Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Satu Tahun Agustina-Iswar: Ijazah Nggak Lagi Disandera, SPP Nggak Bikin Deg-degan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Satu Tahun Agustina-Iswar: Ijazah Nggak Lagi Disandera, SPP Nggak Bikin Deg-degan

Di kota yang dulu masih ada cerita ijazah “ditahan” dan siswa was-was karena SPP nunggak, sekarang pelan-pelan narasinya berubah. Di bawah komando Wali Kota Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, akses pendidikan di Semarang makin kebuka. Bukan cuma bangun gedung, tapi beresin hal-hal yang selama ini bikin masa depan anak ketahan di laci sekolah.

T. Budianto
Last updated: Februari 26, 2026 6:32 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
BUNDA LITERASI: Wali Kota Semarang wefie bersama siswa SMP 39 Semarang dalam kegiatan Roadshow Bunda Literasi Semarang 2026, baru-baru ini. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Setahun kepemimpinan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dan Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, sektor pendidikan jadi salah satu yang paling kerasa dampaknya.

Lewat program “Semarang Cerdas”, bagian dari lima pilar pembangunan, Pemkot nggak cuma ngomong soal visi, tapi langsung nyentuh problem klasik: SPP nunggak, ijazah tertahan, sampai sekolah swasta yang megap-megap biaya operasional.

“Pendidikan itu kunci masa depan. Semua anak harus punya kesempatan yang sama,” tegas Agustina di awal periode. Kalimat itu nggak berhenti jadi kutipan. Data 2025 menunjukkan IPM Kota Semarang tembus 85,80, tertinggi di Jateng.

Rata-rata lama sekolah 11,11 tahun. Survei Litbang Kompas bahkan mencatat tingkat kepuasan warga ke pasangan ini di angka 83,6 persen. Lumayan bikin percaya diri.

Baca juga: Kota Semarang Bawa Pulang Penghargaan Pendidikan dari Kemendagri

Cerita paling bikin lega datang dari 122 anak di 15 sekolah. Total Rp71 juta lebih SPP tertunggak mereka dilunasi Pemkot sepanjang 2025. Buat sebagian orang, angka itu mungkin cuma statistik.

Tapi buat anak yang takut nggak naik kelas karena belum bayar SPP, itu soal harga diri dan masa depan. Memang, masih ada 1.053 siswa yang tercatat punya tunggakan. Tapi langkah awal ini jadi sinyal: sekolah bukan tempat bikin trauma finansial.

Lewat hibah Pembiayaan Bantuan Operasional Sekolah Swasta (P-BOSP), ribuan siswa di 129 sekolah swasta dapat bantuan operasional. Jumlah tersebut meliputi, 41 TK, 47 SD dan 44 SMP dengan total anggaran 2025 tembus Rp25,79 miliar.

Tahun 2026 ditarget naik jadi 135 sekolah. Bukan cuma siswanya, 1.482 guru swasta non-sertifikasi juga dapat bantuan operasional. Plus, 35 sekolah swasta dapat keringanan PBB. Ujungnya, angka putus sekolah tingkat SD nol persen. SMP cuma 0,01 persen. Tipis banget.

Polemik Ijazah

Ini bagian yang paling satir sekaligus menyentuh. Selama ini, ijazah sering “ngendon” di sekolah karena urusan biaya. Padahal tanpa ijazah, mau daftar kerja atau lanjut kuliah jadi ribet.

Sepanjang 2025, tercatat 374 ijazah berhasil dikembalikan ke pemiliknya dari 36 sekolah. Tapi PR-nya masih panjang: 10.335 ijazah masih tertahan. “Ijazah itu hak anak, bukan barang jaminan,” tegas Agustina.

Kalimat yang simpel, tapi nendang. Beasiswa juga ngalir buat ribuan siswa dan belasan mahasiswa kurang mampu. Tahun depan, kuotanya diperluas sampai ribuan penerima baru.

