Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Adzan Maghrib Belum Kedengeran, Buka Puasanya Nunggu Apa?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Adzan Maghrib Belum Kedengeran, Buka Puasanya Nunggu Apa?

Buya Yahya menjawab pertanyaan jamaah yang kesulitan dengar adzan karena minim masjid di sekitarnya. Pertanyaannya simpel: sah nggak kalau buka cuma lihat jadwal imsakiyah?

Nugroho P.
Last updated: Februari 19, 2026 8:44 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah
SHARE
BACAAJA, SEMARANG – Bulan Ramadhan selalu identik dengan satu momen yang ditunggu-tunggu: detik-detik berbuka. Tapi kadang muncul pertanyaan receh tapi bikin kepikiran, sebenarnya harus nunggu adzan dulu atau cukup lihat jadwal di HP?

Nggak semua orang tinggal dekat masjid. Ada yang di kantor kedap suara, di perjalanan, atau di daerah yang adzannya nggak terlalu terdengar.

Nah, soal ini pernah dijelaskan gamblang oleh Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab disapa Buya Yahya. Pengasuh LPD Al-Bahjah ini menekankan satu hal penting: berbuka itu harus berdasarkan keyakinan kuat bahwa maghrib sudah masuk.

Jadi bukan sekadar feeling. Bukan juga kira-kira, “Kayaknya sudah ya?”

Dalam salah satu pengajian yang tayang di kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjawab pertanyaan jamaah yang kesulitan dengar adzan karena minim masjid di sekitarnya. Pertanyaannya simpel: sah nggak kalau buka cuma lihat jadwal imsakiyah?

Jawabannya: sah, selama ada dasar yang bisa dipercaya. Intinya bukan pada suara adzannya, tapi pada kepastian waktunya.

Menurutnya, tanda masuk maghrib bisa diketahui dengan banyak cara. Bisa dengar adzan, dengar bedug, lihat jam yang sinkron dengan jadwal resmi, atau cek aplikasi waktu sholat yang valid.

Yang nggak boleh itu buka cuma karena langit sudah agak gelap lalu menebak-nebak sendiri. Ibadah itu butuh dasar, bukan spekulasi.

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman:

ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ
Summa atimmus-siyāma ilal-lail.
“Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Ayat ini menegaskan bahwa batas puasa adalah datangnya malam, yang secara syariat ditandai dengan terbenamnya matahari. Jadi yang jadi patokan adalah masuknya waktu, bukan semata-mata suara adzan.

Di zaman sekarang, teknologi justru memudahkan. Jadwal imsakiyah disusun berdasarkan hitungan astronomi yang akurat, bukan asal tebak.

Kalau jadwal itu berasal dari sumber terpercaya, maka boleh dijadikan pegangan. Bahkan notifikasi aplikasi sholat pun bisa jadi pengingat yang sah.

Tentu saja, kalau bisa dengar adzan langsung dari masjid, itu lebih utama. Selain jadi tanda waktu, adzan juga mengingatkan untuk segera sholat maghrib.

Tapi kalau situasinya nggak memungkinkan, Islam nggak bikin ribet. Nggak harus maksa cari suara adzan dulu baru boleh minum.

Buya Yahya mengingatkan, yang penting adalah adanya dugaan kuat atau keyakinan bahwa maghrib benar-benar sudah tiba. Kalau sudah yakin, jangan ditunda-tunda.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

‘An Sahl bin Sa‘d, anna rasûlallâh ṣallallâhu ‘alaihi wasallam qâl: lâ yazâlun-nâsu bikhairin mâ ‘ajjalul-fithr.

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa menyegerakan berbuka itu justru dianjurkan. Jadi kalau sudah yakin waktunya masuk, nggak perlu ragu lagi.

Kadang orang justru terlalu hati-hati sampai akhirnya menunda berbuka tanpa alasan jelas. Padahal prinsipnya sederhana: yakin dulu, lalu segera berbuka.

Intinya, dengar adzan itu bagus. Tapi bukan satu-satunya cara memastikan maghrib.

Lihat jadwal imsakiyah di HP? Boleh. Pakai aplikasi waktu sholat? Sah. Selama sumbernya jelas dan akurat.

Dengan pemahaman seperti ini, ibadah jadi lebih tenang. Nggak panik, nggak waswas, dan nggak saling menyalahkan.

Karena yang dicari bukan dramanya, tapi ketepatan waktunya. Kalau maghrib sudah masuk, ya sudah, minum dulu, lalu lanjut sholat dengan hati yang lega. (*)

You Might Also Like

Pemprov Dorong Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Jateng

Simak Jadwal Festival Balon Udara di Wonosobo dan Pekalongan

FOTO-FOTO Ngerinya Kecelakaan Truk di Silayur Semarang, Bikin Macet Parah

Wacana Pilkada lewat DPRD Diprotes Keras, tapi Partai Macam Gerindra Bodo Amat, Mengapa?

Suspek Campak di Jateng Tembus 2.000 Kasus

TAGGED:adzanADZAN MAHRIBbuya yahyaceramah buya yahyapuasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Buka Puasa Nggak Harus Kurma, Santai Aja, Kata Gus Baha Ini juga Bisa
Next Article Pasar Sora SKK Vol.2 resmi dibuka di Gedung Wanita Sasana Krida Kusuma, Kamis (19/2/2026). Ini jadi tempat berburu takjil paling hype di Solo. Pasar Sora SKK Vol.2 Resmi Dibuka, Spot Ngabuburit & Berburu Takjil Paling Hype di Solo!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi judi online (judol).

Uang Rumah Sakit Raib Diam-Diam, Pegawai Boyolali Main Judi Online

Alfamart Ditutup Mendadak, Karyawan Lombok Tengah Mulai Panik Nasib

Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam.

Kondisi Mata Andrie Sangat Serius, Sidang Air Keras Mencekam

Menteri HAM, Natalius Pigai.

Pigai Sudah Nonton Pesta Babi, Tapi Pilih Tetap Diam

Rupiah Sempat Nyaris Tumbang, BJ Habibie Putar Arah Ekonomi Nasional

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gubernur Luthfi ngajak mahasiswa buat ikutan program “sehari bersama gubernur” yang dia umumkan di acara Dinus Inside 2025 di Udinus, Semarang. Tujuannya biar mahasiswa bisa terlibat langsung dalam kegiatan pemerintahan, ngasih kritik yang membangun, dan nggak cuma aksi di jalan.. Foto: dok.
DaerahPendidikan

Gubernur Luthfi Ajak Mahasiswa “Ngintil Sehari” Jadi Kepala Daerah, Biar Nggak Cuma Demo Doang!

September 8, 2025
Info

Gotong Royong Urus Rumah, Jateng Luncurkan “Ngopeni Omah”

Februari 16, 2026
Daerah

THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu di Jateng Cair 13 Maret

Maret 10, 2026
Kapolri Listyo Sigit Prabowo memluk keluarga ojol yang tewas dilindas kendaraan Brimob, di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Nasional

Kata Kapolri kepada Keluarga Ojol Tewas Dilindas Brimob: Bapak yang Sabar Ya

Agustus 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Adzan Maghrib Belum Kedengeran, Buka Puasanya Nunggu Apa?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?