BACAAJA, SEMARANG – Pariwisata bukan cuma soal liburan dan foto estetik. Di balik itu, sektor ini jadi mesin duit yang ngedorong ekonomi daerah, nyiptain lapangan kerja, sekaligus ngejaga identitas budaya lokal.
Nah, ini kabar baiknya untuk Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru Jawa Tengah lagi-lagi bikin kejutan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) nunjukin Jawa Tengah resmi jadi provinsi dengan pendapatan objek daya tarik wisata komersial tertinggi di Indonesia.
Bacaaja: Borobudur Marathon Bukan Sekadar Lari: Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Jawa Tengah
Bacaaja: Bali Makin Sepi? Koster Sentil Penerbangan Domestik Jadi Pemicu Menurunnya Wisatawan
Total cuannya tembus Rp2,77 triliun sepanjang 2024. Yes, ngalahin Bali.
Capaian ini sejalan dengan tren positif pariwisata nasional yang terus bangkit pasca pandemi.
Trading Economics mencatat, pendapatan pariwisata Indonesia pada triwulan III 2025 mencapai US$5,2 miliar atau setara Rp93,92 triliun.
Sementara itu, total pendapatan objek wisata komersial secara nasional di 2024 menyentuh Rp11,63 triliun.
Mayoritas pemasukan tersebut—sekitar 85,5%—berasal dari penjualan tiket masuk. Sisanya datang dari sumber lain, seperti penyewaan area untuk tenant makanan-minuman, atraksi tambahan, hingga penjualan merchandise dan suvenir.
Skema ini bukan cuma bikin pengelola wisata untung, tapi juga ikut ngangkat UMKM lokal di sekitar destinasi.
Jateng ungguli Bali dan DIY
Dalam daftar 10 provinsi dengan pendapatan wisata komersial terbesar, Jawa Tengah nangkring di posisi pertama. Di bawahnya ada Bali dengan pendapatan Rp2,56 triliun, disusul deretan provinsi Pulau Jawa lainnya seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten.
Dominasi Pulau Jawa ini bukan tanpa alasan. Infrastruktur pendukungnya lengkap—mulai dari hotel, restoran, pusat belanja, sampai akses transportasi yang gampang. Mau wisata alam, budaya, sejarah, sampai city tourism, semua ada.
Di luar Jawa, beberapa provinsi seperti Sumatera Utara, Riau, dan Sulawesi Selatan juga masuk daftar, meski skalanya masih tertinggal dibanding Jawa.
Punya destinasi beragam
Jawabannya ada di jumlah dan keragaman destinasi. Dari total 1.570 objek wisata alam komersial di Indonesia, Jawa Tengah punya yang paling banyak—250 usaha. Angka ini bahkan lebih tinggi dibanding Jawa Barat (224) dan Jawa Timur (210).
Di sektor wisata budaya, ceritanya sama. Jawa Tengah kembali jadi juara dengan 51 usaha wisata budaya komersial, unggul dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan bahkan Bali.
Fakta ini nunjukin kalau Jateng bukan cuma kaya alam, tapi juga kuat di sisi sejarah dan budaya.
Gak cuma ramai, tapu juga untung gede
Kalau hitung-hitungan pendapatan dan pengeluaran digabung, Jawa Tengah mencatat surplus terbesar dari pariwisata komersial, yakni Rp2,23 triliun. Angka ini mengungguli DKI Jakarta (Rp1,47 triliun) dan Bali (Rp1,41 triliun).
Namun, kondisi ini belum dirasain semua daerah. Beberapa wilayah seperti Sulawesi Barat dan Papua Barat justru masih defisit, salah satunya karena minimnya kunjungan wisatawan. Ini jadi sinyal kalau pemerataan pariwisata masih PR besar.
Ke depan, strategi promosi, perbaikan akses, dan pengembangan atraksi jadi kunci biar cuan pariwisata enggak cuma muter di Pulau Jawa.
Yang jelas, satu hal sudah terbukti: kalau urusan pariwisata komersial, Jawa Tengah lagi on top

