Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Serius Garap Wisata Ramah Muslim
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jateng Serius Garap Wisata Ramah Muslim

Wisata ramah muslim kini bukan cuma soal mencari makanan halal atau tempat salat di tengah perjalanan. Jateng mulai melihatnya sebagai peluang ekonomi yang lebih besar, dari hotel, restoran, UMKM sampai industri halal.

T. Budianto
Last updated: Agustus 14, 2026 5:21 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
KUNJUNGAN EHTC: Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Ketua Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Sumariadi di Semarang, belum lama ini. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Jateng dinilai punya modal besar untuk mengembangkan wisata ramah muslim yang inklusif. Selain memiliki beragam destinasi wisata, provinsi ini juga memiliki basis UMKM dan industri halal yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

Ketua Enhaii Halal Tourism Center (EHTC) Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Sumariadi menilai, Pemprov Jateng menunjukkan komitmen dalam memperkuat ekosistem wisata ramah muslim.

Hal itu disampaikan Sumariadi saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen di Semarang, Rabu (12/8/2026). Menurut Sumariadi, Jateng memiliki daya tarik wisata yang besar bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Segmen wisatawan muslim juga menjadi pasar potensial yang perlu digarap secara serius.

“Oleh karena itu, sangat penting bagi Jateng untuk terus meningkatkan kualitas layanannya agar wisatawan muslim merasa nyaman dan tenang saat berwisata,” kata Sumariadi.

Sumariadi mengatakan kebutuhan wisatawan muslim dalam perjalanan cukup beragam. Tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman halal, tetapi juga ketersediaan sarana ibadah serta atraksi wisata yang mampu memberikan pengalaman nyaman bagi wisatawan muslim.

Baca juga: Jateng Bidik Wisatawan Timur Tengah

Menurutnya, semakin lengkap kebutuhan tersebut dipenuhi, semakin besar pula peluang peningkatan kepuasan wisatawan. Ia menilai komitmen kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem pariwisata ramah muslim. Karena itu, visi Jateng untuk memperkuat ekosistem halal pada 2027 perlu dipersiapkan sejak sekarang.

Dengan waktu sekitar tujuh bulan yang tersisa, Sumariadi mendorong adanya sosialisasi internal sekaligus persiapan infrastruktur pendukung agar program tersebut tidak berhenti pada konsep.

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin mengatakan, Pemprov terus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan ekosistem wisata ramah muslim.

Pengembangan tersebut, kata dia, tidak berdiri sendiri. Pariwisata ramah muslim akan dihubungkan dengan ekonomi syariah serta sektor UMKM sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas. “Pengembangan pariwisata ramah muslim menjadi bagian dari strategi Jawa Tengah dalam menangkap peluang ekonomi berbasis syariah,” ujarnya.

Namun, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Taj Yasin menyebut penguatan ekosistem tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pelaku usaha, asosiasi hotel dan restoran, akademisi hingga pondok pesantren.

Rantai Industri

Kolaborasi itu salah satunya diarahkan untuk memperkuat rantai industri halal dari hulu hingga hilir. Dengan ekosistem yang semakin kuat, wisata ramah muslim diharapkan tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi sekaligus membuka pasar bagi produk lokal.

Pemprov Jateng juga mendorong pelaku usaha memasarkan produk halal melalui berbagai kanal penjualan, termasuk gerai yang berada di kawasan wisata maupun jalur perjalanan masyarakat.

Penguatan ekosistem halal juga dilakukan melalui rencana pembentukan kawasan industri halal di Kabupaten Rembang. Taj Yasin berharap kawasan tersebut dapat menjadi salah satu pengungkit kesadaran masyarakat terhadap produk halal sekaligus memperkuat hubungan antara sektor industri halal dan pariwisata.

“Kalau sudah ada kawasan industri halalnya, paling tidak masyarakat semakin aware (sadar) terhadap halal, termasuk halal tourism (pariwisata),” ujarnya. Sektor perhotelan juga menjadi perhatian. Pemprov Jateng mengajak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk semakin memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim.

