Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bediding Belum Pergi, Jawa Tengah Masih Menggigil Hingga Dua Bulan Lagi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bediding Belum Pergi, Jawa Tengah Masih Menggigil Hingga Dua Bulan Lagi

Nugroho P.
Last updated: Juli 10, 2026 7:46 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi cuaca dingin.
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Udara dingin masih menyelimuti banyak wilayah di Jawa Tengah meski musim kemarau sudah berjalan. Fenomena yang akrab disebut bediding ini diperkirakan masih akan terasa hingga sekitar dua bulan ke depan.

Pada malam hingga menjelang pagi, suhu udara terasa jauh lebih dingin dibanding biasanya. Sebaliknya, saat siang hari cuaca justru berubah terik dengan sinar matahari yang cukup menyengat.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi tersebut merupakan ciri khas puncak musim kemarau. Fenomena ini diperkirakan masih berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Salah satu penyebabnya adalah menguatnya angin Monsun Australia. Angin ini membawa massa udara yang lebih dingin dan kering ke wilayah Indonesia karena saat ini Australia sedang memasuki musim dingin.

Selain itu, langit yang cenderung cerah pada malam hari membuat panas dari permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer. Akibatnya, suhu udara turun cukup drastis menjelang dini hari.

Saat siang tiba, permukaan bumi kembali menyerap panas matahari secara maksimal. Perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara siang dan malam inilah yang membuat udara terasa lebih menusuk saat pagi hari.

Fenomena bediding paling terasa di kawasan dataran tinggi. Salah satu wilayah yang kembali menjadi perhatian adalah Dataran Tinggi Dieng di Kabupaten Banjarnegara.

Di kawasan wisata tersebut, embun es kembali muncul dan menutupi rerumputan, tanaman, hingga permukaan kendaraan yang diparkir di area terbuka. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Berdasarkan pemantauan suhu di Dieng, udara pada pagi hari sempat mencapai sekitar minus 6 derajat Celsius. Angka itu menjadi suhu terendah yang tercatat selama musim kemarau tahun ini.

Embun es terbentuk ketika suhu permukaan turun hingga berada di bawah titik beku. Kondisi itu membuat uap air berubah menjadi lapisan kristal es tipis yang menempel pada berbagai permukaan.

Meski terlihat indah, udara yang sangat dingin juga membuat masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh. Menggunakan pakaian hangat dan memenuhi kebutuhan cairan menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati fenomena embun es di Dieng, disarankan datang pada pagi buta dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca serta keselamatan selama perjalanan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir berlebihan karena bediding merupakan fenomena alam yang lazim muncul setiap musim kemarau. Intensitasnya hanya terasa lebih kuat ketika udara sangat kering dan langit minim tutupan awan.

Selama puncak kemarau masih berlangsung, warga Jawa Tengah diperkirakan akan terus merasakan udara dingin pada malam hingga pagi hari, sementara siang hari tetap didominasi cuaca panas dan kering. Kondisi ini diperkirakan baru berangsur berkurang setelah puncak musim kemarau mulai berlalu. (*)

You Might Also Like

Si Jago Merah Ngamuk di Metro Sport Center, Kerugian Ditaksir Rp5 M

Rampung Hukuman, WN India Kasus Narkotika Langsung Dideportasi

Talud Rowosari Jebol, Warga Auto Cemas: Tolong Pasang Bronjong, Jangan Nunggu Banjir!

Gratis, Pelajar SMP Semarang Bisa Adu Skill Free Fire di K-RUSH

Dapur Marhaen PDIP Gak Cuma Makan Gratis, tapi Jadi Ruang Sosial Warga

TAGGED:bedidingbmkgcuaca dingin
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jaksa melintas di lobi kantor Kejati Jateng. (bae) Polda Jateng Larang Pengelola SPPG Polri Hadiri Panggilan Kejaksaan, Kejati: Ya Monggo, tapi . . .
Next Article Pikap Koperasi Merah Putih Masuk Selokan di Banyumas Hingga Terguling

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jazz Atas Awan Balik Lagi, 13 Anak Gimbal Bakal Diruwat

KPK Kembali Geledah Rektorat Unsoed, Bawa Empat Koper

Maulid dan Maulud, Apa Bedanya Menurut Quraish Shihab?

MAKNA KEMERDEKAAN - Bagi PLN Icon Plus, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kontribusi hadirkan solusi teknologi, telekomunikasi, konektivitas, dan layanan digital.

PLN Icon Plus Regional Jawa Bagian Tengah Maknai HUT ke-81 RI: Perkuat Sinergi dan Kontribusi bagi Indonesia

Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Tembok Baru Mahesa Jenar! PSIS Resmi Boyong Andy Setyo

Juli 1, 2026
Ekonomi

Sudah Ada Koperasi Merah Putih, Awas Alfamart dan Indomart Jangan Ekspansi ke Desa

Februari 22, 2026
Daerah

Tenang Aja, PBB Semarang Tahun Ini Nggak Naik, Malah Ada Hadiah Rumah!

September 1, 2025
Hukum

Tiga Komodo Dibanderol Puluhan Juta, Jejak Transaksinya Bikin Kaget

Juli 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bediding Belum Pergi, Jawa Tengah Masih Menggigil Hingga Dua Bulan Lagi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?