Girindra Whardana, jurnalis Lepas. Tinggal di Jatikulon, Kudus.
Di youtube iklan bisa muncul kapan saja sewaktu-waktu. Bahkan di saat momen hendak terjadi gol, tiba-tiba muncul iklan.
Gelaran Piala Dunia 2006 baru saja usai. Kini penggemar sepak bola disodori tontonan lain berupa Asean Hyundai Cup 2026. Ajang ini dulu populer dengan sebutan piala AFF, pertandingan tim nasional negara-negara anggota ASEAN.
Di tengah euforia timnas Indonesia yang kini sesak dihuni pemain naturalisasi, dan kerinduan meraih juara untuk pertama kalinya setelah belasan tahun keikutsertaannya, ada sisi lain dari edisi kali ini. Dulu, penonton yang tak bisa datang langsung ke stadion, akan menonton siarannya di televisi. Perusahaan media pun berlomba lomba mendapatkan hak siar dan sponsor iklan pun berdatangan.
Kini, seiring makin dominannya teknologi dan media sosial, bola mania bisa menonton pertandingan lewat Youtube. Ya, benar benar live streaming Youtube. Untuk AFF tahun ini, bisa disaksikan di channel milik Reza Arap, pesohor yang sebelumnya dikenal sebagai DJ. Grup media besar MNC menggandengnya untuk menyiarkan seluruh pertandingan melalui channel pribadi. Selain itu juga ditayangkan oleh media di bawah MNC Group.
Sebelumnya saat Piala Dunia yang baru saja usai, sempat tersiar kabar FIFA juga akan menayangkan pertandingan melalui platform youtube. Tapi ternyata, siaran di youtube hanya 10 menit pertama di channel resmi pemegang hak siar. Selebihnya siaran lengkap pertandingan hanya bisa ditonton di TV pemegang hak siar atau platform digital berbayar.
Selama ini, live streaming sepak bola di youtube dilakukan secara kucing-kucingan antara pemilik hak siar dengan channel pribadi. Sejumlah channel berupaya mengakali agar tetap bisa ikut menyiarkan. Meski itu menyalahi aturan tentang copyright. Alhasil banyak channel di-take down oleh youtube karena melanggar aturan hak cipta dan laporan dari pemegang hak siar.
Karena siaran bola resmi ditayangkan gratis di televisi maupun platform digital berbayar, penyuka sepak bola hanya bisa menonton cuplikan pertandingan (highlight) di youtube. Kalau pun ada yang live, siarannya berupa live reaction, komentar langsung pertandingan, tanpa sedikit pun menunjukkan gambar sesungguhnya di lapangan.
Kini, setidaknya di momen piala AFF tahun ini, penggemar bola tak perlu lagi menyetel TV untuk menonton pertandingan. Kita tahu, menonton di TV akan selalu disesaki tayangan iklan saat break. Imbasnya analisa pertandingan jadi sangat buru buru.
Rasa rasanya juga tak banyak yang berlangganan platform digital untuk menyaksikannya. Dan live streaming resmi di youtube jadi pilihan yang menarik, sekaligus menandai era baru menonton sepak bola. Setelah melakukannya, layaknya pengalaman pertama, ada sejumlah kesan subyektif yang didapat.
Selain keleluasaan untuk menonton secara full pertandingan, ulasan langsung tetap diberikan oleh host. Masih berasa live reaction sih. Kadang terjeda, tak detail menyiarkan apa yang terjadi di lapangan. Sering-seringnya malah bahas hal lain di luar bola. Namun, yang penting tetap bisa nonton pertandingannya. Ya, kan?
Selain itu ada masalah iklan juga. Jika di TV, break iklan mengikuti pergantian babak atau muncul sebagai iklan jendela. Di youtube iklan bisa muncul kapan saja sewaktu-waktu. Bahkan di saat momen hendak terjadi gol, tiba-tiba muncul iklan. Jadi agak bikin kesel. Tapi mau bagaimana lagi karena memang sudah begitu algoritmanya. Tontonan terjeda, ketegangan meredup, tapi momen utuhnya tetap bisa lanjut disaksikan usai iklan di-skip. Tentu dengan sensasi yang sudah ikut berubah.
Catatan lain minor-minor saja. Bahasan analisa pertandingan berasa sekadar sekenanya saja karena bukan dari komentator bola yang jadi langganan di layar kaca. Tapi bukan masalah besar. Karena poin utamanya tentu adalah menonton pertandingan secara utuh. Tanpa harus duduk di depan TV. Apalagi di era konten seperti sekarang ini. Tentu berbeda dengan pakem di televisi.
Oh ya, soal kuota internetnya, mungkin tetap harus siap-siap cepat habis jika sering sering nonton full pertandingan 90 menit. Koneksi wifi gratis pun akan menjadi sebuah kemewahan. Karena bisa jadi, pola serupa akan diberlakukan di even even bola selanjutnya. Salam Olah Raga! (*)
*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

