Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet

Liburan ke Jawa Tengah sekarang tuh rasanya kayak scroll medsos: opsinya banyak, susah milih, dan ujung-ujungnya pengin balik lagi. Dari desa wisata yang adem sampai destinasi kelas dunia, Jateng lagi-lagi bikin provinsi lain nengok kanan-kiri.

T. Budianto
Last updated: Januari 9, 2026 8:33 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
MAGNET WISATAWAN: Dusun Semilir Bawen menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kota Semarang. Design arsitektur yang unik menjadi magnet wisatawan yang butuh spot menarik untuk berfoto. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pariwisata Jawa Tengah lagi on fire. Berdasarkan riset CNBC Indonesia Research, Jateng duduk manis di jajaran teratas provinsi dengan pendapatan objek wisata komersial tertinggi secara nasional. Artinya simpel: yang datang banyak, yang belanja juga nggak pelit.

Tingginya pendapatan ini sejalan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus naik ke berbagai destinasi favorit di Jateng. Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bilang, kunci dari performa positif ini ada di strategi yang nggak setengah-setengah. Dua jurus utama yang diandalkan: aglomerasi pariwisata dan desa wisata.

“Salah satu cara naikin PAD ya dengan memperkuat dan memperbanyak objek wisata,” ujar Luthfi di kantornya, Kamis, (8/1/2026). Menurutnya, Jateng punya modal kuat lewat kawasan wisata yang saling terhubung alias aglomerasi. Mulai dari Kopeng, Rawapening di Kabupaten Semarang, sampai Borobudur di Magelang. Semua dirancang saling ngait, bukan jalan sendiri-sendiri.

Baca juga: Jateng Jadi Provinsi Paling Cuan dari Pariwisata, Kalahkan Bali dan Jogja

“Kita punya aglomerasi wisata Kopeng, Borobudur, sama Rawapening. Terus kita juga punya seribu desa wisata,” kata Luthfi. Desa wisata ini bukan cuma pelengkap, tapi tulang punggung pemerataan ekonomi. Konsepnya bertahap: dari desa wisata lokal, naik level ke regional, sampai siap tampil di panggung internasional.

Pemprov Jateng bareng pemerintah kabupaten/kota pun nggak asal tunjuk. Desa wisata ditetapkan lewat SK kepala daerah, jadi pembinaan dan pengembangannya jelas arahnya, bukan cuma viral sesaat.

Menu Wisata

Nggak cuma jual pemandangan alam atau situs sejarah, Pemprov Jateng juga serius memperluas “menu” wisata. Mulai dari wisata kuliner, wisata budaya, sampai wisata ramah muslim. Targetnya jelas: pasar makin luas, wisatawan makin betah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menguatkan tren ini. Sepanjang 2024, kunjungan wisatawan nusantara ke Jateng tembus 68,88 juta orang, naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara wisatawan mancanegara juga ikut naik 28 persen, jadi 593.168 orang.

Baca juga: Wisatawan Jateng Udah Lumayan, Tembus 53 Juta, tapi…

Destinasi-destinasi unggulan seperti Masjid Syeikh Zayed Surakarta, Kota Lama Semarang, Candi Prambanan, serta kawasan Borobudur dan Dieng masih jadi magnet utama yang bikin kamera HP kerja lembur.

Singkatnya, di Jateng sekarang susah nyari tempat wisata yang sepi, yang ada malah bingung mau liburan ke desa, kota, gunung, atau candi duluan. Jateng nggak cuma jual pemandangan, tapi juga jual strategi. Provinsi lain? Mungkin lagi nyatet di pinggir buku. (tebe)

You Might Also Like

Syawal Datang, Puasa Enam Hari Bikin Nagih

Kasus Plaza Klaten: Rp1 Juta yang Mahal, Jajang Kena 2 Tahun

139 Anak Hidup dengan HIV, Edukasi Terus Digeber

Banyak Jalan Ambyar: DPRD Minta Pemkot Gercep Perbaiki

UU Perampasan Aset Dinilai Jadi Senjata Lawan Korupsi

TAGGED:disporapar jatengheadlinepemprov jatengwisata jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PBNU Tegasin Aliansi yang Laporkan Pandji ke Polisi Bukan Representasi NU
Next Article Biar Kisah Wali Nggak Cuma Cerita, Wagub Usul Masuk Timeline Pakai AI

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemenkum Jateng Dorong Pelaku Usaha Tak Asal Pilih Merek

Mooncake Festival 2026 Hidupkan Kawasan Pecinan Semarang

Sekda Banyumas Mundur Usai Diperiksa KPK

ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)

Korban Keracunan MBG di Batang Terus Meningkat Capai 498 Orang, Masih Bisa Tambah Lagi

Kemarau Makin Seret, Polres Banjarnegara Kirim 25 Ribu Liter

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

RUWATAN - Massa Jateng Guyub meruqyah atau meruwat Kantor Gubernur Jawa Tengah, sebagai simbol tolak bala atas matinya nurani pemerintah.
Info

Massa Jateng Guyub Ruqyah Kantor Gubernur, Tabur Bunga dan Dupa di 8 Penjuru

Juli 22, 2026
Wali Kota Solo Respati Ardi (kanan) berbincang dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka, di warung sate Pak Joko' Pasar Klewer, Solo, Jumat (16/12026).
Daerah

Bareng Dua ‘Raja Kembar’ Kasunanan, Respati Dampingi Wapres Gibran Keliling Solo

Januari 16, 2026
Daerah

Jelang Lebaran, Kepala Daerah Diingatkan Jaga Stabilisasi Harga dan Pasokan

Februari 12, 2026
Info

Semarang Masuk Jajaran “Transformer City” Nasional

Juli 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?