BACAAJA, BANTEN – Kasus pembacokan anggota Brimob di Banten oleh sekelompok mata elang (matel) atau debt collector (DC) makin panas.
Pembacokan itu belakangan diketahui melibatkan oknum prajurit TNI Angkatan Darat berinisial Kopral R. Kopral R yang disebut sebagai intel TNI itu resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan di Denpom III/4 Serang.
Kopral R diduga ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua personel Brimob Polda Banten bareng sekelompok matel. Yang bikin publik makin kaget, Kopral R juga diduga jadi backing para matel tersebut.
Bacaaja: Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap
Bacaaja: Terungkap! Alasan Warga dan Petani Temanggung Ramai Tolak Pembangunan Batalion TNI
“Sudah kita proses dan dijadikan tersangka. Ditahan di Denpom III/4 Serang. Patut diduga jadi backing matel,” kata Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin Abdillah, Kamis (4/6/2026).
FYI, Kopral R merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Kodim 0602/Serang.
Sebelumnya, polisi udah lebih dulu menangkap empat debt collector yang diduga ikut dalam aksi brutal itu. Sementara enam orang lainnya masih diburu.
Dua orang pertama yang diamankan adalah FN dan YS. Mereka ditangkap nggak lama setelah kejadian saat hendak kabur lewat Gerbang Tol Serang Barat.
Nggak berhenti di situ, polisi juga berhasil nyiduk dua pelaku lain berinisial GB dan MM di wilayah Tangerang setelah dilakukan pengejaran.
Berdasarkan hasil penyelidikan, para matel ini ternyata punya grup komunikasi sendiri lewat aplikasi bernama PT Putra Putri. Isinya data kendaraan yang nunggak leasing sekaligus buat koordinasi ngawasin target di jalan.
Jadi sistemnya udah kayak patroli sendiri.
Pada malam kejadian, mobil yang dikendarai anggota Brimob disebut sempat dilempari batu, dipukul-pukul, sampai diancam buat menyerahkan kendaraan.
Kalau nggak mau mobil ditarik, korban diminta ngasih uang. Tapi karena nggak ada kesepakatan, situasi langsung chaos dan berujung keributan.
Nggak lama kemudian, sejumlah personel Brimob datang ke lokasi setelah tahu rekan mereka dikeroyok belasan matel.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat beberapa anggota Brimob berseragam hitam lengkap, bahkan ada yang membawa senjata laras panjang, menggiring dua debt collector yang berhasil diamankan ke dalam mobil.
Polda Banten sendiri menegaskan bakal sikat aksi premanisme berkedok penarikan kendaraan di jalan.
“Kami mengimbau agar tidak ada lagi kegiatan premanisme dengan cara-cara merampas kendaraan di jalan,” kata pihak kepolisian.
Kasus ini pun langsung jadi sorotan publik karena melibatkan anggota TNI, debt collector, dan personel Brimob sekaligus. Banyak netizen yang geleng-geleng kepala karena aksi penarikan kendaraan kini makin sering berujung brutal di jalanan. (*)

