Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 327 Desa di Jateng Pilih Jalan Antikorupsi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

327 Desa di Jateng Pilih Jalan Antikorupsi

Upaya membangun tata kelola desa yang bersih di Jawa Tengah terus berjalan. Hingga awal 2026, tercatat sudah 327 desa ditetapkan sebagai desa antikorupsi.

T. Budianto
Last updated: Januari 15, 2026 8:56 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
JADI PEMBICARA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menjadi narasumber Lokakarya Desa/Kelurahan Berprestasi dalam rangkaian Hari Desa Nasional di Pendopo Gede Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, BOYOLALI- Kalau biasanya desa identik dengan urusan paving, balai desa, dan papan proyek, Jateng lagi nambah satu agenda penting: beresin urusan integritas. Sampai awal 2026 ini, tercatat sudah 327 desa di Jateng resmi menyandang status desa antikorupsi.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyebut, ratusan desa itu bukan sekadar pajangan data, tapi bisa jadi contoh hidup buat desa-desa lain di Indonesia. “Di Jateng sudah ada 327 desa antikorupsi yang saya jadikan role model,” ujar Luthfi saat menjadi narasumber Lokakarya Desa/Kelurahan Berprestasi dalam rangkaian Hari Desa Nasional di Pendopo Gede Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).

Lokakarya tersebut juga dihadiri sejumlah figur nasional, mulai dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani, hingga Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendes PDTT La Ode Ahmad P Bolombo.

Baca juga: Posyandu di Tiga Desa Jateng Jadi Role Model

Menurut Luthfi, Pemprov Jateng tidak ingin kepala desa cuma jago bangun fisik, tapi gagap urusan administrasi. Karena itu, seluruh kepala desa sudah dibekali sekolah antikorupsi, supaya paham tata kelola pemerintahan desa yang rapi dan aman hukum.

“Kepala desa sudah kami sekolahkan antikorupsi. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga kami minta ikut mengawal pembangunan dan laporan rutin. Jadi kades bisa kerja tenang, nggak was-was,” jelasnya.

Pemanfaatan Posbakum

Selain itu, Luthfi juga mendorong pemanfaatan Rumah Restorative Justice dan pos bantuan hukum (posbakum) yang sudah dibentuk di sejumlah desa. Bukan cuma buat menyelesaikan perkara, tapi juga jadi ruang belajar dan pendampingan agar aparatur desa dan masyarakat nggak salah langkah.

Maklum, provinsi ini punya 7.810 desa yang tersebar di 29 kabupaten. Dengan kapasitas kepala desa yang beragam, pendampingan hukum dinilai penting, apalagi desa mengelola dana swakelola dari pemerintah pusat lewat dana desa dan dari provinsi melalui bantuan keuangan desa. “Karena itu perlu pendampingan dari APH dan APIP,” tegas Luthfi.

Kabar baiknya, upaya ini mulai terasa dampaknya. Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani menyebut, kasus penyalahgunaan dana desa di Jawa Tengah sepanjang 2025 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Baca juga: Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet

Menurut Reda, ini jadi bukti kalau pendidikan dan pendampingan antikorupsi bukan cuma formalitas. Kejaksaan pun mendorong penyelesaian kasus lewat inspektorat daerah selama tidak ditemukan mens rea atau niat jahat, cukup dengan perbaikan administrasi dan pengembalian dana.

Pelan-pelan, desa di Jawa Tengah belajar bahwa yang harus dibangun bukan cuma jalan dan gedung, tapi juga kepercayaan. Karena dana desa itu bukan buat bikin deg-degan aparat, tapi buat bikin desa maju tanpa drama hukum. Tinggal konsisten, biar antikorupsi nggak berhenti di spanduk, tapi nyantol di kebiasaan. (tebe)

You Might Also Like

DPR RI Acungi Jempol Penanganan Bencana di Jateng

Longsor Pandanarum Bikin Warga Kocar-Kacir, Ladang Ikut Ambyar, Segini Kerugiannya

Lagi Panas di Pansus Angket, Bupati Sudewo Tiba-tiba Nongol di Acara Pramuka

Update Banjarnegara, Tiga Korban Ditemukan Lagi

Naikkan IPM 2025, Jateng Andalkan Dokter Keliling dan Sekolah Rakyat

TAGGED:ahmad luthfiantikorupsigubernur jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Belajar dari Venezuela: Melawan Politik Energi Asimetris
Next Article Akses Cucukan-Kotesan yang Putus Lima Tahun Kini Nyambung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja

Jangan Asal Goreng, Ternyata Ada Telur Ayam Yang Bahaya Dikonsumsi

Film Pesta Babi, Pemerintah Bilang Jangan Keburu Panik Dulu

Bukan Cuma Buat Mudik, Jasela Didorong Jadi Jalur Pangan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Minyakita “Menghilang” di Pasar Bintoro Demak

Maret 10, 2026
Ekonomi

Konsolidasi BPR BKK Menuju BPRS, Komisi C DPRD Jateng Konsultasi ke Kemendagri

Juli 14, 2025
Ekonomi

Usai Lebaran, Jateng Siap Gas Bangun Dry Port

Maret 17, 2026
Daerah

Surat Cinta dari Pemuda Semarang untuk Wali Kota

November 1, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 327 Desa di Jateng Pilih Jalan Antikorupsi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?