Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”

Baru juga hujan mulai jarang, eh kabar soal kemarau sudah bikin was-was. Tahun 2026 ini diprediksi bukan kemarau biasa, lebih kering, lebih panjang, dan berpotensi bikin banyak daerah “kehausan”.

T. Budianto
Last updated: Maret 17, 2026 6:22 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, CILACAP- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mulai kasih warning ke daerah-daerah rawan kekeringan di Jateng: siap-siap dari sekarang, jangan nunggu tanah retak dulu baru panik.

Lewat keterangan dari Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, kondisi musim kemarau 2026 diprediksi punya curah hujan di bawah normal. Artinya? Potensi kekeringan lebih tinggi dari biasanya.

Baca juga: Tanda-Tanda Kemarau Datang Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Jateng

Ketua tim BMKG setempat, Teguh Wardoyo menjelaskan, kalau awal kemarau di Kabupaten Cilacap diperkirakan mulai Mei dasarian kedua. Tapi untuk wilayah pesisir tenggara seperti Binangun dan Nusawungu, bisa datang lebih cepat, Mei awal sudah “kering duluan”.

Durasi kemarau di Cilacap sendiri diprediksi cukup panjang, sekitar 140 sampai 180 hari. Lumayan buat bikin sumur mulai “berpikir keras”. Sementara di Kabupaten Banyumas, kemarau datang bertahap. Wilayah tenggara mulai lebih dulu di awal Mei, lalu merambat ke wilayah lain hingga Juni. Puncaknya? Diperkirakan terjadi Agustus 2026.

Lebih Kering

Durasi kemarau di Banyumas berkisar 110 sampai 180 hari, dengan pola yang sama: lebih kering dari normal. Kondisi serupa juga bakal dirasakan di Kabupaten Purbalingga. Awal kemarau diprediksi mulai Juni, dengan durasi sekitar 120 hari dan puncaknya juga di bulan Agustus.

Yang bikin beda dari tahun lalu, kata BMKG, adalah karakter hujannya. Tahun 2025 justru cenderung basah, bahkan ada daerah yang “hujan terus” tanpa kemarau jelas.

Tahun ini kebalikannya. “Curah hujan diprakirakan di bawah normal, jadi musim kemarau akan lebih kering dibanding biasanya,” jelas Teguh. Sebelum benar-benar masuk kemarau, masyarakat juga diminta waspada di masa pancaroba sekitar April-Mei.

Baca juga: Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau

Cuaca bisa jadi “random”, mulai dari hujan lebat, petir, angin kencang, sampai potensi puting beliung. Belum lagi suhu yang mulai terasa makin panas, bikin siang hari terasa lebih “menyengat”.

Kadang yang bikin repot bukan kemarau itu sendiri, tapi kebiasaan kita yang baru sibuk cari air saat sumur sudah kering, padahal peringatannya sudah datang jauh sebelum tanah mulai pecah. (tebe)

You Might Also Like

Libur Panjang, Daop 4 Kebanjiran 220 Ribu Penumpang KA

BRT Semarang Mulai Ganti Napas, 41 Bus Baru Sudah Jalan

Hotman Bongkar Fakta Mengejutkan: Bos Sritex Disikat setelah Tolak Gabung BUMN Danareksa

Barang AS Bebas Masuk-Produk UMKM ‘Dikejar’ Sertifikasi Halal, Apa Kata MUI?

Tanah Geser di Tegal, Rp210 Juta Langsung Turun

TAGGED:bmkgkekeringankemaraupemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Usai Lebaran, Jateng Siap Gas Bangun Dry Port
Next Article 28 Ribu Pemudik Masuk Tawang, KA Jadi Pelarian dari Drama Macet

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Mau Pindah ke Mobil Listrik? Jateng Bilang: Pajaknya Tetap Nol

BACAAJA.CO GOES TO SCHOOL - Bacaaja.co berkolaborasi dengan SCU Semarang dan SMKN 5 Semarang menggelar "Bacaaja.co Goes to School: Cegah IRET Kalangan Gen-Z di Ruang Digital", yang digelar di kampus SCU, Kamis (18/6/2026). (dul)

Waspada! Densus: Selain Medsos, Game Online Jadi Pintu Masuk Paham Radikal

Getas Bersiap Jadi Desa BRILiaN, KKN-T 136 Undip Turun Bawa Jurus Kopi, Kambing, dan Wisata

Jateng Ngebut Soal Integritas ASN

SUARA KRITIS - Mahasiswa HMI Jateng-DIY menaruh poster berisi tuntutan dan suara kritis terkait kondisi bangsa, dalam aksi demonstrasi di depan kantor BI Jateng, Kamis (18/6/2026). (dul)

HMI Demo di Kantor BI Jateng: Rupiah Menguat, tapi Kesejahteraan Rakyat Menguap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi didampingi pejabat Keduataan Besar Iran, Ali Pahlevani Rad, Amir Rostam Dokht, di kantornya pada Rabu (1/4/2026).
Info

Solo-Iran Jajaki Kerja Sama Sister City, Respati Ketemu Dubes Boroujerdi

April 1, 2026
AKBP Basuki berdiri usai jalani sidang di PN Semarang, Rabu (11/3/2026). (bae)
Hukum

Jaksa Ungkap Kejamnya AKBP Basuki: Teman Wanitanya Sekarat, Eh Malah Ditinggal Tidur

Maret 11, 2026
Daerah

Enggan Nunggu Akhir Tahun, Pemprov Jateng Gaspol Serapan APBD 2025

September 16, 2025
Seorang peserta aksi pengumpulan donasi untuk aksi tolak kenaikan PBB di Kabupaten Pati bersitegang dengan pejabat Pemkab Pati saat barang-barang donasi yang dikumpulkan, akan diangkut Satpol PP, Selasa (5/8/2025). Foto: dok
DaerahPolitik

Gara-gara PBB Naik 250%, Pati Kembali Membara

Agustus 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?