Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Publik Bicara Setahun Agustina-Iswar: Jalan Bolong-bolong, Masih Langganan Banjir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Publik Bicara Setahun Agustina-Iswar: Jalan Bolong-bolong, Masih Langganan Banjir

R. Izra
Last updated: Februari 27, 2026 5:00 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
PAWAI DUGDERAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memimpin pelaksanaan pawai budaya Dugderan 2026 menyambut bulan suci Ramadan, Senin (16/2/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Setahun sudah Agustina Wilujeng Pramestuti-Iswar Aminuddin memimpin Kota Semarang. Di masa kepemimpinannya, berbagai program berjalan. Tapi di lapangan, obrolan warga ternyata masih dipenuhi catatan kecil yang kalau dikumpulkan, rasanya nggak kecil juga.

“Jalanan masih banyak yang bolong,” kata Muiz (23), setengah tertawa, tapi nadanya serius.

Menurutnya, beberapa titik di Semarang terasa kurang terawat. Ia juga menyinggung soal knalpot brong yang suaranya masih sering bikin kaget di jalanan.

Bacaaja: Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?
Bacaaja: Satu Tahun Agustina-Iswar: Ijazah Nggak Lagi Disandera, SPP Nggak Bikin Deg-degan

“Terus kalau ada komplain, rasanya sekarang nggak se-gercep dulu,” tambahnya. Kamis (26/02/2026)

Keluhan soal jalan berlubang juga disampaikan Yassar (22). Ia merasa masih cukup sering menemukan aspal yang rusak di beberapa ruas jalan.

Selain itu, satu hal yang bikin dia heran adalah banjir di kawasan sekitar Stasiun di Semarang yang seperti datang dan pergi, tapi nggak benar-benar selesai.

Kawasan sekitar Stasiun di Semarang memang sering jadi sorotan tiap musim hujan. Air menggenang, lalu lintas tersendat, dan warga cuma bisa berharap air cepat surut.

Belum selesai soal jalan dan banjir, pembicaraan beralih ke transportasi umum, khususnya Trans Semarang. Nana (23) langsung mengangguk saat ditanya soal BRT.

“Armada-nya menurutku kurang. Soalnya tiap naik selalu penuh. Nunggu bus berikutnya juga lama,” ujarnya. Kamis (26/02/2026)

Menurutnya, ini sebenarnya tanda bagus, artinya warga banyak yang minat naik BRT. Tapi kalau jumlah armadanya nggak nambah, penumpang jadi desak-desakan dan akhirnya malas.

Yassar juga menambahkan, beberapa bus terasa seperti belum ada peremajaan. Bahkan ada keluhan soal sopir yang dinilai kadang ugal-ugalan, khususnya di armada besar, bukan feeder.

“Yang bus gede itu lho, kadang ngebut,” katanya. Kamis (26/02/2026)

Masalah lain yang bikin geleng kepala adalah pengendara motor yang naik ke trotoar. Trotoar yang seharusnya aman buat pejalan kaki, malah sering jadi jalur alternatif saat macet.

Ditambah lagi lahan parkir yang sempit di beberapa titik kota, bikin suasana makin semrawut.

Obrolan ini memang terdengar seperti kumpulan kritik. Tapi kalau didengar baik-baik, sebenarnya ini bentuk kepedulian. Warga masih berharap kotanya nyaman.

Mereka ingin jalan yang mulus, transportasi publik yang layak dan cukup, banjir yang benar-benar tertangani, dan aturan yang ditegakkan dengan konsisten.

Semarang terus berkembang. Gedung bertambah, kawasan ramai, aktivitas makin padat. Tapi di balik itu, hal-hal mendasar seperti jalan, banjir, dan transportasi tetap jadi ukuran sederhana, apakah kota ini terasa enak ditinggali atau tidak.

Suara-suara seperti Muiz, Yassar, dan Nana mungkin terdengar biasa. Tapi justru dari percakapan ringan itulah gambaran kota hari ini bisa terlihat apa adanya. (dul)

You Might Also Like

RUU LPSK, Komisi XIII DPR dan LPSK Sepakat Aturan Harus Lebih “Nendang” untuk Lindungi Korban dan Saksi

Perkembangan Terbaru Kondisi Longsor Situkung Banjarnegara

Anak Zaman Scroll Harus Waras

Audit Diprotes, Kades Hoho Siap Lawan Lewat Jalur Hukum

Bareng Buruh dan Ojol, Polisi Banjarnegara Rawat Guyub Kamtibmas

TAGGED:banjirheadlinejalan rusakpublik bicarasetahun agustina-iswar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Regulasi Tar-Nikotin: Adaptasi Bijak untuk Ekosistem Tembakau Nusantara
Next Article Kuasa hukum korban, Bagas Wahyu Jati mengulik surat perdamaian kasus Chiko usai memantau sidang, Kamis (26/2/2026). (bae) Korban Ngaku Tertekan saat Didatangi Keluarga Chiko, Perdamaian di Atas Paksaan?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

IKA Lemhannas Jateng-LPMK Banyumanik Dekatkan Pancasila dengan Gen Z

Sate Berujung Maut, Menantu Klaim Dikasih Jampi-Jampi Bukan Racun

Cek, Napas Masih Panjang atau Mulai Pendek? Paru-Paru Punya Jawaban

2 Juni Dompet Mulai Senyum, Gaji Ke-13 Cair Bawa Kabar Lega

Terong Tiap Hari Memang Nikmat, Tapi Ada Batas Aman, Simak yuk

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Taman Balekambang Solo.
Info

Buruan Daftar! Siapa Tahu Kamu-lah Sebenarnya CEO yang Dicari Pemkot Solo

Januari 6, 2026
BGN mengajukan anggaran untuk program MBG tahun 2026 sebesar Rp 335 triliun. Sasaran 82,9 juta penerima. Dalam setiap bulan sebesar Rp25 triliun.
Info

Riset UI Bongkar Cerita MBG, Anak Bosan, Sayur Banyak

Maret 5, 2026
Unik

Kamu Salah! Gak Semua Negara Rayain Tahun Baru pada 1 Januari

Januari 1, 2026
TANGANI BANJIR--Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyampaikan strategi tangani banjir rob saat Rembug Pembangunan Jateng di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026). (bae)
Info

Ogah Nanggung Beban Sendirian, Pemkot Semarang Ajak Daerah Lain Kompak Atasi Banjir-Rob

Mei 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Publik Bicara Setahun Agustina-Iswar: Jalan Bolong-bolong, Masih Langganan Banjir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?