BACAAJA, BANYUMAS – Jembatan Sungai Serayu di jalur Kalibagor-Banyumas kembali menjadi sorotan setelah rangka besi bagian atasnya roboh akibat tertabrak truk pengangkut alat berat, Jumat (10/7/2026) dini hari. Insiden ini terjadi hanya lima hari setelah jembatan tersebut kembali dibuka untuk lalu lintas usai proses perbaikan.
Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 02.30 WIB. Sebuah truk self loader yang membawa ekskavator melaju dari arah Purwokerto menuju Banyumas saat melintasi jembatan.
Diduga tinggi muatan alat berat melebihi ruang bebas jembatan sehingga menghantam rangka besi di bagian atas. Benturan keras membuat konstruksi logam tersebut roboh dan menutup sebagian badan jalan.
Rangka besi yang ambruk langsung melintang di jalur kendaraan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terganggu dan menciptakan situasi berbahaya bagi pengendara yang melintas.
Tak lama setelah kejadian pertama, kecelakaan kedua pun terjadi di lokasi yang sama. Seorang pengendara sepeda motor melaju dari arah yang sama tanpa menyadari ada rangka besi yang sudah melintang di jalan.
Minimnya penerangan di sekitar lokasi membuat pengendara terlambat melihat halangan di depannya. Akibatnya, motor yang dikendarai langsung menghantam rangka besi yang roboh.
Korban diketahui berinisial KR (42), warga Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Ia mengalami patah tulang pada jari tengah tangan kanan serta luka lecet di bagian tangan kiri.
Korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sementara kendaraan yang terlibat juga diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Petugas Satlantas Polresta Banyumas segera datang ke lokasi usai menerima laporan kejadian. Mereka mengatur lalu lintas sekaligus melakukan pengamanan di sekitar jembatan agar tidak terjadi kecelakaan susulan.
Polisi menduga penyebab utama insiden berasal dari muatan ekskavator yang membentur rangka atas jembatan saat truk melintas. Dugaan tersebut masih didalami bersama pihak terkait.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas juga memeriksa kondisi kendaraan dan konstruksi jembatan. Keterangan sopir truk menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan.
Insiden ini menyita perhatian warga karena jembatan tersebut baru saja selesai diperbaiki dan kembali difungsikan sejak awal pekan. Banyak pengguna jalan tidak menyangka kerusakan kembali terjadi dalam waktu yang sangat singkat.
Ruas Kalibagor-Banyumas sendiri merupakan jalur yang cukup padat dilalui kendaraan setiap hari. Karena itu, gangguan pada jembatan berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
Petugas mengimbau pengendara agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi lokasi, terutama pada malam hingga dini hari ketika jarak pandang lebih terbatas.
Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya memastikan dimensi kendaraan dan tinggi muatan sesuai dengan batas aman sebelum melintasi jembatan atau infrastruktur sejenis. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kerusakan fasilitas umum sekaligus menghindari munculnya korban akibat kecelakaan lanjutan. (*)

