Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Separuh Kota Semarang Sudah CKG, Sisanya Jangan Ngumpet
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Separuh Kota Semarang Sudah CKG, Sisanya Jangan Ngumpet

Kalau kesehatan bisa dicek gratis, kenapa ditunda? Kota Semarang punya kabar lumayan bikin lega: ratusan ribu warganya sudah “discan” kesehatannya sepanjang 2025. Tapi ya gitu, masih ada yang pura-pura sibuk dan belum ikut antre.

T. Budianto
Last updated: Januari 9, 2026 7:16 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
CEK KESEHATAN SISWA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menghadiri kegiatan Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar di SMP Negeri 26 Semarangakhir Juli lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAAJA, SEMARANG- Sebanyak 740 ribu warga Kota Semarang tercatat sudah ikut Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) selama 2025. Angka itu setara 42 persen dari total penduduk, sekaligus bikin target pemerintah pusat yang cuma 30 persen terlampaui tanpa drama.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam, bilang capaian ini jadi modal awal yang cukup oke. “Yang sudah kami skrining sekitar 42 persen atau kurang lebih 740 ribu orang,” katanya, Jumat, (9/1/2026). Tapi jangan keburu puas. Tahun 2026 targetnya naik kelas: 80 persen warga harus ikut CKG.

Baca juga: Semarang Ngebut Mau Bebas TBC 2028, Layanan Kesehatan Canggih Udah Nongol di Puskesmas

Artinya, PR masih numpuk, terutama di kelompok lansia, bayi, ibu hamil, sampai calon pengantin yang cakupannya masih di bawah harapan. “Lansia baru 20 persen, bayi juga belum maksimal, ibu hamil dan calon pengantin juga belum sesuai target,” ujar Hakam. Yang lumayan ngebut justru anak sekolah dan penduduk dewasa, dua kategori yang sukses melampaui angka 30 persen.

Karena masih banyak yang bolong, Dinkes mulai pasang strategi dari sekarang. Salah satunya, ngajak warga yang sudah cek kesehatan tahun lalu buat balik lagi tahun ini. Soalnya, CKG ini program tahunan, ganti tahun, ganti jadwal cek. “Yang kemarin sudah skrining, di 2026 ini wajib ikut lagi,” katanya.

Perlu Sosialisasi

Tahun ini, target CKG di Kota Semarang dipatok di angka 1,5 juta orang dari total sekitar 1,7 juta penduduk. Angka yang diakui Hakam nggak gampang dikejar, apalagi tahun lalu saja masih kejar-kejaran dan sosialisasi belum terlalu luas.

Meski begitu, ia optimistis masyarakat sekarang makin paham pentingnya skrining kesehatan. Apalagi, hasil CKG 2025 menunjukkan satu alarm yang lumayan nyaring: obesitas.

Baca juga: Kader Posyandu Jadi Pahlawan Kesehatan, Pemkot Semarang Luncurkan Program “Lincah”

“Angkanya hampir 30 persen, baik anak-anak maupun dewasa,” katanya. Kalau nggak segera diintervensi, obesitas ini bisa jadi tiket cepat ke prediabetes, diabetes, sampai penyakit berat seperti stroke dan gagal ginjal dalam 5-10 tahun ke depan.

Jadi, sebelum tubuh berubah jadi “laporan medis berjalan”, mungkin sudah waktunya berhenti bilang “nanti aja” dan mulai bilang, “cek sekarang aja, gratis pula.” (tebe)

You Might Also Like

Polisi Belum Bisa Simpulkan Kasus Tewasnya Dosen Untag

Dari Balik Jeruji ke Balik Kompor: Lapas Semarang Siap Masak MBG

Pengamat: Luthfi Nggak Perlu Masuk Gorong-Gorong, Cukup Perkuat Komunikasi

Rumah Ono Surono Disisir KPK, Kasus Ijon Bekasi Makin Panas

Fadia Ngaku Bareng Gubernur Saat OTT, Eh Luthfi Bilang: “Lho, Info dari Mana?”

TAGGED:ckgdinkes semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Energi Bersih Listrik RI Tembus Target
Next Article Lawan Rob, Pelindo Siapkan Puluhan Pompa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto
Info

Prabowo Heran, Rakyat Indonesia Bahagia Padahal Hidup Sangat-sangat Sederhana

Januari 6, 2026
Daerah

Pemerintah Dorong Keraton Solo “Naik Level”

Maret 29, 2026
Hukum

TPPU Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Keseret Kasus Pencucian Uang Rp20 Miliar

Desember 24, 2025
Daerah

Kades Curhat ke Luthfi: Dari Bankeu Sampai Puskesmas Dibahas

Februari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Separuh Kota Semarang Sudah CKG, Sisanya Jangan Ngumpet
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?