Fasilitas pendukung seperti tempat ibadah dan penyediaan makanan bersertifikat halal dinilai menjadi bagian penting dari pengalaman wisata. Taj Yasin berharap pengelola hotel dapat terus meningkatkan fasilitas sehingga wisatawan muslim merasa lebih nyaman selama berada di Jateng.

Baca juga: Jateng Ngebut Siapkan Wisata Ramah Muslim

Menurutnya, kenyamanan tersebut pada akhirnya ikut menentukan daya saing sebuah destinasi. Wisatawan yang merasa mudah mendapatkan kebutuhan dasarnya tentu memiliki pengalaman yang lebih positif selama berkunjung.

Ia bahkan mencontohkan pengalaman bertemu wisatawan asal Malaysia dalam sebuah penerbangan menuju Jateng. Mereka memilih Jateng sebagai tujuan wisata antara lain karena merasa lebih mudah mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim.

Dengan potensi tersebut, pengembangan wisata ramah muslim di Jawa Tengah bukan sekadar mengejar label. Yang lebih penting adalah membangun pengalaman wisata yang nyaman sekaligus menciptakan perputaran ekonomi bagi masyarakat lokal.

Mulai dari hotel, restoran, UMKM, industri halal hingga destinasi wisata harus terhubung dalam satu ekosistem. Sebab wisatawan datang memang untuk jalan-jalan. Tapi kalau setiap mau makan harus bertanya “halal nggak?”, mau salat harus mencari-cari tempat, dan mau belanja produk lokal malah bingung sertifikasinya, namanya bukan wisata ramah muslim, itu wisata sambil mengerjakan PR. (tebe)

You Might Also Like

Kades Kota Tembakau Kompak Tolak Aturan Pembatasan Tar dan Nikotin: Lumpuhkan Ekonomi Petani

Ketua DPRD Jateng Ungkap PR Besar Demokrasi Indonesia: Bukan Sekadar soal Pemilu

Bola GPS: Cara Baru Pemkot “Nggrebek” Sumbatan di Saluran Drainase

‘Uang Bensin’, Kode Sekda Cilacap untuk THR Wartawan

Mendesak, Normalisasi Sungai Plumbon

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Masuk Usia 40 Tahun, Menkes Minta Jangan Malas Cek
Next Article Deadline Mengejar, Lambung Ikut Kena Imbas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi BPJS Kesehatan.

Prabowo Kumpulkan Menteri, Keuangan BPJS Jadi Sorotan

PIDATO - Presiden Prabowo Subianto berpidato tentang kerangka ekonomi makro Indonesia di sidang paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Prabowo Soroti Antrean BPJS, Minta Layanan Setara

Kasus Influenza Naik, Menkes Bilang Masih Terkendali

GEROBAK USAHA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng berkomunikasi dengan warga yang mendapat bantuan gerobak usaha. (ist)

Wali Kota Semarang Ajak GP Ansor Perkuat Ketahanan Pangan dan UMKM

Ilustrasi proyek pemanfaatan panas bumi atau geotermal.

Geotermal Diklaim Energi Bersih, Narasi yang Menguntungkan Siapa?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo.
Lakon Lokal

Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Januari 3, 2026
Ilustrasi berdoa menjelang berbuka puasa Ramadan.
Info

42 Hari Lagi Puasa! Muhammadiyah Putusin 1 Ramadan Jatuh pada Tanggal 18 Februari 2026

Januari 7, 2026
Ilustrasi penangkapan tersangka.
Unik

Admin Gejayan Memanggil dan Direktur Lokataru Foundation Ditangkap, Polisi Masih Bungkam Gak Mau Ngomong

September 2, 2025
Hukum

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Mei 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Serius Garap Wisata Ramah Muslim
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?