Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kasus Kanker Usus Besar di Indonesia Makin Tinggi, PB PGI Dorong Skrining Sejak Dini
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kasus Kanker Usus Besar di Indonesia Makin Tinggi, PB PGI Dorong Skrining Sejak Dini

R. Izra
Last updated: Mei 31, 2026 5:09 pm
By R. Izra
5 Min Read
Share
ILUSTRASI - Ilustrasi kanker kolorektal.
ILUSTRASI - Ilustrasi kanker kolorektal.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Kanker kolorektal atau kanker usus besar kini jadi salah satu ancaman kesehatan yang makin serius, termasuk di Indonesia.

Secara global, ada lebih dari 1,9 juta kasus baru kanker kolorektal setiap tahun. Penyakit ini bahkan menjadi kanker paling umum ketiga di dunia.

Sementara di Indonesia, kanker kolorektal menempati peringkat keempat kasus kanker terbanyak dan jadi penyebab kematian kelima tertinggi akibat kanker. Setiap tahun, lebih dari 19 ribu orang meninggal karena penyakit ini, sebagian besar akibat terlambat terdeteksi.

Bacaaja: Nggak Selalu Benjolan, Ini Sinyal Awal Kanker Payudara
Bacaaja: Wajib Waspada! Bedain Batuk Biasa dengan Gejala Awal Kanker Paru Biar Nggak Kecolongan

Gejala kanker kolorektal sebenarnya bisa dikenali sejak awal. Mulai dari perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama, diare kronis, muncul darah pada tinja, kram perut, berat badan turun drastis, hingga anemia.

Melihat tingginya angka kasus tersebut, Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PB PGI) atau Indonesian Society of Gastroenterology (ISG) menggelar The 3rd Gastrointestinal Oncology Summit 2026 di Jakarta.

Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Colorectal Cancer Screening and Management: Bridging Gaps for Early Detection and Better Outcomes” atau pemeriksaan dan penanganan kanker kolorektal untuk deteksi dini dan hasil pengobatan yang lebih baik.

Ketua PB PGI, Ari Fahrial Syam menegaskan bahwa PGI ingin ikut mendorong perubahan kebijakan kesehatan di Indonesia, khususnya soal skrining kanker usus besar.

“PGI berkomitmen tidak hanya menjadi wadah ilmiah, tetapi juga menjadi lokomotif perubahan kebijakan. Kami akan terus berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan mitra internasional untuk mewujudkan program skrining kanker kolorektal yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Acara tersebut menghadirkan sejumlah pakar dunia, di antaranya Takahisa Matsuda dari Jepang dan Han-Mo Chiu dari Taiwan.

Prof. Matsuda menjelaskan Jepang sudah menerapkan skrining rutin menggunakan metode Fecal Immunochemical Test (FIT) sejak usia 40 tahun.

Menurutnya, FIT menjadi metode paling realistis karena biayanya murah, tidak invasif, dan terbukti mampu menurunkan angka kematian akibat kanker kolorektal. Namun tantangan terbesar justru muncul setelah hasil FIT positif keluar.

“Sekitar 30 persen orang dengan hasil FIT positif tidak melanjutkan kolonoskopi. Ini jadi pekerjaan rumah besar yang juga kemungkinan akan dihadapi Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Han-Mo Chiu memaparkan keberhasilan Taiwan dalam menjalankan program skrining nasional sejak 2004.

Lewat skrining FIT setiap dua tahun sekali, Taiwan berhasil menurunkan angka kematian kanker kolorektal hingga 35 persen dan menekan kasus kanker stadium lanjut sebesar 29 persen.

Menurutnya, keberhasilan skrining bukan cuma soal teknologi, tapi juga sistem yang rapi dan terintegrasi.

“Taiwan membangun sistem call-recall, standarisasi laporan patologi, serta pengawasan kualitas kolonoskopi secara ketat,” ujarnya.

Di sisi lain, Murdani Abdullah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyoroti tantangan besar yang dihadapi Indonesia.

