Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota

Setiap musim daftar sekolah, drama klasik selalu berulang. Kursi terbatas, pendaftar membludak, orang tua deg-degan, anak-anak waswas. Di Jateng, 2025 jadi titik balik. Negara mulai geser posisi. Bukan cuma nyuruh anak cari alternatif, tapi benar-benar buka pintu baru buat yang dompetnya tipis, juga buat yang bakatnya lari, lompat, dan angkat besi.

T. Budianto
Last updated: Desember 27, 2025 8:26 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
RESMIKAN SEKOLAH: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meresmikan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Keberbakatan Olahraga di Semarang, pertengahan Mei 2025. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Persoalan daya tampung sekolah menengah atas negeri tak lagi dibaca sekadar angka di tabel seleksi. Bagi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen, ini soal masa depan anak-anak yang tak boleh mentok gara-gara ekonomi.

Solusinya,  Sekolah Kemitraan. Pemprov Jateng menggandeng SMA dan SMK swasta, lalu menempatkan siswa dari keluarga kurang mampu tanpa pungutan sepeser pun. Orang tua tak dibebani biaya, sekolah dilarang narik tambahan.

“Pendidikan itu investasi masa depan. Negara harus hadir memastikan anak-anak tetap sekolah,” tegas Ahmad Luthfi. Skemanya simpel tapi efeknya terasa. Sekolah swasta jadi perpanjangan tangan negara. Anak-anak yang tak tertampung di negeri tetap bisa belajar dengan kualitas yang layak.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sadimin, bilang kebijakan ini lahir dari realita. Lulusan SMP terus bertambah, sementara bangku SMA/SMK negeri terbatas. “Daripada anak-anak putus sekolah, kapasitas kami perluas lewat sekolah swasta,” ujarnya.

Baca juga: Jalin Kemitraan dengan Sekolah Swasta, Pemprov Buka SPMB Tahap II

Pada tahun ajaran 2025/2026, Sekolah Kemitraan dijalankan bareng Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Sebanyak 56 SMA dan 83 SMK swasta ikut terlibat. Hasilnya, 2.390 murid diterima, 526 di SMA dan 1.864 di SMK.

Angka itu belum menutup semua kebutuhan. Tapi Pemprov tak berhenti di hitungan kuota. Sebanyak 2.614 murid tambahan kembali difasilitasi lewat seleksi berbasis tingkat kemiskinan. Prinsipnya satu: jangan sampai ada anak berhenti sekolah cuma karena isi dompet orang tuanya.

Dari sisi anggaran, komitmennya nyata. Sebanyak 2.390 murid Sekolah Kemitraan didanai APBD Jateng lewat BOS Daerah, masing-masing Rp2 juta per siswa per tahun dengan total anggarannya Rp2,39 miliar.

“Sisanya akan kami dukung lewat sumber pembiayaan lain mulai Januari 2026,” kata Sadimin. Tak cuma soal pemerataan akses, Pemprov Jateng juga pasang fokus ke prestasi olahraga. Lewat SMA Negeri Keberbakatan Olahraga, anak-anak bertalenta tak lagi dipaksa memilih: mau jadi atlet atau mau sekolah.

Sekolah Asrama

Sekolah ini diasramakan. Jadwal belajar menyesuaikan latihan dan pertandingan. Kurikulum nasional tetap jalan, tapi fleksibel. Pemprov bekerja sama dengan Disporapar dan induk cabang olahraga supaya prestasi dan pendidikan bisa tumbuh barengan.

Tahun ajaran 2025/2026, sekolah ini menampung 252 murid. Sebanyak 21 cabang olahraga dibina, dari atletik sampai wushu. Guru-gurunya diberi ruang kreatif menerapkan Kurikulum Merdeka dan teknologi pembelajaran.

Hasilnya mulai kelihatan. Di Popnas 2025, siswa SMAN Keberbakatan Olahraga menyumbang enam emas, satu perak, dan dua perunggu untuk Jawa Tengah. Buat Sadimin, medali memang penting, tapi bukan segalanya. “Kami ingin akses pendidikan merata, sekaligus memberi ruang bakat dan prestasi anak-anak Jateng tumbuh,” ujarnya.

Baca juga: 72.460 Siswa Miskin di Jateng Bisa Bersekolah Gratis Melalui Skema Ini

Lewat Sekolah Kemitraan, siswa kurang mampu tak lagi terhenti di gerbang sekolah. Lewat Sekolah Keberbakatan Olahraga, atlet muda tak perlu galau antara buku pelajaran dan arena lomba. Keduanya jalan bareng. Di Jateng, pendidikan mulai dimaknai lebih luas. Bukan cuma soal lulus, tapi soal kesempatan. Soal merawat potensi. Soal memastikan masa depan tak ditentukan semata oleh latar belakang.

Kalau dulu gagal masuk negeri rasanya kayak tamat riwayat, sekarang ceritanya beda. Sekolah tetap jalan, atlet tetap juara. Pesannya jelas: yang ditutup cuma gerbang lama, pintunya sekarang dibanyakin. (tebe)

You Might Also Like

Bhara Cup 2026 Bukan Cuma Turnamen, Tapi Seleksi Atlet Wartawan

Proyek Tanggul Laut Semarang Udah Jalan, Mengapa Walhi Konsisten Mengkritik?

Nyala Lilin, Doa Bersama dan Salat Gaib untuk Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

Posko PMI Semarang Jadi “Pit Stop” Favorit Pemudik

Sentil Keras Kesepakatan Dagang RI-AS, MUI: Ini Perjanjian atau Penjajahan?

TAGGED:ahmad luthfidinas pendidikan jatengheadlinepemprov jatengpendidikan jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dulu Pelan karena Lubang, Sekarang Gaspol
Next Article Pajak Daerah Semarang Tembus Rp2,6 T

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Souvenir Wanginya Kebangetan, Nikahan Anak Soimah Malah Makin Ramai Dibahas

Jakarta Mulai Waspada, Hantavirus Diam-Diam Bikin Geger Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

DPR Siap Tindaklanjuti Putusan MK soal Perempuan di Parlemen

November 1, 2025
Ekonomi

Air Boyolali Dilirik Investor Tiongkok, Duit Rp160 Miliar Siap Mengalir

Januari 15, 2026
Pendidikan

Pergeseran Arah Anggaran Pendidikan 2026: Alokasi Daerah Dipangkas, MBG Digas Pol

Januari 24, 2026
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.
Ekonomi

Bitcoin Keok! Turun 13% dalam 5 Hari, Level Terendah Sejak April 2025

Februari 5, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?