Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sensus Ekonomi 2026 Jateng Resmi Dimulai
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sensus Ekonomi 2026 Jateng Resmi Dimulai

Kalau beberapa tahun terakhir warga sering waspada saat ada orang asing mengetuk pintu rumah, kali ini ceritanya berbeda. Mulai 15 Juni 2026, ribuan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) bakal menyambangi rumah-rumah warga untuk melakukan Sensus Ekonomi 2026.

T. Budianto
Last updated: Juni 15, 2026 5:59 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SENSUS EKONOMI: Petugas BPS Provinsi Jateng melakukan sensus di kediaman dinas Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, Senin, (15/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Jalan Rinjani, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, menjadi titik awal pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Jateng, Senin (15/6/2026).

Taj Yasin tercatat sebagai responden pertama dalam pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Proses pendataan dilakukan langsung oleh petugas lapangan yang datang ke rumah dinasnya untuk melakukan wawancara dan pengisian data.

Sensus Ekonomi 2026 sendiri akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Program nasional tersebut menyasar seluruh keluarga dan kelompok usaha di Indonesia, termasuk berbagai aktivitas ekonomi baru yang berkembang di era digital.

Usai mengikuti proses pendataan, Taj Yasin mengajak masyarakat Jawa Tengah untuk menyambut petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang diperlukan secara jujur serta terbuka.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026: BPS Ajak Pengusaha Buka Data Tanpa Drama

Menurutnya, data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan digunakan sebagai dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pembangunan ekonomi ke depan.

“Harapannya, melalui sensus ini negara semakin mudah melakukan program ekonomi untuk masyarakat Indonesia, khususnya Jateng. Ayo dukung Sensus Ekonomi 2026,” kata Taj Yasin.

Ia menilai data yang akurat menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan. Semakin lengkap data yang dimiliki pemerintah, semakin tepat pula program yang bisa diberikan kepada masyarakat.

Kondisi Ekonomi

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Jateng, Ali Said menjelaskan, pendataan dilakukan dengan metode door to door atau dari pintu ke pintu. Di Jateng sendiri, jumlah petugas yang diterjunkan mencapai 36.891 orang. Mereka akan menyebar ke berbagai daerah untuk mendata kondisi ekonomi masyarakat selama lebih dari dua bulan ke depan.

Ali memastikan seluruh petugas telah dibekali identitas resmi berupa kartu pengenal, rompi khusus Sensus Ekonomi 2026, serta surat tugas dari kantor BPS setempat. “Petugas ada dua orang. Satu melakukan wawancara dan satu lagi bertugas  sebagai pengawas,” jelasnya.

Dalam proses pendataan, petugas akan menanyakan sejumlah informasi terkait kondisi rumah tangga, sosial ekonomi keluarga, kondisi tempat tinggal, hingga aktivitas usaha yang dilakukan anggota keluarga.

Menariknya, sensus kali ini juga ikut menangkap fenomena ekonomi digital yang semakin berkembang. Artinya, pekerjaan dan usaha berbasis internet juga akan masuk dalam pendataan. “Misalnya kalau ada anggota rumah tangga yang jualan online atau YouTuber, influencer, dan sebagainya,” ujar Ali.

Menurutnya, perkembangan ekonomi digital saat ini menjadi bagian penting yang perlu dipetakan agar pemerintah memiliki gambaran lebih lengkap tentang aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca juga: Waras Ekonomi, Upaya Pemkot Perkuat Sektor UMKM

Ali berharap kesediaan Taj Yasin menjadi responden pertama dapat memberikan contoh positif bagi masyarakat Jawa Tengah untuk menerima petugas sensus saat datang ke rumah masing-masing.

Dengan data yang lengkap dan akurat, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang berbagai kebijakan yang lebih tepat sasaran, mulai dari pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi digital.

Di era ketika aplikasi lebih tahu kebiasaan belanja kita daripada tetangga sebelah, ternyata negara masih perlu mengetuk pintu rumah untuk memastikan kondisi ekonomi warganya. Bedanya, kalau notifikasi aplikasi datang untuk menawarkan diskon, petugas sensus datang untuk memastikan kebijakan masa depan tidak sekadar berdasarkan asumsi. (tebe)

You Might Also Like

Kolaborasai LPK Hiro-LPK Kamisora Cetak Sejarah Pemberangkatan Driver Bus Profesional ke Jepang

Istri Gus Yazid Ungkap Fakta Mencengangkan: Dia Lebih Pilih Setia kepada Jenderal Widi

Sudaryono Jadi Kepala BGN? Nanik S Deyang Bocorkan Sosok Penggantinya: “Insyaallah Adik Saya”

Pomnas XIX 2025 Resmi Dibuka! Ribuan Mahasiswa Siap Adu Gengsi di Jawa Tengah

25 Juta Transaski Pakai QRIS di Soloraya, Ini Sektor yang Mendominasi

TAGGED:headlinesensus ekonomi 2026wagub jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Agustina: Kota Hebat Itu Nggak Cuma Beton dan Aspal
Next Article Investasi Rp15 Triliun Mendarat di Kendal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PERMINTAAN MAAF: Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terkait polemik isu kepemilikan tanah oleh negara. Permintaan maaf tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (12/8/2025). (ist)

4 Orang Kepercayaan Nusron Wahid Tersangka OTT KPK di Bogor, Siapa Saja dan Apa Peran Mereka?

KEBAKARAN--Lahan di sekitar rel kereta jalur Kapuan-Cepu wilayah Daop 4 Semarang terbakar pada Minggu (6/9/2026). (ist)

5 Kebakaran Muncul di Are Rel Kereta, Bikin KAI Daop 4 Semarang Waspada

SENGKETA - Sengketa Taman Sriwedari memanas setelah rencana pendirian Sekber ahli waris mendapat penolakan.

Foksri Bantah Rintangi Pendirian Sekber Ahli Waris Sriwedari: Panggung Seni Bukan untuk Menghalangi

Sawah Jangan Sampai Hilang, Jateng Minta Pusat Turun Tangan

Empat Aturan Masuk “Bengkel” DPRD Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Gus Yasin: Saatnya Dakwah Bukan Cuma di Mimbar, tapi Juga di Pasar

Juni 20, 2026
DIKEKANG - Ilustrasi pola asuh yang telalu mengekan anak. (ist)
Pendidikan

Jangan Overprotective! Psikolog: Anak Butuh Belajar Gagal, Jatuh, dan Bangkit

Juli 13, 2026
KOMPAK - Berbagai lomba yang memperkuat kolaborasi dan kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.
Info

Semarak HUT ke-81 RI, PLN Icon Plus SBU Jateng Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kolaborasi

Agustus 25, 2026
Banjir merendam Kampung Mayangsari, Kalipancur, Semarang, Sabtu (14/3/2026). (ist)
Info

Banjir Kanal Barat Meluap setelah Hujan Deras, Permukiman Semarang Terendam

Maret 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sensus Ekonomi 2026 Jateng Resmi Dimulai
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?