Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Temui Warga Mangkang, Agustina Fokus Benahi RTLH dan Pengairan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Temui Warga Mangkang, Agustina Fokus Benahi RTLH dan Pengairan

Kadang solusi itu bukan lahir dari ruang rapat ber-AC, tapi dari obrolan di gang kampung. Saat menyambangi Mangkang, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng tak cuma mendengar keluhan warga, tapi langsung membidik sederet persoalan yang selama ini bikin warga geleng kepala.

T. Budianto
Last updated: Juli 11, 2026 6:25 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
KUNJUNGI WARGA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi salah satu rumah warga di Mangkang Kulon, Tugu, Kota Semarang, Jumat, (10/7/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kunjungan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng ke Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Jumat (10/7/2026), bukan sekadar agenda temu warga.

Dari dialog yang berlangsung santai, sederet persoalan langsung masuk daftar pekerjaan rumah Pemerintah Kota Semarang. Mulai dari kemiskinan ekstrem, rumah tidak layak huni (RTLH), layanan kesehatan, hingga persoalan pengairan sawah yang selama ini juga memicu banjir ke permukiman warga, semuanya dibahas dalam satu rangkaian kunjungan lapangan.

Salah satu target besar yang kembali ditegaskan Agustina adalah percepatan renovasi rumah tidak layak huni. Tahun ini, Pemkot Semarang membidik penyelesaian sebanyak 2.500 unit RTLH.

“Prioritas utama di tahun ini, kami menargetkan penyelesaian 2.500 unit RTLH untuk kita bereskan bersama. Pemerintah Kota Semarang mengalokasikan 1.500 unit, dan kami mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat sebanyak 1.000 unit, serta stimulan dari pemerintah provinsi,” ujar Agustina.

Baca juga: Banjir Kembali Terjang Mangkang Kulon

Ia memastikan, jika kuota yang tersedia masih belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga, Pemkot tidak akan tinggal diam. Jalur kolaborasi dengan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bakal dimaksimalkan agar lebih banyak rumah warga bisa diperbaiki.

Tak hanya urusan tempat tinggal, kondisi kesehatan warga juga ikut menjadi perhatian. Saat berkeliling lingkungan, Agustina menerima laporan adanya warga yang mengalami stroke dan membutuhkan penanganan lebih cepat. Karena itu, ia meminta jajaran Puskesmas tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi lebih aktif turun langsung ke lingkungan warga.

“Saat meninjau lingkungan tadi, saya melihat ada beberapa hal yang harus segera diintervensi. Masyarakatnya juga secara kesehatan saya minta dicek. Saya berharap jajaran Puskesmas untuk lebih rajin turun ke lapangan, tadi ada laporan warga yang terkena stroke dan saya minta itu segera ditangani dengan cepat,” katanya.

Sistem Pengairan

Persoalan lain yang ikut mencuat adalah sistem pengairan di kawasan persawahan Mangkang. Agustina menemukan adanya penyempitan saluran menuju pintu air sehingga aliran sungai justru meluap ke permukiman sebelum mengairi lahan pertanian.

Menurutnya, kondisi itu harus segera dibenahi agar sawah tetap mendapatkan pasokan air tanpa membuat rumah warga ikut terendam. Ia pun langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang melakukan pengecekan lapangan, memperlebar saluran, sekaligus mengganti pintu air lama dengan ukuran yang lebih besar.

“Ada kendala saluran yang menyempit dari sungai ke pintu menuju sawah, dimensinya agak kecil sehingga memicu limpasan ke pemukiman. Saya sudah meminta Dinas PU untuk mengecek dan memperlebar saluran tersebut.

Pola penanganannya adalah dengan mengganti pintu air yang lama dengan dimensi yang jauh lebih besar agar pengairan sawah lancar tanpa merendam rumah warga,” jelasnya.

Baca juga: 2 Pekan Warga Mangkang Semarang Terisolasi, Jembatan Putus Disapu Banjir

Bagi Agustina, turun langsung ke kampung bukan sekadar seremonial, melainkan cara paling efektif untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dengan melihat kondisi secara langsung, berbagai persoalan bisa dipetakan lebih cepat dan solusi yang diambil pun tidak meleset dari kenyataan yang dihadapi warga setiap hari.

Keluhan warga memang tak akan selesai hanya dengan difoto lalu diunggah ke media sosial. Sebab yang dibutuhkan bukan sekadar kunjungan, melainkan pekerjaan yang benar-benar tuntas. (tebe)

You Might Also Like

Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus

Hujan Angin Bikin Purbalingga Kocar-Kacir, Rumah Ambruk dan Listrik Ikut Padam

Jateng Surplus Beras 1,5 Juta Ton

Joki UTBK Unesa Bikin Geleng Kepala, Santai Banget

Prabowo Ajak Tinggalkan Seng, Pilih Atap Tradisional

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wabup Sukoharjo: “Pemerintahan Normal, Kami Tunggu Penjelasan KPK”
Next Article CEK SALURAN--Wali Kota Semarang mengecek saluran air di Kampung Tambaklorok untuk memitigasi dampak rob, Kamis (9/7/2026). (ist) Mitigasi Rob Tambak Lorok, Saluran Air hingga Tanggul Retak bakal Diperbaiki

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Isu Rusuh Agustus Jilid II, Publik Diminta Waspada

Hanura Desak Prabowo Kejar Dalang Karhutla

Budai Award 2026 untuk Gus Yasin

Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot

HP Murah Makin Seret, Harga Memori Jadi Biang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)
Hukum

Bawa Sajam, 7 Remaja di Batang Digagalkan Tawuran

Agustus 18, 2026
RIBUAN GEMPA SUSULAN - Pulau Flores di NTT terus diguncang gempa susulan, setelah gempa pertama terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu. Peta dari BMKG menunjukkan sebaran titik gempa susulan. (ist)
Info

Flores NTT Diguncang 2.403 Gempa Susulan

Agustus 19, 2026
Info

Warga Pantura Minta Giant Sea Wall Jangan Cuma Untungkan Pemodal

Juni 22, 2026
Ilustrasi TKI.
Info

Derita Warga Temanggung, 20 Tahun Kerja di Malaysia Gak Digaji

November 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Temui Warga Mangkang, Agustina Fokus Benahi RTLH dan Pengairan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?