Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mengapa Shopee Affiliate Menjadi Primadona Kerja Sampingan Mahasiswa?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
EkonomiOpiniTips

Mengapa Shopee Affiliate Menjadi Primadona Kerja Sampingan Mahasiswa?

Redaktur Opini
Last updated: Juli 9, 2026 9:35 am
By Redaktur Opini
4 Min Read
Share
SHARE

Yuli Retno Indah Peratiwi adalah Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang. Tinggal di Jlan Gajah, Semarang.

Tren ini selaras dengan berbagai survei preferensi kerja 2026 yang menunjukkan mayoritas Gen Z lebih memilih sistem kerja hybrid maupun remote dibandingkan WFO.

Merantau untuk kuliah berarti siap berdamai dengan biaya hidup yang terus naik. Demi menambah uang saku, mahasiswa biasanya mencari pekerjaan sampingan, mulai dari mengajar les, menjadi kasir, barista, hingga bekerja di laundry. Namun, ada pemandangan yang kini semakin lazim: mahasiswa yang tampak rebahan sambil menggulir Shopee lalu sesekali mengetik caption di gawai.

Sekilas terlihat seperti sedang bermalas-malasan. Padahal bisa saja mereka sedang bekerja. Kalau dulu mencari uang identik dengan mandi keringat, sekarang cukup bermodal kuota internet, kreativitas, dan sedikit bakat “meracuni” orang untuk membeli barang. Itulah fenomena Shopee affiliate, bukan lagi sekadar tren receh, melainkan cerminan perubahan ekonomi digital yang membuka peluang bisnis tanpa modal besar.

Daya tarik utama Shopee affiliate terletak pada modal yang tidak banyak. Mahasiswa tidak perlu menyewa toko ataupun mengurus izin usaha. Cukup memiliki gawai dan koneksi internet. Kondisi ini semakin didukung oleh tingginya pengguna internet di Indonesia.

Pada 2026, pengguna internet diperkirakan telah mencapai sekitar 235 juta jiwa dari total populasi 287 juta penduduk. Penetrasi tertinggi berasal dari generasi muda, yakni milenial dan Gen Z, yang menjadikan internet sebagai kebutuhan sehari-hari. Dengan kata lain, pasar sekaligus pelaku ekonominya berada di ruang digital yang sama.

Selain murah, pekerjaan ini juga memiliki fleksibilitas yang sangat disukai mahasiswa. Tidak ada jadwal shift ataupun kontrak kerja. Konten dapat dibuat di sela waktu kuliah. Tentu tanpa mengganggu proses belajar.

Tren ini selaras dengan berbagai survei preferensi kerja 2026 yang menunjukkan mayoritas Gen Z lebih memilih sistem kerja hybrid maupun remote dibandingkan WFO. Bagi generasi yang terbiasa mengerjakan hampir semua hal lewat layar ponsel, fleksibilitas bukan lagi bonus, melainkan menjadi standar.

Di sisi lain, peluang tersebut juga diperkuat oleh pertumbuhan e-commerce Indonesia. Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-conomy SEA 2025 memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia hampir menyentuh US$100 miliar, dengan e-commerce tetap menjadi kontributor terbesar.

Video commerce bahkan mencatat bahwa pasar terus tumbuh. Namun, algoritma tidak akan berbaik hati kepada kreator yang malas. Konten harus konsisten, relevan, dan mampu menarik perhatian di tengah banjir promosi yang muncul tiap detik.

Lalu, apakah kuliah kini menjadi sampingan, sementara affiliate berubah menjadi jurusan utama? Tentu tidak sesederhana itu. Komisi tidak turun dari langit hanya karena seseorang rebahan.

Di balik layar, afiliator tetap harus melakukan riset produk, memahami kebutuhan pasar, menyusun caption yang menarik, membaca data penjualan, hingga membangun personal branding. Semua itu merupakan keterampilan yang justru semakin dibutuhkan di era ekonomi digital.

Pada akhirnya, popularitas Shopee affiliate bukan sekadar soal menghasilkan uang dari rumah, melainkan tentang kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Rebahan boleh saja, tetapi yang bekerja tetap otak, kreativitas, dan konsistensi.

Jadi, sebelum ikut-ikutan menjadi afiliator karena sedang viral, ada baiknya bertanya kepada diri sendiri: apakah hanya mengejar cuan sesaat, atau sedang membangun keterampilan yang akan tetap bernilai ketika tren berikutnya datang? (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

PLN Icon Plus Resmikan Gudang Operasional Baru, Perkuat Kesiapan Layanan Digital

Tragedi Kaca Transparan

RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Begini Respons DPR

Jangan Salah Paham, Lima Operasi Ini Tak Ditanggung BPJS

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah dijaga ketat personel TNI. Rantis Brimob Angkut 74 Kg Emas dari Sentul dan Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI, Saling Berkaitan?
Next Article BEDAH KARYA - Budi Purwanto, jurnalis senior Tempo Semarang yang kini berkarier sebagai Video Journalist Reuters, sekaligus Director Paper Sinema, membedah film dokumenter karya mahasiswa USM. Mahasiswa USM Angkat Isu Sosial Lewat Film Dokumenter, Dibedah Jurnalis Reuters

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

OMAH KEBOEN--Pengelola sedang memupuk tanaman di Omah Keboen di Jalan Wonodri Sendang Raya, Kota Semarang. (ist)

Hikayat Omah Keboen: dari Bank Sampah Jadi Pertanian Terpadu di Tengah Kota Semarang

PESAWAT CITILINK‐-Pesawat Citilink terparkir di apron Bandara Ahmad Yani Semarang. (ist)

Citilink Tambah Penerbangan Semarang-Jakarta, Pilihan Jam Makin Banyak

PEMERAN UMKM--UMKM mengikuti pemeran produk pada ajang WARASVERSE 2026 di The Park Mall Semarang, 21–23 Agustus 2026. (ist)

Jelang MTQ Nasional di Semarang, Agustina Siapkan UMKM Bersertifikat Halal

Fakta-Fakta dari Kasus Rektor Unsoed

Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.

Riset UI Ungkap Pemicu Banjir Bandang di Bandang Toru, Singgung Siklon Senyar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Anti Loyo Seharian, Rahasia Puasa Tetap On Fire

Februari 23, 2026
Opini

Legitimasi Prabowo Mulai Terkikis?

Juli 30, 2026
Ekonomi

Investasi Rp15 Triliun Mendarat di Kendal

Juni 15, 2026
Opini

2016 Called, and We Picked Up Immediately: Nostalgia dan Kerinduan yang Palsu

Juli 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengapa Shopee Affiliate Menjadi Primadona Kerja Sampingan Mahasiswa?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?