BACAAJA, SEMARANG – Baru pertama kali datang ke Semarang, Saifullah langsung punya kesan tersendiri terhadap Kota Lumpia. Bukan hanya bangunan dan jalan-jalannya yang menarik perhatian, suasana Semarang saat malam justru membuat peserta MTQ Nasional asal Ternate itu ingin lebih lama menjelajah.
Saifullah merupakan peserta cabang Fahmil Quran dari kontingen Maluku Utara. Di sela kesibukannya mengikuti perlombaan, ia sempat menyempatkan diri menikmati suasana Kota Semarang, terutama ketika malam tiba.
“Kalau malam pemandangannya indah, baik dari atas maupun kelihatan dari jalan-jalan malam juga bagus,” kata Saifullah, saat di lokasi lomba tepatnya di Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (14/9/2026).
Bacaaja: Pawai MTQ Tampilkan Toleransi, Semarang Tegaskan Rumah bagi Semua
Bacaaja: Semarang Cetak Rekor Dunia, 288 Ribu Orang Nyanyikan Mars MTQ
Menurutnya, lampu-lampu yang menghiasi jalan hingga bangunan membuat wajah Semarang terlihat berbeda saat malam. Sejumlah tempat wisata juga dinilainya semakin menarik ketika diterangi lampu saat malam hari.
Tak hanya soal pemandangan, udara malam Semarang juga membuatnya nyaman untuk berjalan-jalan.
“Tidak terlalu dingin, normal-normal aja, sejuk gitu (saat malam). Jadi enak kalau cari angin ketika malam-malam,” ujarnya.
Saifullah juga memperhatikan banyaknya pilihan kuliner di Kota Semarang. Ia menilai lokasi kuliner yang satu dengan lainnya tidak terlalu jauh sehingga memudahkan wisatawan untuk mencari makanan.
Namun, sampai saat ini ia belum sempat mencicipi kuliner Semarang. Maklum, kedatangannya kali ini masih fokus pada agenda MTQ.
“Kalau jalan-jalan ke kuliner-kuliner belum sama sekali. Soalnya rencana habis lomba baru kita jalan-jalan,” katanya.
Ia bersama rombongan berencana berkeliling ke sejumlah tempat yang umum dikunjungi wisatawan. Saifullah bahkan berharap bisa menikmati suasana tersebut pada malam hari agar bisa melihat langsung wajah Semarang yang menurutnya lebih menarik ketika dihiasi cahaya lampu.
Bagi Saifullah, kunjungan pertamanya ke Semarang akhirnya tak hanya soal mengikuti perlombaan. Ada pengalaman baru tentang sebuah kota yang sebelumnya belum pernah ia datangi.
Setelah agenda MTQ selesai, ia ingin memanfaatkan waktu bersama rombongan untuk mengenal Semarang lebih jauh, dari tempat wisata hingga kulinernya. (dul)

