Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa

Ucapan itu muncul setelah ramai kabar pemerintah bakal menyetop ekspansi ritel modern seiring jalan barengnya program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Ferry bilang, jangan salah paham dulu. Bukan setop, tapi ditata.

Nugroho P.
Last updated: Februari 22, 2026 8:24 am
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah lagi nggak mau pasang rem mendadak buat ritel modern. Tapi juga nggak mau desa berubah jadi lautan minimarket. Di titik inilah Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, angkat suara dengan nada yang cukup tegas tapi santai.

Menurut Ferry, ekspansi jaringan seperti Alfamart dan Indomaret bukan mau dihentikan total. Cuma perlu diatur ulang, terutama kalau sudah menyentuh wilayah desa. Soalnya desa itu bukan pasar kosong yang bisa diisi seenaknya.

“Iya sebaiknya desa jangan Alfamart dan Indomaret karena sudah ada Kopdes, karena biar uang itu berputar di desa tidak ke pemilik saham yang di Jakarta,” kata Ferry di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Ucapan itu muncul setelah ramai kabar pemerintah bakal menyetop ekspansi ritel modern seiring jalan barengnya program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Ferry bilang, jangan salah paham dulu. Bukan setop, tapi ditata.

Ia juga menyebut banyak kepala daerah mulai mikir ulang soal izin ritel modern. Bahkan ada yang berencana moratorium aturan biar keberadaan minimarket lebih terkontrol. “Perlu dievaluasi keberadaan ritel modern yang ada dengan perizinannya,” ujarnya.

Buat Ferry, desa itu punya ekosistem sendiri. Sudah ada Kopdes Merah Putih yang digadang-gadang jadi penggerak ekonomi warga. Kalau minimarket besar masuk tanpa aturan, uang desa bisa langsung “terbang” ke kota.

Makanya pemerintah lagi ngebut memperkuat Kopdes Merah Putih. Targetnya nggak main-main, tumbuh sampai puluhan ribu unit di berbagai daerah. Bukan cuma papan nama, tapi benar-benar aktif dan produktif.

Kehadiran koperasi ini juga diproyeksikan jadi ruang mainnya anak muda. Milenial dan Gen Z di desa diharapkan nggak cuma jadi penonton, tapi ikut kelola usaha. Dari distribusi barang sampai pemasaran produk lokal.

UMKM pun bakal dapat panggung lebih luas. Produk-produk rumahan bisa dipasarkan lewat koperasi, tanpa harus bersaing langsung dengan sistem ritel besar yang modalnya jauh lebih kuat. Jadi, perputaran uang tetap muter di kampung sendiri.

Menariknya, Ferry juga nggak mau koperasi jalan sendirian. Kopdes Merah Putih tetap bisa kerja bareng warung tradisional, termasuk warung Madura dan ritel digital. Kolaborasi, bukan kompetisi brutal.

“Pilihan saya sebagai Menteri Koperasi yang menjalankan fungsi sebagai aparatur ideologis Presiden adalah masyarakat harus menjadi pelaku ekonomi dengan koperasi sebagai badan usahanya. Ada tantangannya pasti, tapi kami optimistis,” ucapnya.

Di tengah gempuran ritel modern, pesan Ferry simpel: desa jangan cuma jadi pasar. Desa harus jadi pemain. Kalau koperasi kuat, warga punya kontrol lebih besar atas ekonominya sendiri.

Jadi, ini bukan soal anti-minimarket. Ini soal keseimbangan. Supaya desa tetap hidup dengan denyut ekonominya sendiri, bukan cuma jadi cabang dari pusat bisnis di ibu kota. (*)

You Might Also Like

KKP Kebanjiran Anggaran Rp13 T! DPR Komisi IV Dukung Penuh Ekonomi Biru untuk Ketahanan Pangan 2026

Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan

Gaji Baru Masih Diolah, Sabar Dulu Ya!

123 Ton Bawang Gelap Nyelonong ke Semarang

BGN Kembalikan Rp 70 Triliun Dana MBG, DPR dan Menkeu Beri Tanggapan Berbeda

TAGGED:alfamartindomartkoperasimenteri koperasimerah putih
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Menteri HAM, Natalius Pigai. Menteri Pigai Sebut Penolak MBG & Kopdes Anti-HAM, Singgung ‘Orang Jahat’
Next Article Gas Mudik Gratis Jakarta 2026, Ini Klik Linknya!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Getah Karet Bawa Petaka, Bikin Kakek Mujiran Masuk Penjara 

Orang Berkurban Apa Boleh Makan Daging Kurbannya Sendiri?

Bikini Dulu Bikin Geger, Kini Malah Jadi Fashion Pantai Dunia

Sakit Kepala Gak Selalu Sepele, Otak Kadang Kasih Kode Pelan

Widodo Datang, Rumor Transfer Langsung Ngebul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

MATA UANG - Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar AS.
Ekonomi

Terpuruk! Rupiah Semakin ‘Sujud’ di Kaki Dolar AS, Tembus Rp17.727 per USD

Mei 19, 2026
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026). (Kemenko Perekonomian)
Ekonomi

Prabowo-Trump Sepakat: Indonesia Kena Tarif 19 Persen, Produk AS Bebas Bea Masuk RI

Februari 20, 2026
Ilustrasi rekening bank.
Ekonomi

Gila! Rekening Karyawan Berisi Rp12 Triliun, Diduga Hasil Penjualan Tekstil Ilegal

Januari 31, 2026
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Sirkular

Karpet Merah Prabowo untuk Prancis, Investasi Listrik Tenaga Nuklir di Indonesia

Juli 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?