Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja

Sekolah yang sebelumnya ramai dibela warganet itu memilih menolak ikut dalam final ulang yang direncanakan MPR. Sikap tersebut disampaikan langsung pihak sekolah melalui pernyataan resmi yang diunggah ke media sosial mereka.

Nugroho P.
Last updated: Mei 15, 2026 3:44 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
LCC 4 Pilar (ist)
SHARE

BACAAJA, PONTIANAK – Polemik Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR tingkat Kalimantan Barat masih terus jadi perbincangan panas di media sosial. Setelah video kontroversial final lomba viral dan menuai sorotan publik, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia akhirnya memutuskan untuk menggelar final ulang. Namun keputusan itu justru memunculkan respons mengejutkan dari SMAN 1 Pontianak.

Sekolah yang sebelumnya ramai dibela warganet itu memilih menolak ikut dalam final ulang yang direncanakan MPR. Sikap tersebut disampaikan langsung pihak sekolah melalui pernyataan resmi yang diunggah ke media sosial mereka.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan bahwa sejak awal langkah yang mereka ambil bukan untuk menyerang siapa pun atau menjatuhkan kredibilitas penyelenggara lomba. Menurutnya, sekolah hanya ingin mendapatkan kejelasan dan klarifikasi atas polemik yang muncul selama perlombaan berlangsung.

Dalam pernyataan sikapnya, Indang menyebut apa yang dilakukan pihak sekolah merupakan bagian dari ikhtiar untuk mendorong pelaksanaan lomba yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel. Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan masyarakat yang terus mengalir sejak kasus ini viral.

Yang menarik, SMAN 1 Pontianak justru menegaskan mereka tetap menghormati hasil lomba sebelumnya dan mendukung penuh SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Pernyataan itu langsung bikin banyak warganet ikut tersentuh. Banyak yang menilai langkah SMAN 1 Pontianak sebagai sikap dewasa karena memilih tidak memperpanjang polemik meski sebelumnya sempat jadi pusat perhatian publik.

Indang menegaskan pihak sekolah tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba ulang sebagaimana yang telah diumumkan MPR. Dengan kata lain, keputusan mundur itu diambil meski publik sebelumnya ramai mendukung mereka untuk bertanding kembali.

Kasus ini sendiri mulai ramai setelah final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Kalbar viral di media sosial. Potongan video saat perlombaan memicu perdebatan panjang karena ada jawaban peserta yang dianggap benar oleh penonton, namun dinyatakan salah oleh dewan juri.

Video tersebut cepat menyebar dan memancing reaksi besar dari publik. Banyak netizen mempertanyakan keputusan juri, sementara sebagian lain menilai ada masalah teknis yang membuat situasi menjadi kacau.

Ketua MPR, Ahmad Muzani, akhirnya turun langsung memberikan penjelasan terkait polemik tersebut. Setelah melakukan evaluasi internal dan mendengar laporan dari Sekjen MPR, pihaknya memutuskan final lomba tingkat Kalbar akan diulang.

Tak hanya mengulang pertandingan, MPR juga memutuskan mengganti seluruh dewan juri dan pembawa acara atau MC. Langkah itu diambil demi menjaga netralitas dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap jalannya perlombaan.

Menurut Muzani, lomba tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2009 dan selama ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengenalkan Empat Pilar MPR kepada generasi muda di berbagai daerah.

Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, MPR menganggap lomba ini punya nilai penting dalam pendidikan kebangsaan.

Biasanya lomba berlangsung bertahap mulai dari tingkat kabupaten dan kota, lalu naik ke provinsi sebelum akhirnya masuk tingkat nasional yang digelar di Jakarta sekitar bulan Agustus.

Muzani mengatakan pimpinan MPR nantinya juga akan ikut mengawasi langsung jalannya final ulang agar proses perlombaan berjalan lebih transparan dan tidak lagi memicu polemik serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal, menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran terkait kejadian yang viral tersebut.

Dari hasil pendalaman awal, diduga ada gangguan teknis pada perangkat audio yang mengarah ke meja juri. Menurut Faisal, suara jawaban peserta sebenarnya terdengar cukup jelas oleh penonton dan siaran langsung, namun speaker yang dipakai juri disebut mengalami kendala.

Penjelasan itu sedikit banyak menjawab rasa penasaran publik yang sejak awal mempertanyakan bagaimana jawaban peserta bisa dianggap salah padahal terdengar benar dalam video yang beredar.

Salah satu sosok yang paling banyak mendapat perhatian publik adalah Josepha, peserta dari SMAN 1 Pontianak yang viral karena berani mempertahankan argumennya saat jawaban timnya dipersoalkan di depan juri.

Keberanian Josepha membuat namanya ramai dibicarakan warganet. Banyak orang memuji ketenangannya saat berbicara di forum lomba meski berada dalam situasi yang cukup menegangkan.

Efek viral itu ternyata membawa keberuntungan tersendiri. Josepha dikabarkan mendapat tawaran beasiswa kuliah ke Tiongkok lengkap dengan peluang ikatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan nanti.

Tak cuma itu, Gibran Rakabuming Raka juga disebut mengundang Josepha dan timnya untuk datang ke Jakarta. Mereka bahkan sudah bertolak menemui wapres bersama rombongan dari Kalbar.

Kini polemik lomba tersebut memang belum sepenuhnya reda. Namun di tengah panasnya perdebatan, keputusan SMAN 1 Pontianak untuk mundur dari final ulang justru dianggap banyak orang sebagai langkah yang elegan dan bikin simpati publik makin besar. (*)

You Might Also Like

Dari Bambu ke Beton, Jalan Sekolah Kini Lebih Aman, Ini yang Dilakukan Polres Banjarnegara

Lulusan SMK Menganggur, Komisi X DPR RI Desak Reformasi Pendidikan di Jateng

Ngopi Model Baru ala Mahasiswa UNY,  Kopi dari Daun Kelor, Nikmat dan Superfood

Gus Yasin Ajak Pramuka Jadi Teladan di Era Digital, Bukan Cuma Pandai Baris-Berbaris

Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota

TAGGED:cerdas cermatLCC 4 Pilarlomba cerdas cermattolak ikuti lomba
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jangan Asal Goreng, Ternyata Ada Telur Ayam Yang Bahaya Dikonsumsi
Next Article Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Adakah Vaksin Hantavirus?

Sst.. Libur Iduladha Bisa Panjang Kalau Pintar Ngatur Cuti

Jangan Asal Konten, Aturan Saudi Buat Jemaah Ternyata Ketat Banget

Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Nawal Yasin Ajak Pesantren Hidupkan Lagi “DNA Literasi”

April 7, 2026
Pendidikan

Pergeseran Arah Anggaran Pendidikan 2026: Alokasi Daerah Dipangkas, MBG Digas Pol

Januari 24, 2026
Foto: ilustrasi. Permasalahan guru meliputi berbagai aspek, mulai dari kesejahteraan, kompetensi, beban kerja, hingga tantangan dalam proses belajar mengajar. Guru butuh kepastian kerja dan perlindungan hukum agar bisa fokus menjalankan tugasnya.
Pendidikan

Pemerintah Harus Menjamin Perlindungan Hukum dan Kepastian Kerja Bagi Guru

Juli 15, 2025
Pendidikan

Undip Dukung Sektor Peternakan di Kadirejo Lebih Cuan

Februari 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Lomba Mau Diulang, Sekolah Ini Pilih Mundur Terhormat Saja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?