Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jokowi Angkat Bicara, Ritual Kerbau Lampung Diminta Tak Dipolitisasi Lagi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Jokowi Angkat Bicara, Ritual Kerbau Lampung Diminta Tak Dipolitisasi Lagi

Nugroho P.
Last updated: Juli 8, 2026 9:29 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
residen ke-7 RI Joko Widodo akhirnya memberikan penjelasan terkait prosesi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat di Lampung.
SHARE

BACAAJA, SOLO – Presiden ke-7 RI Joko Widodo akhirnya memberikan penjelasan terkait prosesi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat di Lampung. Menurutnya, rangkaian acara tersebut murni merupakan bagian dari tradisi budaya, bukan memiliki muatan politik.

Penjelasan itu disampaikan setelah potongan video prosesi tersebut ramai beredar di media sosial. Muncul berbagai spekulasi yang mengaitkan ritual adat tersebut dengan kepentingan politik tertentu.

Jokowi menegaskan prosesi yang dijalaninya merupakan bagian dari penghormatan masyarakat adat Lampung. Karena itu, ia meminta publik tidak menarik makna budaya ke dalam perdebatan politik.

Menurutnya, pemberian gelar kehormatan tersebut adalah bentuk penghargaan dari Kedatun Keagungan Lampung. Ia mengaku menerima prosesi itu dengan penuh rasa hormat sebagai tamu yang mendapatkan penghormatan adat.

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Setiap daerah memiliki tradisi sendiri yang sudah diwariskan secara turun-temurun dan patut dihargai.

Ia berharap masyarakat melihat prosesi tersebut dari sudut pandang budaya. Baginya, tidak semua simbol atau ritual adat harus dikaitkan dengan kepentingan politik.

Mantan Presiden itu juga mengingatkan pentingnya menjaga adat istiadat sebagai bagian dari identitas bangsa. Kearifan lokal, menurutnya, menjadi warisan yang harus terus dilestarikan.

Jokowi kembali menegaskan bahwa prosesi menginjak kepala kerbau merupakan ritual adat yang memang sudah lama dijalankan masyarakat Lampung. Tidak ada maksud lain di balik pelaksanaannya.

Sorotan publik muncul setelah momen tersebut terekam saat Jokowi menerima gelar kehormatan adat Baginda Pemuka Bangsa di Kedatun Keagungan Lampung, Bandar Lampung, pada 27 Juni 2026.

Prosesi itu kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Sebagian warganet bahkan mengaitkannya dengan simbol-simbol politik yang sedang berkembang.

Tokoh adat Lampung Pepadun, Suttan Seghayo Dipuncak Nur Mawardi Harirama, sebelumnya juga telah memberikan penjelasan mengenai makna ritual tersebut. Ia menegaskan seluruh prosesi merupakan bagian dari tradisi Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi.

Menurut Mawardi, penyembelihan kerbau memiliki makna penting dalam budaya masyarakat Pepadun. Hewan tersebut menjadi simbol kedudukan sosial sekaligus bagian dari berbagai upacara adat yang telah berlangsung sejak lama.

Ia menjelaskan, peletakan ujung kaki di atas kepala kerbau bukanlah bentuk penghinaan terhadap hewan. Prosesi itu justru melambangkan kemampuan seseorang mengendalikan hawa nafsu dan sifat buruk dalam dirinya.

Karena memiliki makna filosofis, ritual tersebut hanya bisa dipahami secara utuh jika melihat keseluruhan rangkaian adat. Menafsirkan satu bagian saja dinilai dapat memunculkan kesalahpahaman.

Selain prosesi kerbau, warna merah yang mendominasi lokasi acara juga sempat menjadi bahan perbincangan. Sebagian pihak menganggap warna tersebut memiliki pesan politik tertentu.

Namun, Mawardi membantah anggapan tersebut. Ia menjelaskan karpet merah sudah lama menjadi bagian dari tata ruang Kedatun Keagungan Lampung dan digunakan di berbagai area kompleks adat.

Mulai dari tangga, jalur menuju museum, hingga ruangan lainnya memang menggunakan karpet berwarna merah. Karena itu, penggunaan warna tersebut sama sekali tidak ditujukan untuk merepresentasikan kelompok politik mana pun.

Ia berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar. Menurutnya, seluruh rangkaian pemberian gelar kepada Jokowi bertujuan melestarikan budaya Lampung sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat luas.

Melalui penjelasan tersebut, baik Jokowi maupun tokoh adat Lampung sama-sama mengajak publik melihat prosesi itu sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara. Tradisi yang telah dijaga turun-temurun diharapkan tetap dihormati tanpa dibebani tafsir politik yang justru mengaburkan makna aslinya. (*)

You Might Also Like

Soal Pengelolaan Kota Lama: “Si Doel” Belajar ke Semarang

2 TNI dan 9 Warga Sipil Tewas Saat Pemusnahan Amunisi Kedaluwarsa

Sah! Prabowo Tetapkan Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

Infrastruktur Jadi Prioritas, Pemprov dan DPRD Jateng Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

Kutuk Serangan ke Iran, MUI Desak Pemerintah Pertimbangkan Mundur dari BoP

TAGGED:jokowikepala kerbau
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jago Bobol Celah NASA, Siswa Pinrang Bikin Daerah Ikut Bangga
Next Article Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

AMANKAN WNA: Petugas Imigrasi mengamankan warga negara Ghana berinisial GKF (berrompi oranye) karena melanggar aturan keimigrasian. (ist)

Tak Kuat Beli Tiket Pulang, WNA Pemain Tarkam Bayaran Ditahan di Rudenim

Politik Uang Kini Tak Perlu Amplop, NHS Wanti-wanti Bahaya Transaksi Digital

70 Pelajar Naik Ring, Tinju Semarang Cari Bibit Baru

PEMBACAAN PUTUSAN - Suasana sidang pengucapan putusan sengketa Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres, di Ruang Sidang MK, Jakarta, Selasa (6/1/2026).

MK Nyatakan Tak Ada Bukti Gibran Punya Ijazah tapi Gak Bisa Memakzulkan, Kenapa?

Redam Debu Sisa Kebakaran, Jalan Sekitar Jatibarang Disiram

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Megawati Soekarnoputri kembali tunjuk Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris jendral PDI Perjuangan periode 2025-2030. Keputusan yang membuat kaget kader dan juga pengurus DPP sendiri.
Politik

Megawati Main Kartu Uno, Hasto Balik Jadi Sekjen

Agustus 15, 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi (kanan) berbincang dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, di warung sate Pak Joko' Pasar Klewer, Solo, Jumat (16/12026).
Daerah

Bareng Dua ‘Raja Kembar’ Kasunanan, Respati Dampingi Wapres Gibran Keliling Solo

Januari 16, 2026
Daerah

Dana BOP RT di Semarang Sisa, PKS Sentil Ribetnya Administrasi

Januari 10, 2026
Politik

PDIP Haramkan Korupsi, Kader Bandel Langsung Out

Januari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jokowi Angkat Bicara, Ritual Kerbau Lampung Diminta Tak Dipolitisasi Lagi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?