Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Taj Yasin: Riset Kampus Jadi Bahan Bikin Kebijakan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Taj Yasin: Riset Kampus Jadi Bahan Bikin Kebijakan

Berapa banyak hasil penelitian kampus yang akhirnya cuma jadi penghuni rak perpustakaan? Pemprov Jateng ingin mengubah cerita itu. Kini, riset dan inovasi dari perguruan tinggi didorong bukan sekadar jadi tugas akademik, tapi benar-benar dipakai sebagai bahan menyusun kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

T. Budianto
Last updated: Juni 17, 2026 4:04 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
MEMBUKA LKMM-TM: Wagub Jateng, Taj Yasin didampingi Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, ST, MKom saat membuka kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2026 di kampus setempat, Rabu (17/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng mulai mengubah cara menyusun kebijakan publik. Tak lagi hanya mengandalkan data birokrasi, hasil riset dari berbagai perguruan tinggi kini dijadikan salah satu pijakan penting dalam mengambil keputusan.

Komitmen itu disampaikan Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen saat membuka kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) 2026 di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Rabu (17/6/2026).

Menurut Taj Yasin, kampus memiliki kekuatan besar sebagai pusat ilmu pengetahuan sekaligus tempat lahirnya berbagai inovasi. Karena itu, hasil penelitian mahasiswa dan dosen seharusnya tidak berhenti menjadi dokumen akademik, tetapi mampu diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat.

“Sebuah program dan kebijakan harus didasari kajian, penelitian, dan literasi keilmuan,” tegasnya. Ia menjelaskan, kolaborasi antara Pemprov Jateng dan perguruan tinggi terus berkembang.

Baca juga: Pemprov Jateng Suntik Dana Rp16,6 M buat Kampus Swasta, Siap Buka Keran Kolaborasi!

Hingga kini puluhan kampus di Jateng telah menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi dalam berbagai bidang pembangunan. Bahkan, menurutnya, kerja sama tersebut tidak sekadar berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

Yang jauh lebih penting adalah implementasi nyata yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu contoh kolaborasi itu adalah kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dalam pengembangan teknologi desalinasi, yakni mengubah air laut menjadi air tawar untuk membantu masyarakat pesisir yang terdampak rob dan kesulitan memperoleh air bersih.

Pemprov Jateng juga menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam penanganan kawasan Rawa Pening, serta melibatkan berbagai perguruan tinggi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik untuk membantu menyelesaikan persoalan di desa-desa.

Bersama Udinus

Sementara bersama Udinus, kerja sama diwujudkan melalui hibah produk air minum kemasan Toyaku hasil inovasi kampus, edukasi gerakan stop boros pangan, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Masukan-masukan dari kampus dan mahasiswa inilah yang kita ambil untuk menjadi sebuah kebijakan di Pemprov Jateng,” kata Taj Yasin. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis karena masih menjadi institusi yang dipercaya masyarakat dalam menghasilkan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Karena itu, kampus didorong terus hadir menjawab berbagai persoalan nyata, mulai dari isu lingkungan, ketahanan pangan, hingga transformasi digital. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga mengapresiasi penyelenggaraan LKMM-TM 2026 yang dinilai mampu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kreativitas, serta memperluas wawasan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Baca juga: SCU Gandeng Pemprov Jateng, Bareng-Bareng Perangi Kemiskinan

“Saya berharap kegiatan ini benar-benar bermanfaat untuk menambah literasi. Tadi juga ada narasumber dari Jepang yang mengampanyekan aplikasi lingkungan. Ke depan kami berharap kerja sama antara Pemprov dan kampus, khususnya Udinus, semakin kuat untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), tidak membuat masyarakat kehilangan semangat belajar. Menurutnya, AI memang memudahkan banyak hal, tetapi tetap harus digunakan secara bijak agar tidak mengurangi daya kritis dan kreativitas manusia.

Selama ini banyak riset kampus berakhir sebagai tumpukan jilid tebal di perpustakaan. Padahal, persoalan di luar kampus justru makin menumpuk. Mungkin memang sudah waktunya skripsi, tesis, dan hasil penelitian berhenti jadi pajangan rak buku, lalu mulai naik kelas menjadi solusi yang benar-benar mengubah kehidupan masyarakat. (tebe)

You Might Also Like

Wakil Kepala BGN Kena Prank Pas Sidak, Ternyata Dapur MBG di Dekat Kandang Sapi

Awan Diatur, Doa Jalan: Jateng ‘Ngoprek’ Cuaca Sampai 20 Januari

Yusril Ungkap Prabowo Perintah Gibran Berkantor di Papua, Juru Bicara OPM Langsung Merespons

Kinerja Dipercepat, Pemprov Terapkan SOTK Baru

Balon Udara Bawa Petasan? Ending-nya Dimusnahkan Gegana

TAGGED:headlinepemprov jatengPTSudinus
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ray Redondo-Widodo C Putro Punya Misi Besar di PSIS
Next Article Mau Nobar Piala Dunia? Jangan Asal Kumpul, Wajib Punya Lisensi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sikidang Dieng, Liburan Tipis-tipis Rasa Petualangan

Prabowo Absen di Acara Zikir dan Doa Kebangsaan, Ada Apa?

Ratusan Hakim Langgar Kode Etik, Perlu Mutasi Besar-besaran

Tukin TNI Naik, Fiskal Negara Dipastikan Tetap Terkendali

Febrie Ardiansyah saat masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Tim 9 Sasar Rumah Febrie, Berkas Penting Ikut Disita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Lebaran Lewat, Harga Nggak Ikut “Meledak”, Inflasi Semarang Masih Santuy

April 6, 2026
Wakil Walikota Semarang Iswar Aminudin saat peresmian Gereja Blenduk sebagai ikon wisata heritage atau Kota Lama Semarang, Minggu (7/9/2025). Foto: dok/humas
Info

Gereja Blenduk Comeback! Jadi Ikon Kota Lama, Makin Kinclong dan Sarat Makna Toleransi

September 7, 2025
Ilustrasi rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah dijaga ketat personel TNI.
Hukum

Rantis Brimob Angkut 74 Kg Emas dari Sentul dan Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI, Saling Berkaitan?

Juli 9, 2026
PEMADAMAN LISTRIK - Ilustrasi nyala lilin jadi penerang saat pemadaman listrik bergilir oleh PLN.
Ekonomi

Pemadaman Listrik Bergilir Bikin Peternak Ayam Ketar-ketir, PLN Jateng Buka Suara

Juni 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Taj Yasin: Riset Kampus Jadi Bahan Bikin Kebijakan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?