Layanan kolonoskopi terbatas

DARI KIRI KE KANAN: Koji Onda (Presdir Olympus Medical Indonesia); Dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid (Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI); Prof. Takahisa Matsuda, MD, PhD (President The Japanese Society of Gastrointestinal Cancer Screening); Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, FACP, FACG (Ketua PB PGI); Prof. DR Dr Murdani Abdullah, FACG, FASGE, (Kepala Human Cancer Research Centre IMERI FKUI); Prof. Han-Mo Chiu, MD, PhD (National Taiwan University & Hospital). (ist)
DARI KIRI KE KANAN: Koji Onda (Presdir Olympus Medical Indonesia); Dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid (Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI); Prof. Takahisa Matsuda, MD, PhD (President The Japanese Society of Gastrointestinal Cancer Screening); Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, FACP, FACG (Ketua PB PGI); Prof. DR Dr Murdani Abdullah, FACG, FASGE, (Kepala Human Cancer Research Centre IMERI FKUI); Prof. Han-Mo Chiu, MD, PhD (National Taiwan University & Hospital). (ist)

Saat ini kapasitas layanan kolonoskopi di Indonesia masih sangat terbatas, sementara jumlah penduduk mencapai 281 juta jiwa dan tersebar di ribuan pulau.

Karena itu, Indonesia dinilai perlu menjalankan strategi bertahap. Mulai dari proyek percontohan skrining FIT di fasilitas kesehatan primer hingga penguatan sistem rujukan digital.

“Stratifikasi risiko seperti usia, riwayat keluarga, obesitas, dan kebiasaan merokok jadi penting untuk menghemat sumber daya kolonoskopi yang terbatas,” jelasnya.

Dalam diskusi penutup, para pakar sepakat ada lima langkah penting yang harus segera dilakukan Indonesia.

Mulai dari penerapan program FIT secara bertahap, peningkatan kualitas kolonoskopi, integrasi data nasional, edukasi masyarakat secara masif, hingga penerapan sistem penilaian risiko untuk memprioritaskan pasien berisiko tinggi.

Harapannya, kanker usus besar bisa dideteksi lebih cepat sehingga angka kematian di Indonesia dapat ditekan. (*)

You Might Also Like

Pemprov Petakan Ulang Status RSUD

Protes Cik Mel dalam Sidang Kasus Korupsi BNI: Kenapa Cuma Saya?

Sabar, UMP-UMK Jateng 2026 Bakal Diketok 24 Desember

Sektor Manufaktur Jadi Pahlawan Pertumbuhan Ekonomi, DPR Minta Anggaran Kemenperin Jangan Dipangkas!

Bukan Cuma Hafal Rumus, Anak Diajak Kenalan dengan Sains Lewat Eksperimen

TAGGED:kanker kolorektalm kanker usus besarpb pgi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dari Kafe ke Speedboat, Wisata Jatibarang Mencoba Hidup Lagi
Next Article SPPG DISEGEL - Sejumlah karyawan SPPG Gunungsimping 01, Jalan Jawa, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, menyegel dapur MBG tempat mereka sebelumnya bekerja, Sabtu (30/5/2026). Karyawan SPPG Gunungsimping Cilacap Segel Dapur MBG, Buntut Konflik dengan Manajemen

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PADEL PERKUAT KOLABORASI - PLN Icon Plus ikuti gelaran Naven Padel Series 2026 Seri Yogyakarta, untuk memperkuat kolaborasi PLN Group.

PLN Icon Plus Jadi Bagian Gelaran Naven Padel Series 2026, Perluas Kolaborasi PLN Group

PKL SIMPANG LIMA - Pembeli sedang membeli dagangan di lapak PKL Simpang Lima Semarang, turut Jalan Ahmad Yani, Senin (31/8/2026). (dul)

Derita PKL Simpang Lima: 35 Tahun Jualan, Namanya Hilang dari Daftar Relokasi

AMBRUK SAAT DIRESMIKAN - Jembatan gantung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk saat diresmikan Bupati Citra Pitriyami, Minggu sore (30/8/2026).

Heboh! Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk saat Diresmikan Bupati

Portal Malioboro Bikin Lansia Kesusahan Melintas

Kondisi lapak pedagang di kawasan Simpang Lima Semarang yang masih sepi pembeli, Senin (31/8/2026). (dul)

PKL Simpang Lima Direlokasi Enam Bulan, Katanya Mau Ditata Ulang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi ASN yang tergabung dalam Korpri. (istimewa/net)
Hukum

Iming ASN Tanpa Tes, Warga Gresik Tertipu Ratusan Juta

April 11, 2026
Info

Ismi Najiba, Bocah Perempuan yang Hanyut di Kudus Ditemukan Tewas

Januari 12, 2026
Hukum

Aneh-Aneh Aja, Sandal Bukannya Isi Busa Malah Diisi Sabu

September 5, 2025
Info

DBD 54 Kasus, Sukabumi Masih Siaga Awal Tahun

Maret 1, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kasus Kanker Usus Besar di Indonesia Makin Tinggi, PB PGI Dorong Skrining Sejak Dini
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?