafis/wayu)
Info

Kronologi Mobil KH Anwar Zahid Kecelakaan di Bojonegoro, Dihantam Truk Trailer saat Menuju Banjarnegara

Agustus 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?