Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Penyakit Kusta di Jateng Tinggi, 1.541 Kasus Terungkap Sepanjang 2025
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Penyakit Kusta di Jateng Tinggi, 1.541 Kasus Terungkap Sepanjang 2025

Masih banyak yang menganggap kusta sebagai penyakit yang menakutkan. Padahal, faktanya penyakit ini bisa disembuhkan asal cepat terdeteksi dan rutin diobati.

T. Budianto
Last updated: Juli 11, 2026 5:51 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
ELIMINASI KUSTA: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama sejumlah kepala daerah lain menandatangani komitmen percepatan eliminasi kusta pada acara Konferensi Nasional Kusta 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Pemprov Jateng bakal mengoptimalkan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai ujung tombak percepatan eliminasi penyakit kusta di wilayahnya.

Melalui dua program tersebut, skrining dan deteksi dini akan diperluas hingga ke masyarakat agar penderita bisa segera mendapatkan pengobatan sekaligus memutus rantai penularan.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi saat menghadiri Konferensi Nasional Kusta 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Dalam forum tersebut, Luthfi bersama para gubernur lainnya membacakan deklarasi komitmen percepatan eliminasi kusta di daerah masing-masing.

Menurut Luthfi, stigma bahwa kusta adalah kutukan harus segera dihapus. Ia menegaskan penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri dan sudah tersedia pengobatan yang efektif. “Bupati dan Wali Kota harus dikasih target, pemerintah kabupaten/kota harus melakukan suatu terobosan untuk deteksi dini terkait kusta ini,” ujar Luthfi.

Baca juga: Pemprov Siagakan Mobil Speling di Sirampog

Ia meminta seluruh pemerintah daerah di Jateng bergerak lebih aktif melakukan penemuan kasus sejak dini. Dinas kesehatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, juga diminta memastikan setiap penderita mendapatkan pengobatan hingga tuntas.

Luthfi menilai pemberantasan kusta tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat menjadi kunci agar penyakit tersebut benar-benar dapat dieliminasi.

Data Pemprov Jateng menunjukkan, sepanjang 2025 ditemukan 1.541 kasus kusta. Sementara hingga triwulan II tahun 2026, sudah tercatat sekitar 837 kasus.

Deteksi Dini

Meski angkanya masih tergolong tinggi, Luthfi menilai hal itu sekaligus menunjukkan bahwa sistem deteksi dini mulai bekerja lebih baik. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang penderita sembuh tanpa mengalami kecacatan.

Karena itu, program Speling yang selama ini berfokus menghadirkan layanan dokter spesialis ke daerah akan diperluas dengan memasukkan skrining kusta sebagai salah satu layanan rutin.

Seluruh data hasil pemeriksaan dari kabupaten dan kota nantinya akan dihimpun di tingkat provinsi sebagai dasar untuk menentukan langkah intervensi yang lebih tepat.

Selain deteksi dini, Pemprov juga memastikan setiap penyintas memperoleh pengobatan secara berkelanjutan tanpa terputus. Lama terapi bervariasi, mulai enam bulan, 12 bulan, bahkan hingga dua tahun, tergantung kondisi pasien. Jika pengobatan dihentikan di tengah jalan, proses terapi harus diulang dari awal sehingga berisiko memperpanjang masa penyembuhan.

Baca juga: Pemerintah Fokus Tambah Dokter Spesialis

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kusta merupakan penyakit akibat infeksi bakteri, bukan penyakit yang mudah menular seperti infeksi virus.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan soal obat, melainkan masih banyaknya penderita yang terlambat terdeteksi. “Kusta ini yang jadi masalah adalah telat terdeteksi, maka untuk mengeliminasi kusta harus ditingkatkan lagi pendeteksiannya. Strateginya cuma satu, temukan sebanyak-banyaknya lalu diobati,” kata Budi.

Pemerintah berharap langkah memperluas skrining melalui Speling dan CKG mampu mempercepat target eliminasi kusta sekaligus mengikis stigma yang selama ini masih melekat di tengah masyarakat.

Yang sering bikin penyakit ini berbahaya bukan bakterinya semata, melainkan rasa malu yang membuat orang enggan memeriksakan diri. Padahal, kusta bisa disembuhkan, asal yang disembunyikan bukan penyakitnya, melainkan stigma buruknya.  (tebe)

You Might Also Like

Forpela Resmi Lahir, Agustina: Perempuan Harus Jadi Penjaga Toleransi Kota

KSPN Desak Kenaikan UMK 2026 Minimal 10 Persen

Puan-Anindya Ngobrol Serius Tapi Santai: Yuk, Bisnis Jalan, Program Negara Aman

Rektor Unsoed Kena OTT, Siapa Tanda Tangan Ijazah?

Baru 6 Hari Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi

TAGGED:ahmad luthfidokter spelingheadlinekustapemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Baru Dibuka Lima Hari, Jembatan Serayu Malah Bikin Celaka
Next Article Febrie Adriansyah Mundur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Budai Award 2026 untuk Gus Yasin

Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot

HP Murah Makin Seret, Harga Memori Jadi Biang

Rayakan 81 Tahun Pengayoman dengan Semangat Harmoni

Transportasi Umum Jateng Mulai Ganti Gigi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Suasana hangat Halal Bihalal Bacaaja.
Info

Halal Bihalal Bacaaja: Hangatnya Kebersamaan, Menguatkan Semangat Baru Pascalebaran

Maret 31, 2026
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapenda Jateng, Muhamad Masrofi.
Info

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Dipermudah, Nggak Punya KTP Pemilik Lama Tetap Bisa

April 25, 2026
Info

Gedung Ponpes di Sidoarjo Ambruk, 100 Santri Jadi Korban, Ada yang Meninggal

September 30, 2025
Info

Bukan Cuma Ajang Kumpul, Tapi Jadi Pionir Perubahan

Mei 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Penyakit Kusta di Jateng Tinggi, 1.541 Kasus Terungkap Sepanjang 2025
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?