BACAAJA, KEDIRI — Nama Yakuza biasanya identik sama gangster Jepang. Tapi di Kediri, nama itu justru diharapkan membawa energi positif.
Deklarasi pendirian Yakuza di Kediri bahkan dihadiri tokoh kepolisian setempat. Inisiator dan deklarator pendirian Yakuza di Kediri juga bukan tokoh kaleng-kaleng.
Yup, Yakuza Maneges Pusat Kediri resmi dideklarasikan di Bukit Daun Hotel and Resort, Sabtu (9/5/2026).
Yakuza Maneges diinisiasi dan dideklarasikan oleh cucu Kiai Hamim Djazuli (Gus Miek), Den Gus Thuba Topo Broto Maneges; Ketua Pusat Yakuza Maneges Hari Simplex; Ketua Yakuza Maneges Polri AKBP Edy Herwiyanto.
Acara tersebut juga dihadiri langsung Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati atau yang akrab disapa Mbak Wali.
Dalam sambutannya, Vinanda menyebut deklarasi komunitas itu sebagai langkah awal untuk menghadirkan energi positif di wilayah Kediri Raya.
Meski namanya cukup nyentrik dan bikin orang auto mikir mafia Jepang, komunitas ini disebut hadir dengan semangat kebersamaan dan aktivitas positif.
Kehadiran Mbak Wali dalam deklarasi itu juga menunjukkan dukungan pemerintah kota terhadap munculnya komunitas-komunitas anak muda dan masyarakat yang dinilai bisa membangun solidaritas sosial.
Acara berlangsung santai dengan suasana penuh keakraban di kawasan Bukit Daun yang dikenal jadi salah satu lokasi favorit kegiatan komunitas di Kediri.
Sementara di media sosial, nama “Yakuza Maneges” sendiri langsung bikin banyak orang penasaran.
Bukan karena ada bos mafia datang ke Kediri, tapi karena namanya sukses bikin publik berhenti scrolling dan mikir:
“Lho, Yakuza sekarang buka cabang di Jawa Timur?” (*)

