BACAAJA, JAKARTA – Rekening Bank Mandiri milik Supriyono alias Botok diblokir, sehingga tak dapat digunakan untuk transaksi. Warga pun mempertanyakan mengapa rekening Mas Botok diblokir Bank Mandiri?
Warga Pati yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dibuat bingung. Rekening yang mereka gunakan untuk menampung donasi warga tiba-tiba diblokir.
Padahal, uang di rekening tersebut rencananya dipakai untuk mendukung aksi pada 27 Agustus 2026 mendatang. Koordinator AMPB, Teguh Istianto, meminta pihak bank dan kepolisian terbuka soal alasan pemblokiran tersebut.
“Ini kami itu salah apa? Umumkan dong kesalahan kami. Jangan asal blokir milik orang,” kata Teguh, Minggu (23/8/2026).
Bacaaja: Seruan Boikot Mandiri Menggema, Buntut Pemblokiran Rekening Donasi Aksi Warga Pati
Bacaaja: Daftar Korban Akibat Demonstrasi di Akhir Agustus 2025: 10 Orang Meninggal, Ribuan Luka dan Ditangkap
Menurut Teguh, pihak bank seharusnya menjelaskan langsung alasan rekening tersebut diblokir. Bukan malah meminta pemilik rekening yang mengurusnya.
“Harusnya dari bank yang menjelaskan. Masa kami yang diblokir ini yang disuruh urus. Kan bukan kami yang blokir?” ujarnya.
Teguh juga mengaku mendapat informasi dari media sosial soal adanya pihak tertentu yang meminta rekening tersebut diblokir. Ia pun mempertanyakan dasar permintaan itu.
“Harusnya yang minta blokir itu membuktikan, itu pelanggaran atau enggak. Kesalahannya apa? Bank juga harusnya bertanggung jawab,” katanya.
Rekening atas nama Supriyono tersebut diketahui diblokir pada Jumat (21/8/2026). Saat itu, 10 warga Pati, termasuk Supriyono dan Teguh, sudah berada di Jakarta.
Di dalam rekening itu terdapat sekitar Rp80 juta. Uang tersebut merupakan donasi warga untuk mendukung aksi 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI.
Aksi tersebut membawa dua tuntutan. Yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor.
Teguh menilai pemblokiran rekening cukup mengganggu persiapan aksi. Meski begitu, rencana keberangkatan massa dari Pati tetap berjalan.
“Sangat mengganggu. Tolong carikan keadilan supaya tetap bisa dipakai,” ujarnya.
Sembari menunggu rekening tersebut dipulihkan, AMPB juga sudah menginformasikan rekening lain melalui Facebook yang bisa digunakan warga untuk menyalurkan donasi.
Teguh mengatakan massa dari Pati dijadwalkan mulai berdatangan ke Jakarta pada 26 Agustus 2026. Sementara warga yang sudah tiba lebih dulu memilih beristirahat di rumah aman.
Selain warga Pati, sejumlah kelompok masyarakat lain juga disebut bakal ikut bergabung dalam aksi tersebut.
Permintaan aparat
Bank Mandiri akhirnya memberikan jawaban mengenai pemblokiran warga Pati atas nama Supriyono. Bank Mandiri menyampaikan permintaan maaf terkait pemblokiran rekening tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar di publik, rekening yang dimiliki oleh Supriyono diblokir pada Jumat (21/8/2026). Bank Mandiri melalui kolom komentar akun Instagram resminya yang diakses pada Minggu (23/8/2026) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah.
Bank Mandiri menyatakan pemblokiran rekening tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah mengikuti prosedur serta ketentuan yang berlaku.
“Dapat kami sampaikan, Bank Mandiri memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada nasabah terkait pemblokiran rekening. Pemblokiran tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan telah dilakukan sesuai prosedur serta ketentuan yang berlaku,” tulis Bank Mandiri dalam keterangannya melalui Instagram. (*)

