BACAAJA, SOLO- Cuaca lagi gak bersahabat. Hujan ekstrem bikin ancaman gagal panen makin nyata di sejumlah daerah Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi pun minta daerah gak nunggu lama, langsung ajukan asuransi gagal panen.
Pesan itu disampaikan Luthfi saat acara Komitmen Bersama Ketahanan Pangan Jateng 2026 di Solo, Rabu (14/1/2026). Intinya jelas, petani jangan dibiarkan menanggung risiko sendirian. Beberapa daerah sudah kebagian dampaknya. Kudus, Pati, dan Jepara disebut jadi wilayah yang lahannya tergenang banjir. Sawah terendam, panen pun terancam gagal.
Baca juga: Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026
Menurut Luthfi, kondisi seperti ini harus cepat direspons. Pemerintah kabupaten diminta segera mendata lahan pertanian yang terdampak. Laporan itu nantinya jadi dasar pengajuan asuransi gagal panen.
“Untuk Kudus, Pati, dan Jepara, saya minta segera diajukan terkait asuransi gagal panen,” kata Luthfi. Ia menegaskan, cuaca ekstrem memang gak bisa dihindari. Tapi kerugiannya bisa ditekan kalau mitigasi jalan dan pemerintah daerah sigap sejak awal.
Siaga Bencana
Selain asuransi, Luthfi juga mengingatkan soal kesiapan daerah menghadapi bencana. SOP penanganan harus jelas, dari penetapan status darurat sampai logistik dan layanan dasar warga.
Target besar ketahanan pangan Jateng 2026, kata dia, gak bisa dikerjakan sendirian. Perlu kerja bareng semua kepala daerah, dari gubernur sampai bupati dan wali kota.
Baca juga: Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target
“Tidak bisa dilakukan oleh gubernur seorang. Harus dengan dukungan para bupati dan wali kota,” ujarnya. Pemprov Jateng sendiri menargetkan produksi padi 10,5 juta ton gabah kering giling pada 2026. Asuransi gagal panen disebut jadi salah satu tameng penting supaya target itu gak ambyar gara-gara cuaca. (bae)

