Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menteri Pigai Sebut Penolak MBG & Kopdes Anti-HAM, Singgung ‘Orang Jahat’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Menteri Pigai Sebut Penolak MBG & Kopdes Anti-HAM, Singgung ‘Orang Jahat’

R. Izra
Last updated: Februari 22, 2026 5:22 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Menteri HAM, Natalius Pigai.
Menteri HAM, Natalius Pigai.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Menteri HAM, Natalius Pigai, lagi-lagi bikin statement yang langsung rame di timeline. Intinya tegas: siapa pun yang mau meniadakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, sampai Koperasi Merah Putih, menurut dia, berarti menentang HAM.

“Dalam konteks HAM, pemerintah melakukan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, kampung nelayan, swasembada pangan, itu sejalan dengan HAM,” kata Pigai di Gedung Kementerian HAM, Jumat (20/2/2026).

Lalu dia lanjut dengan nada yang nggak main-main: orang yang mau menghapus program-program itu = orang yang menentang HAM.

Bacaaja: Kritik MBG Disuarakan, Teror Datang Bertubi-tubi
Bacaaja: MBG Bikin Sampah Kian Menumpuk, Pemprov Jateng Akui Banyak Makanan Terbuang Sia-sia

Pigai menegaskan, kritik untuk perbaikan layanan sah-sah aja. Tapi kalau arahnya menghapus program yang menyangkut hak dasar masyarakat? Menurut dia, itu nggak bisa dibenarkan.

Bahkan, dia menyebut kalau program-program tersebut selaras dengan agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk dorongan UNICEF soal pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak.

Jadi menurut Pigai, menolak program seperti MBG bukan cuma soal beda pendapat kebijakan, tapi juga dianggap bertentangan dengan komitmen HAM dan agenda global.

Singgung pemilu dan ‘orang jahat’

Pigai juga menyinggung soal pihak yang mengaitkan program-program itu dengan kepentingan Pemilu. Menurutnya, kalau program untuk rakyat kecil dipolitisasi atau diarahkan ke kontestasi politik, itu sama saja tidak berpihak pada wong cilik.

“Menentang orang kecil. Orang jahat. Tidak punya nurani,” ucapnya.

Program-program tersebut dijalankan di era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang disebut Pigai sebagai bagian dari amanat rakyat sekaligus selaras dengan komitmen internasional.

Pernyataan Pigai ini muncul saat ia menanggapi pertanyaan soal teror terhadap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Adrianto.

Sebelumnya, BEM UGM sempat menggelar aksi simbolik mengkritik MBG. Mereka menghadirkan seekor sapi dengan kepala ditempeli foto Presiden Prabowo sebagai bentuk satire. Kritik mereka antara lain soal dugaan kasus keracunan dan kekhawatiran dampak anggaran pendidikan.

Belakangan, Tiyo mengaku mengalami serangkaian teror: ancaman, penguntitan, pemotretan oleh pihak tak dikenal, bahkan pesan ancaman penculikan dari nomor asing. Ibunya juga mendapat pesan tudingan penggelapan uang.

Isu ini pun bikin diskusi makin panas: di satu sisi pemerintah menyebut programnya pro-HAM dan pro-rakyat kecil. Di sisi lain, mahasiswa yang mengkritik justru mengaku mengalami intimidasi.

Bikin arena debat makin meruncing

Narasi “menolak MBG = anti-HAM” jelas bukan pernyataan ringan. Di ruang publik, ini langsung memicu perdebatan:

Apakah menolak atau mengkritik kebijakan otomatis berarti melawan HAM?
Atau justru kritik adalah bagian dari hak sipil yang juga dilindungi HAM?

Yang pasti, polemik MBG dan Kopdes Merah Putih sekarang bukan cuma soal program sosial. Ini sudah naik level jadi debat besar soal tafsir HAM, ruang kritik, dan batas antara oposisi kebijakan dan “anti-rakyat”.

Timeline masih panas. Dan sepertinya, ini belum akan selesai dalam waktu dekat. (*)

You Might Also Like

Pasar Raya Jateng 2026 Dibuka, 12 Hari Surakarta Disulap Jadi Panggung Seni

Mencuat! Dosen UIN Walisongo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Geram

Book Fair Perpusda Jateng Diserbu Mahasiswa, Buku Murah Jadi Rebutan

Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI

Hari Raya Imlek: Narapidana Nusakambangan Terbanyak Penerima Remisi

TAGGED:anti-hamheadlinekopdes merah putihMBGmenteri HAMnatalius pigai
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi sertifikat halal. Barang AS Bebas Masuk-Produk UMKM ‘Dikejar’ Sertifikasi Halal, Apa Kata MUI?
Next Article Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PEMBACAAN PUTUSAN - Suasana sidang pengucapan putusan sengketa Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres, di Ruang Sidang MK, Jakarta, Selasa (6/1/2026).

MK Nyatakan Tak Ada Bukti Gibran Punya Ijazah tapi Gak Bisa Memakzulkan, Kenapa?

Redam Debu Sisa Kebakaran, Jalan Sekitar Jatibarang Disiram

SERU - Ilustrasi nonton bareng (nobar) partai final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam

Gila! Parkir Motor Nobar di Gubernuran Digetok Rp10.000, Pemprov Jateng Angkat Bicara

MBG Prasmanan Diuji, Siswa Bisa Nambah Sesuai Selera

DIGIRING PETUGAS: Seorang dosen, Mei Sulistyoningsih (kerudung putih), digirimg petugas dari ruang tahanan PN Semarang ke mobil tahanan, Selasa (6/10/2026). (bae)

Dosen Semarang Diadili dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BAZAR DURIAN - Pembeli yang memadati lokasi Bazar sedang memilih durian untuk di beli. Kamis (6/8/2026). (dul)
Info

Berburu Durian Murah-Berkualitas? Bazar Keliling di Ngaliyan Ini Kasih Garansi Seumur Hidup

Agustus 8, 2026
Daerah

Pompa Baru, Harapan Baru: Semarang Gaspol Lawan Banjir!

November 12, 2025
Tumbuh

IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan

September 29, 2026
Tim Sar Sidoarjo sedang mengevakuasi reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur yang ambruk. dari 42 ribu pesantren se_indonesia, hanya 51 pesantren yang bangunannya memiliki ijin atau legal. Foto: dok/PemkabSidoarjo
Nasional

Setelah Tragedi Ponpes Al-Khoziny, Istana Kaji Rencana APBN untuk Bangun Pesantren 

Oktober 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menteri Pigai Sebut Penolak MBG & Kopdes Anti-HAM, Singgung ‘Orang Jahat’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?