Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026

Kalau sawah bisa update status, mungkin tulisannya gini: “Produktif, sehat, dan siap panen.” Yup, kabar dari Jawa Tengah lagi hijau-hijaunya. Produksi padi diprediksi naik, dan angkanya nggak main-main.

T. Budianto
Last updated: Januari 8, 2026 1:18 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PANEN RAYA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melakukan panen raya di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, April 2025. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng lagi optimistis. Produksi padi di wilayah ini diperkirakan bakal naik sekitar 5,5 persen pada 2026 dibanding tahun sebelumnya. Singkatnya: panen makin rame, stok makin aman.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares bilang, produksi padi Jateng pada 2025 tembus 11,36 juta ton GKP atau setara 9,38 juta ton GKG. Dan menurut hitungan mereka, angka ini masih bisa digenjot.

Baca juga: Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

“Produksi itu kami perkirakan bisa meningkat 5,5 persen tahun ini,” kata Frans, usai ikut Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bareng Presiden Prabowo Subianto secara daring, dari Kantor Gubernur Jateng, Rabu (7/1/2026).

Bukan cuma soal naik angka, Jateng juga punya peran penting secara nasional. Provinsi ini jadi salah satu penyangga pangan utama, dengan kontribusi 15-16 persen untuk kebutuhan pangan nasional. “Apa yang disampaikan Pak Presiden tadi capaiannya jelas. Kontribusi kita sampai 15 persen, bahkan bisa lebih,” lanjut Frans.

Sembilan Komoditi

Target ke depan juga dipasang cukup pede. Untuk 2026, produksi GKP dipatok 12 juta ton. Kalau target ini tembus, Jateng bisa menyalip Jawa Barat dan Jawa Timur soal urusan padi. “Kalau tercapai, otomatis bisa lebih tinggi dari Jabar dan Jatim,” ujarnya.

Menariknya, surplus pangan di Jateng nggak cuma soal padi. Dari sembilan komoditas pangan utama, hampir semuanya surplus. Mulai dari jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, sampai kakao. Satu yang belum: kedelai.

Meski belum surplus, Frans menegaskan produksi kedelai Jateng tetap yang tertinggi secara nasional. Masalahnya, kedelai ini tanaman yang “rewel”. “Kedelai itu nggak bisa kebanyakan air, tapi juga nggak boleh kekurangan. Jadi petani yang belum pengalaman perlu pendampingan,” jelasnya.

Baca juga: Bulog Jamin Stok Beras di Jateng Aman Hingga Juni 2026

Sementara itu, Wagub Jateng, Taj Yasin menegaskan komitmen Pemprov Jateng buat terus mengawal ketahanan pangan. Mulai dari pembangunan infrastruktur pertanian lewat APBD sampai penguatan kelembagaan petani.

“Kami ingin petani makin sejahtera dan masyarakat menikmati hasil pertanian dengan harga yang baik. Ketahanan pangan nggak bisa dijaga sendirian, harus bareng-bareng,” katanya. (tebe)

You Might Also Like

Guru PAUD Kesejahteraannya Minus, Pejabat Ini Klaim Bakal Memperjuangkannya

PDAM Semarang Siapkan 17 Armada, Siaga Full Pas Lebaran

Ekonomi Kota Semarang Ngebut, Dompet Warga Ikut?

Nadiem Buka Suara, Bikin Ikut Sedih Nih.. Penjara Jadi Cermin Diri Panjang

Tambah Waspada, Keripik Pisang Disemprot Narkoba Kejari Bogor Berhasil Musnahkan

TAGGED:bulog jatengheadlinepanen padi jatengpemprov jatengswasembada pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dwi Harjanto saat masa adapatasi sebagai pengemudi bus profesional di Jepang. Dari Indonesia ke Jepang: Cerita Sopir Bus Lulusan JIDS Meraih Masa Depan di Negeri Sakura
Next Article Darurat Degradasi, PSIS Borong 12 Pemain

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG KORUPSI: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono duduk berdampingan meski beda sikap dalam sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae)

Mengapa Bupati dan Sekda Cilacap Dituntut Hukuman Berbeda? KPK Ungkap Alasannya

Kemenkum Jateng Audit Notaris, PMPJ Diminta Jangan Cuma Jadi Penghias Lemari

APBD Jateng 2026 Dirombak, Anggaran Pembangunan Diperbesar

TRANSFORMASI LAYANAN PELANGGAN - PLN Icon Plus turut mengembangkan transformasi layanan pelanggan melalui implementasi New Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat (AP2T) Wave 4 di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Di Balik New AP2T Wave 4: PLN Icon Plus Pastikan Transformasi Digital Berjalan Sesuai Kebutuhan

Agustina Ajak GP Ansor Semarang Sukseskan Ketahanan Pangan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Laut Lagi Ngambek, Nelayan Rehat Dulu

Januari 10, 2026
Info

Last Call Mudik Gratis! 640 Orang Berangkat dari Pasar Senen

Maret 18, 2026
Info

Semarang Kebanjiran (Lagi), Pakar: Jangan Cuma Ribut di Hilir

Januari 13, 2026
Info

MBG Bikin Mual Massal: 803 Siswa di Grobogan Keracunan

Januari 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Padi Jateng Diproyeksi Nanjak 5,5 Persen di 2026
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?