BACAAJA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto urung menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8) malam. Meski begitu, rangkaian acara tetap berlangsung penuh khidmat dengan dihadiri para tokoh agama, pejabat, dan masyarakat.
Kabar batalnya kehadiran Prabowo disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka acara. Ia mengatakan Presiden sebenarnya ingin hadir bersama para peserta.
Namun, menurut Nasaruddin, Prabowo harus menjalankan agenda kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan. Karena itu, Presiden menitipkan salam hormat kepada seluruh tamu yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Beliau sangat berkeinginan hadir bersama kita malam ini, tetapi ada tugas kenegaraan yang sangat penting sehingga tidak bisa datang,” ujar Nasaruddin dalam sambutannya.
Selain menyampaikan salam Presiden, Nasaruddin mengajak seluruh peserta menjadikan momen doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang bangsa Indonesia hingga memasuki usia kemerdekaan ke-81.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Karena itu, rasa syukur harus terus diwujudkan lewat doa dan menjaga persatuan bangsa.
Menurutnya, doa kebangsaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Nasaruddin juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir memenuhi kawasan Monas. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama membawa keberkahan bagi bangsa dan negara.
Acara Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi salah satu rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus.
Dalam kegiatan tersebut, enam pemuka agama memimpin doa secara bergantian sesuai keyakinan masing-masing. Kehadiran tokoh lintas agama menjadi simbol kuatnya toleransi dan persatuan di Indonesia.
Pemerintah berharap kegiatan ini dapat mempererat semangat kebangsaan sekaligus mengingatkan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersama-sama membangun negeri.
Meski tanpa kehadiran Presiden secara langsung, jalannya acara tetap berlangsung lancar. Ribuan peserta yang memadati Monas mengikuti zikir dan doa bersama dengan penuh khusyuk sebagai wujud syukur sekaligus harapan agar Indonesia terus diberi kedamaian, kemajuan, dan persatuan. (*)