Di sisi lain, 43 ruang kelas baru SD dibangun, ratusan ruang diperbaiki. SMP juga kebagian. Rapor Pendidikan naik. Indeks literasi 82,16 persen, numerasi 77,74 persen.

Baca juga: Atasi Blank Spot Pendidikan, Pemkot Semarang Dorong Tiga SMA Negeri Baru

Dan karena sekolah bukan cuma soal buku paket, Pemkot juga gas 23 kompetisi olahraga, seni, dan inovasi, plus 70 event budaya. Dari POPDA sampai lomba board game piala wali kota, anak muda dikasih panggung buat unjuk bakat.

Program ini diklaim nyambung sama pilar lain: birokrasi bersih, ekonomi warga menguat, infrastruktur dibenahi, sampai penanganan banjir biar anak nggak telat sekolah karena jalan tergenang.

Bicara soal target 2026, Pemkot sudah ancang-ancang memperbanyak sekolah swasta gratis, beasiswa diperbanyak hingga kompetisi antarpelajar yang makin variatif. Dan janji klasik tapi krusial: jangan ada anak Semarang putus sekolah karena biaya.

Setahun ini, narasi pendidikan di Semarang pelan-pelan berubah. SPP dicicil jadi lunas. Ijazah yang lama “disandera” mulai kembali ke tangan yang berhak. Ruang kelas yang dulu bocor sekarang lebih nyaman.

Satirnya begini: di kota ini, selembar ijazah akhirnya berhenti jadi sandera administrasi dan kembali jadi tiket masa depan. Karena kalau pendidikan masih kalah sama urusan kuitansi, yang tertahan bukan cuma kertas, tapi mimpi. (tebe)

 

You Might Also Like

COO PSIS: Enam Poin Harga Mati

Perpus Rasa Kafe, Pemkot Siap Bikin Warga Betah Baca

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Penyakit Kusta di Jateng Tinggi, 1.541 Kasus Terungkap Sepanjang 2025

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

TAGGED:headlineindonesia emas 2035pendidikanpendidikan kota semarangsetahun agustina-iswar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kemenhub RI: 38,7 Juta Pemudik Masuk ke Jateng
Next Article Duit RT Rp25 Juta Bikin Senyum, Tapi Cairnya Bikin Deg-degan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PADEL PERKUAT KOLABORASI - PLN Icon Plus ikuti gelaran Naven Padel Series 2026 Seri Yogyakarta, untuk memperkuat kolaborasi PLN Group.

PLN Icon Plus Jadi Bagian Gelaran Naven Padel Series 2026, Perluas Kolaborasi PLN Group

PKL SIMPANG LIMA - Pembeli sedang membeli dagangan di lapak PKL Simpang Lima Semarang, turut Jalan Ahmad Yani, Senin (31/8/2026). (dul)

Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi

AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026).

Heboh! Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk saat Diresmikan Bupati

Portal Malioboro Bikin Lansia Kesusahan Melintas

Kondisi lapak pedagang di kawasan Simpang Lima Semarang yang masih sepi pembeli, Senin (31/8/2026). (dul)

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Asap mengepul di Teheran, setelah militer Israel melancarkan serangan ke Iran, Sabtu (28/2/2026).
Info

AS-Israel Bersatu Serang Iran, Bombardir Ibu Kota Teheran dan Instalasi Militer

Februari 28, 2026
Info

Saat 2.500 Langkah Sunyi Menghidupkan Solo

Juni 17, 2026
Daerah

Update Terbaru Kabar Longsor Majenang di Balik Jalan Terjal Pencarian Hari Ini

November 15, 2025
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Info

Respons Istana soal Teror kepada Ketua BEM UGM: Enggak Tahu Siapa

Februari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Satu Tahun Agustina-Iswar: Ijazah Nggak Lagi Disandera, SPP Nggak Bikin Deg-degan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?