Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Magelang Mau Jadi Kampung Susu Baru
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Magelang Mau Jadi Kampung Susu Baru

T. Budianto
Last updated: November 1, 2026 2:37 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KONDISI TERNAK: Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa (tengah) didampingi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kiri) meninjau kondisi ternak sapi perah di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (30/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, MAGELANG– Target swasembada susu nasional ternyata bukan cuma urusan menambah jumlah sapi. Sapi bisa diperbanyak, susu bisa diperah, tetapi kalau koperasi belum kuat dan hasil perahan masih harus lewat perantara, urusan kesejahteraan peternak tetap jadi pekerjaan rumah.

Kabupaten Magelang kini disiapkan menjadi salah satu sentra sapi perah baru di Jateng. Pemprov Jateng menyatakan siap mendukung, termasuk memastikan pelayanan kesehatan ternak agar produktivitas tetap terjaga.

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pengembangan peternakan sapi perah harus dibarengi perhatian terhadap kesehatan hewan dan pencegahan penyakit.

“Kami juga mendukung (swasembada susu). Kami di Pemprov memastikan untuk pengembangbiakannya,” kata Taj Yasin saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa di Sentra Sapi Perah Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jumat (30/10/2026).

Baca juga: Belajar dari Wabah PMK, Jateng Perketat Pengawasan Ternak

Salah satu dukungan yang disiapkan adalah program Healing atau Kesehatan Hewan Keliling. Program ini mendekatkan layanan kesehatan ternak kepada peternak dan telah menjangkau 13 kabupaten/kota di Jateng.

“Kalau ada sapi-sapi yang potensinya terkena penyakit, itu bisa dikoordinasikan dengan kami di Provinsi Jateng. Karena kami siap untuk pengobatan dan pencegahan,” ujar Gus Yasin.

Jateng bukan pemain baru dalam urusan persusuan. Pada 2025, populasi sapi perah di provinsi ini mencapai 77.566 ekor dengan produksi susu sekitar 75.366 ton. Kontribusinya sebesar 9,66 persen terhadap produksi nasional, menempatkan Jateng di posisi ketiga.

Pengembangan Kawasan

Selain Boyolali dan Klaten yang sudah dikenal sebagai sentra sapi perah, pengembangan kawasan baru juga diarahkan ke Magelang, Batang, dan Brebes.

Wakil Menteri Pertanian, Muhammad Saleh Mustafa menyebut, Magelang punya peluang mendukung target swasembada susu nasional. Bahkan, pemerintah pusat akan mengusulkan wilayah tersebut sebagai salah satu proyek percontohan pengembangan persusuan.

“Pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus mencapai swasembada susu. Ini yang paling berat, tapi tetap kita coba dulu,” ujarnya. Namun, membangun sentra susu bukan sekadar urusan mencari lahan dan mendatangkan sapi. Infrastruktur, sumber daya manusia, serta kelembagaan peternak juga harus disiapkan.

Saleh secara khusus menyoroti peran koperasi. Kelembagaan yang kuat dibutuhkan agar peternak punya daya tawar lebih baik dan tidak terus bergantung kepada perantara saat menjual susu.

Baca juga: Ternak Sehat, Peternak Sejahtera: Mohammad Saleh Dukung ‘Healing’ Hewan Gratis di Jateng

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji menyebut, ada delapan kecamatan yang memiliki kondisi agroklimat sesuai untuk pengembangan sapi perah. Kecamatan Ngablak menjadi salah satu kawasan yang ekosistem peternakannya sudah berkembang. Meski begitu, tantangannya masih nyata. Populasi sapi perah dan kapasitas produksi koperasi belum cukup besar.

Saat ini terdapat dua koperasi peternak sapi perah, yakni Sapto Argo dan Amarto. Produksi masing-masing masih di bawah 2.000 liter sehingga belum memenuhi kapasitas untuk memasok langsung ke industri pengolahan susu (IPS).

Akibatnya, peternak masih mengandalkan perantara untuk memasarkan susu. Kondisi tersebut ikut memengaruhi harga jual yang mereka terima. Karena itu, Grengseng berharap pengembangan sapi perah tidak berhenti pada penambahan populasi dan produksi. Manajemen koperasi serta kemitraan dengan industri pengolahan susu juga perlu diperkuat.

Magelang boleh saja diproyeksikan menjadi kampung susu baru. Tetapi jangan sampai jumlah sapi bertambah, produksi meningkat, sementara peternaknya masih kesulitan menentukan harga jual. Sebab, swasembada susu mestinya bukan cuma membuat susu melimpah di pasaran, tetapi juga membuat kehidupan peternak lebih sejahtera. (tebe)

You Might Also Like

Polemik Pembatasan Konten Karhutla di Medsos, Begini Respons Komdigi

Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen

Dosen UPGRIS Ditahan dalam Kasus Penipuan Lomba Tari Piala Gubernur

Sukses Gelar MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Jateng Rayakan dengan Bersholawat

Lagi Glamping, Satu Keluarga Tewas di Posong Temanggung

TAGGED:headlinepemprov jatengpeternakan jatengsapi perahswasembada pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kemenkum Kenalkan Perseroan Perorangan dan Apostille kepada Warga Salatiga
Next Article Pagersemar Ajak Pengusaha Hiburan Ikut Gaet Wisatawan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Semarang Juara Umum Porprov 2026, Agustina: Jangan Cepat Puas!

Pagersemar Ajak Pengusaha Hiburan Ikut Gaet Wisatawan

Magelang Mau Jadi Kampung Susu Baru

Kemenkum Kenalkan Perseroan Perorangan dan Apostille kepada Warga Salatiga

Hujan Mulai Datang, Luthfi Kejar Target 10,5 Juta Ton Padi Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Mudik Aman, Wisata Nyaman: Parakan-Dieng Resmi Mulus

Februari 24, 2026
Ekonomi

Gempolan Didorong Jadi Sentra Durian

April 22, 2026
Kedatangan penumpang kereta api di Stasiun Tawang Semarang.
Info

Masih Ada 22 Ribu Tiket Kereta Api! Arus Balik Semarang–Jakarta Belum Penuh

Maret 24, 2026
Fokus

Tujuh Wakil Semarang Bawa Pulang Prestasi MTQ Nasional

September 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Magelang Mau Jadi Kampung Susu Baru
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?