Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau

Dulu kalau kemarau datang, petani di Desa Geblog, Kaloran, Temanggung, harus siap cardio dulu sebelum nyiram kebun. Angkat jeriken, jalan 1 sampai 3 kilometer dari sungai ke lahan. Sekarang? Mereka punya “penampung harapan” baru: Embung Geblog resmi beroperasi.

T. Budianto
Last updated: Februari 23, 2026 4:48 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
RESMIKAN EMBUNG: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meresmikan pengoperasian embung di Desa Geblog, Kaloran, Temanggung, akhir Februari lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, TEMANGGUNG- Penantian warga Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung akhirnya lunas. Pembangunan embung Geblog pada Desember 2025, resmi dioperasionalkan Senin (23/2/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Embung ini digadang-gadang jadi solusi klasik: ketersediaan air saat kemarau. Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulyo Dusun Bugel, Suyadi, nggak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, embung ini bakal jadi penyelamat tanaman palawija dan perkebunan saat musim kering datang.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Gas Full Dukungan buat Pembangunan & Rehab Irigasi

“Biasanya buat nyiram durian, kopi, alpukat, kita harus ambil air dari sungai pakai jeriken. Jaraknya bisa 1 sampai 3 kilometer,” ujarnya. Dan itu bukan jarak santai. Apalagi lahan warga tersebar sampai Dusun Gandon, Kemloko, Kemiri, dan sekitarnya. Tenaga habis duluan sebelum panen datang.

Sekarang, dengan kapasitas tampungan 18.143 meter kubik dan kemampuan mengairi sekitar 30 hektare lahan, embung ini diharapkan jadi game changer buat petani lokal. Anggaran pembangunannya mencapai Rp5,7 miliar dari APBD Jateng 2025.

Potensi Wisata

Komoditas unggulan di sini memang durian dan kopi. Tapi ada juga alpukat dan tanaman palawija yang ikut “minum” dari embung ini nanti. Selain buat irigasi, warga juga mulai melirik potensi wisata dan UMKM. Kalau diizinkan, area embung bisa jadi spot nongkrong baru plus lapak jualan warga.

Gubernur Ahmad Luthfi menyebut, pembangunan embung ini bagian dari dukungan menuju swasembada pangan nasional. Katanya, irigasi itu kunci. “Bisa untuk pengairan, air baku, bahkan destinasi wisata. Manfaatnya besar,” tegasnya.

Baca juga: Jateng Gaspol Kejar Swasembada, Target 10 Juta Ton Lebih

Ke depan, Pemprov Jateng menargetkan idealnya satu embung untuk dua kecamatan. Artinya, proyek seperti ini bakal terus digas.

Buat petani Geblog, embung ini bukan cuma bangunan beton penampung air. Ini soal berhenti angkat jeriken tiap kemarau. Karena kadang, yang paling melelahkan dari bertani itu bukan nunggu panen, tapi nunggu air datang. (tebe)

You Might Also Like

Larang PKL Tumpah ke Jalan, Respati Sulap Kantor Pemerintah Jadi Spot Lapak Takjil

Longsor Pejawaran Bikin Jalur Banjarnegara–Dieng Lumpuh Total

320 WNA Sindikat Judol Internasional Digulung Polisi, Siapa Beking Mereka?

Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

WNI Jadi Tentara Bayaran Israel Bikin Heboh Netizen, Kemenlu: Kami Belum Mengetahui

TAGGED:embungheadlineirigasipemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Sekali Jalan Rp200 Ribu, Risiko Seumur Hidup Bui
Next Article LBH: Semarang Sering Banjir karena Alih Fungsi Lahan Kelewatan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah.

Jampidsus Akui Rumah di Sentul Miliknya, Uang dan 74 Kg Emas Juga?

Peneliti Puskampol Indonesia, Andy Suryadi.

Pengamat: ‘Perang’ Antaraparat Untungkan Publik, tapi Bikin Was-was

POLISI SADIS - Anggota Polres Tegal Kota Aiptu Nurudin terancam dipecat, setelah menyiksa secara brutal istri sirinya.

Polisi Penyiksa Istri Terancam Dipecat! Aiptu Nurudin Jalani Sidang Etik

DAPUR MARHAEN--Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Messy Widiastuti (kanan) turun lansung bersama tim membagikan makanan gratis dalam program rutin Dapur Marhaen, Jumat (10/7/2026). (wnu)

Dapur Marhaen Keluar Kandang, Makanan Gratis Dibagikan ke Pinggiran Kota

Ilustrasi kendaraan taktis (rantis) Baracudda milik Polri, dengan pengawalan ketat Brimob.

Polisi Geledah Lokasi ke-13, Polda Metro Jaya Dijaga Ketat Brimob

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Gambaran kemeriahan Festival Kota Lama (FKL) 2025 di Semarang. FKL 2025 digelar mulai 6-14 September 2025. Opening Ceremony digelar 8 September 2025. Foto: dok/humas
Daerah

Festival Kota Lama 2025 Siap Pecah Banget! Dari Musik, Fashion, Sampai Kuliner Nostalgia, Semua Ada!

September 6, 2025
Videografer profil desa Amsal Sitepu menangis bahagia setelah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (1/4/2026).
Hukum

Tangis Happy Ending Amsal Sitepu, Hakim Tipikor Vonis Bebas Videografer Profil Desa

April 1, 2026
Daerah

Begini Nasib Anggota DPRD Jember yang Ngrokok dan Main Game saat Sidang

Mei 15, 2026
Ilustrasi aksi demonstrasi.. Polisi Tangkap 7 Pemilik Akun Medsos Diduga Provokasi Demo Ricuh. (grafis/tera).
Hukum

Polisi Tangkap 7 Pemilik Akun Medsos Diduga Provokasi Demo Ricuh

September 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?