Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kades Curhat ke Luthfi: Dari Bankeu Sampai Puskesmas Dibahas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Kades Curhat ke Luthfi: Dari Bankeu Sampai Puskesmas Dibahas

Kalau kepala desa sudah rame-rame datang ke kantor gubernur, biasanya bukan soal kecil. Mulai dari dana desa yang makin tipis, koperasi desa yang masih bingung regulasi, sampai puskesmas yang tiba-tiba pindah lokasi, semuanya dibawa langsung ke meja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

T. Budianto
Last updated: Februari 8, 2026 12:04 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
AUDIENSI KADES: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama sejumlah kades di Kabupaten Banyumas yang tergabung dalam Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas, Kamis, (5/2/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas mendatangi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyampaikan berbagai aspirasi desa. Audiensi yang digelar Kamis (5/2/2026) itu membahas sejumlah isu krusial yang dirasakan langsung di lapangan.

Ketua Umum Satria Praja Banyumas, Saifuddin menyebut, persoalan utama yang disampaikan adalah pemerataan Bantuan Keuangan (Bankeu) dan Bantuan Gubernur. Apalagi, kondisi dana desa saat ini disebut mengalami penurunan cukup tajam dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Pemprov Bekali Kades Biar Nggak Nyemplung Korupsi

“Sekarang dana desa bisa dibilang terjun bebas. Mau tidak mau daerah harus putar otak buat tetap bangun desa. Bantuan gubernur ini jadi penting, minimal bisa merata ke semua desa,” ujar Saifuddin.

Masalah berikutnya menyangkut Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di atas kertas, program ini dinilai sangat bagus untuk menggerakkan ekonomi desa. Tapi praktiknya, banyak desa masih tersandung persoalan teknis—mulai dari status tanah, urugan lahan, sampai kewajiban punya gedung.

“Tidak semua desa punya tanah kas. Ada desa terpencil, penduduknya sedikit, tapi KDMP harus punya gedung. Ini yang bikin bingung,” ucapnya.

Kepastian Regulasi

Para kepala desa juga berharap ada kepastian regulasi, pelatihan, dan pendampingan. Tujuannya satu: jangan sampai program bagus malah jadi jebakan hukum buat kades.

Aspirasi ketiga yang tak kalah pelik adalah soal relokasi Puskesmas Cilongok II. Sebelumnya, sudah ada penetapan relokasi ke Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok. Namun belakangan, muncul keputusan baru dari Bupati yang memindahkan lokasi ke tempat lain.

Menanggapi semua itu, Gubernur Ahmad Luthfi tak menunggu lama. Ia langsung menginstruksikan dinas-dinas terkait di tingkat provinsi untuk berkoordinasi dengan Pemkab Banyumas.

Soal Bankeu dan bantuan gubernur, Luthfi meminta agar desa-desa yang belum mendapatkan bantuan bisa diusulkan pada anggaran perubahan. Ia menegaskan tidak ingin perjuangan kepala desa terhambat hanya karena persoalan administrasi.

“Untuk bantuan gubernur, tolong diupayakan semua desa bisa terakomodir,” tegas Luthfi kepada Kepala Dispermasdesdukcapil Jateng, Nadi Santoso. Terkait KDMP, Luthfi bahkan langsung memanggil Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Eddy Sulistyo Bramiyanto, untuk memberi penjelasan detail kepada perwakilan paguyuban kades.

Baca juga: 327 Desa di Jateng Pilih Jalan Antikorupsi

Data Dinas Koperasi dan UMKM Jateng mencatat, dari 8.523 KDMP yang sudah berbadan hukum, sebanyak 6.230 atau sekitar 74 persen sudah operasional. Total anggotanya mencapai sekitar 200 ribu orang, dengan modal terkumpul Rp34,1 miliar. Sekitar 17 ribu pengurus KDMP juga sudah mendapat pelatihan secara berkala.

“KDMP ini program nasional, jangan sampai malah jadi ‘elek-elekan’. Makanya pendampingan itu penting. Kalau soal lahan, bisa digabung dan disesuaikan dengan kemampuan desa,” kata Luthfi.

Sementara untuk relokasi Puskesmas Cilongok II, Gubernur juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah segera berkoordinasi dengan Dinkes Banyumas, khususnya untuk menjelaskan dasar pemindahan lokasi relokasi tersebut.

Dana desa menipis, koperasi harus punya gedung, puskesmas pindah-pindah lokasi. Untungnya, kali ini curhat kades nggak cuma jadi notulen rapat, langsung dijawab dengan telepon dinas. Tinggal satu yang ditunggu: eksekusinya jangan kalah cepat dari rapatnya. (tebe)

You Might Also Like

Gak Hanya Ngerampok, Agus Diduga Sudah Rencanakan Pembunuhan Juragan Sate Boyolali

Puluhan Ribu Arsip Kuno Jateng Alih ke Digital

Bencana Lereng Gunung Slamet Bikin Aliran Sungai Baru di Purbalingga, Alam Sedang Murka?

Wagub Jihan Minta Orang Tua Melek Digital

Pemkot Klaim Anak Muda Semarang Mulai Lirik Budaya Lokal di Tengah Gempuran K-Pop, Benarkah?

TAGGED:ahmad luthfiheadlinekadespemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo Respati Ardi melayat ke rumah duka Wakil Bupati Klaten di Delanggu, Sabtu (7/2/2026). Takziah ke Rumah Duka Wabup Klaten, Respati: Kita Kehilangan Sosok Pemimpin Muda
Next Article PSIS Tambah Pemain Baru di Ujung Bursa

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi rekening bank.
Unik

Sindikat ‘Satgas Perampasan Aset’ Bobol Rekening Dorman Rp 204 Miliar

September 25, 2025
Sepak Bola

Free Kick Rizky Pora Jadi Mimpi Buruk

Desember 28, 2025
Wali Kota Solo Respati Ardi.
Daerah

100 Persen Kelurahan di Solo Sudah Bentuk Koperasi Merah Putih, Jadi yang Pertama di Jateng

Juni 19, 2025
Daerah

Pansus Hak Angket DPRD Pati Gandeng Pakar Hukum, Siap “Kupas” Kebijakan Bupati

Agustus 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kades Curhat ke Luthfi: Dari Bankeu Sampai Puskesmas Dibahas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?