BACAAJA, SEMARANG – Memasuki usia 40 tahun, tubuh mulai perlu mendapat perhatian ekstra. Meski merasa baik-baik saja, sejumlah penyakit tidak menular bisa diam-diam berkembang tanpa gejala yang terasa.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu sakit dulu baru memeriksakan kondisi tubuh. Terutama bagi mereka yang sudah berusia 40 tahun ke atas.
Menurut Budi, pemeriksaan rutin penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus menemukan faktor risiko penyakit sejak awal. Langkah sederhana ini bisa membantu mencegah masalah kesehatan berkembang menjadi lebih serius.
Pesan tersebut disampaikan Budi saat mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Puskesmas. Ia menekankan bahwa layanan tersebut bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengecek kondisi tubuh tanpa harus menunggu muncul keluhan.
“Contohnya ibu yang di sana nih, usianya kan sudah di atas 40 tahun. Karena itu, beliau bisa mendapatkan cek kesehatan di laboratorium sederhana gratis di Puskesmas,” ujar Budi dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Selasa (11/8/2026).
Ada beberapa pemeriksaan yang menurut Budi penting diperhatikan. Di antaranya pengecekan gula darah, kolesterol, serta fungsi ginjal.
Ketiga pemeriksaan tersebut berkaitan dengan sejumlah gangguan kesehatan yang sering kali tidak langsung terasa. Karena itu, hasil pemeriksaan bisa menjadi alarm awal jika ditemukan kondisi yang perlu ditindaklanjuti.
Gaya hidup juga ikut punya andil. Kebiasaan terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, garam, maupun gula bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika tidak diimbangi pola hidup yang lebih sehat.
Budi secara khusus mengingatkan masyarakat yang gemar makan kerupuk dan gorengan serta mengonsumsi minuman manis agar tidak cuek dengan kondisi tubuh. Bukan berarti makanan tersebut harus langsung dihindari total, tetapi konsumsinya tetap perlu dikontrol.
Masalahnya, banyak penyakit tidak menular justru bisa muncul tanpa tanda yang bikin seseorang merasa sedang sakit. Salah satunya hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Hipertensi kerap dijuluki silent killer karena seseorang bisa memiliki tekanan darah tinggi tanpa merasakan keluhan berarti. Kondisi tersebut baru diketahui ketika seseorang melakukan pemeriksaan.
Hal serupa bisa terjadi pada diabetes. Kadar gula darah yang tinggi dapat berkembang perlahan dan tidak selalu langsung menimbulkan gejala yang jelas.
Kalau baru memeriksakan diri setelah muncul keluhan berat, risikonya tentu bisa lebih besar. Karena itu, pemeriksaan berkala dibutuhkan untuk mengetahui kondisi tubuh lebih cepat.
Program CKG yang tersedia di fasilitas kesehatan pemerintah bisa dimanfaatkan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan ini didorong bukan sekadar untuk menemukan penyakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan.
Dengan rutin mengecek kesehatan, seseorang bisa mengetahui apakah ada faktor risiko yang perlu diperbaiki. Misalnya mulai mengatur pola makan, lebih aktif bergerak, memperbaiki kebiasaan tidur, atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bagi masyarakat yang sudah masuk usia 40 tahun, kebiasaan mengecek kesehatan sebaiknya mulai dianggap sebagai bagian dari rutinitas. Tidak perlu menunggu tubuh memberi sinyal lewat sakit atau keluhan tertentu.
Menkes pun meminta masyarakat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan yang sudah disediakan pemerintah. Ia mengingatkan agar kesempatan tersebut tidak dilewatkan begitu saja.
“Janji sama saya, harus segera lakukan cek kesehatan gratis programnya Bapak Presiden di Puskesmas,” kata Budi.
Pesannya sederhana: merasa sehat bukan berarti pasti bebas masalah kesehatan. Di usia 40 tahun, lebih baik tahu kondisi tubuh lebih awal daripada baru bertindak ketika penyakit sudah keburu datang. (*)

