Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: LBH: Semarang Sering Banjir karena Alih Fungsi Lahan Kelewatan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

LBH: Semarang Sering Banjir karena Alih Fungsi Lahan Kelewatan

Setiap Semarang kebanjiran, yang pertama disalahkan pasti hujan. Padahal hujan cuma “kerja sesuai tupoksi”. Yang bikin runyam justru yang di darat, lahan resapan pelan-pelan pensiun, diganti beton dan papan proyek.

T. Budianto
Last updated: Februari 23, 2026 4:59 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
BANJIR KALIGAWE: Banjir merendam wilayah Kaligawe, Semarang, Rabu (29/10). Genangan air yang tak kunjung surut membuat aktivitas warga terhambat dan lumpuhnya roda perekonomian warga. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kalau Semarang makin sering kebanjiran, jangan buru-buru salahkan hujan. Airnya memang jatuh dari langit, tapi masalahnya lahir dari darat. Tepatnya dari lahan-lahan di atas yang pelan-pelan berubah fungsi, lalu airnya turun rame-rame ke bawah.

Direktur LBH Semarang, Syamsuddin Arief menyebut, banjir di Semarang bawah bukan kejadian dadakan. Itu akumulasi dari pembangunan yang terlalu santai mengorbankan kawasan resapan.

Baca juga: Atasi Banjir Semarang, Agustina Wilujeng Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

“Penurunan muka tanah di Semarang itu masif. Penyebabnya banyak, alih fungsi lahan, pembangunan yang fokus di pesisir, daerah resapan air yang hilang, mangrove yang tidak maksimal,” kata Syamsuddin, Senin (23/2/2026).

Singkatnya, tanah yang dulu tugasnya menyerap air sekarang ganti profesi. Ada yang jadi kawasan industri, ada yang berubah jadi perumahan elit, ada juga yang mendadak jadi pusat ekonomi. Air hujan pun kebingungan, akhirnya lari ke hilir.

Kawasan Resapan

Contohnya kawasan Bukit Semarang Baru (BSB). Dulu hutan karet, meski hutan produksi, tetap punya fungsi penting sebagai spons air. Sekarang? Sudah berubah wajah.  “Dulu itu kawasan resapan. Sekarang jadi permukiman dan industri,” ujar Syamsuddin.

Air yang dulu ditahan di atas, kini langsung meluncur ke Semarang bawah tanpa permisi. Akibatnya, wilayah hilir makin ringkih. Hujan sebentar saja, debit air sudah keburu numpuk. Sungai tak siap, saluran kewalahan, dan rumah warga jadi korban.

Masalah ini makin komplet karena daerah aliran sungai juga tak diurus serius. Syamsuddin menyinggung DAS Beringin, yang hampir selalu bikin banjir besar tiap hujan deras. “DAS Beringin itu setiap hujan pasti banjir gede. Mangkang pasti kena,” katanya. Bukan karena sungainya bandel, tapi karena hulunya sudah tak sanggup lagi menahan air.

Baca juga: 2 Pekan Warga Mangkang Semarang Terisolasi, Jembatan Putus Disapu Banjir

Di sisi lain, penanganan banjir justru lebih sibuk di bawah. Pompa ditambah, tanggul dibangun, kolam dibuat. Hulunya? Dibiarkan terus berubah fungsi. Syamsuddin juga menyentil urusan perizinan. Banyak proyek, besar maupun kecil, dinilai lolos meski tak selaras dengan tata ruang dan kajian rawan bencana.

“Kajiannya sudah ada, tapi izin tetap keluar. Setelah itu dinas-dinasnya saling lempar,” ujarnya. Menurutnya, selama alih fungsi lahan terus dibiarkan dan izin pembangunan dikeluarkan tanpa rem yang jelas, Semarang bawah akan terus jadi penampung terakhir semua kesalahan di atas. (bae)

You Might Also Like

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 90 Ton Kratom

Polri Tambah Empat Hari Jaga Arus Balik

Demak Kebanjiran (Lagi), Pemprov: “Gak Bisa Tambal Sulam Terus”

DPRD Jateng Sahkan RPJMD dan SOTK Baru

Abah Khan Pakai Kaus ‘Ngopeni-Nglakoni’ saat Diserahkan, Kiai Semarang Cabuli Santri

TAGGED:banjirheadlineLBH Semarangpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Petani Geblog Kini Tak Lagi Risau Saat Kemarau
Next Article Dialog membahas kinerja satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Jateng, Luthfi-Yasin, Senin (23/2/2026). (bae) Gubernur Jateng Selalu Dirujak Netizen, Gimana Kinerja Luthfi-Yasin Setahun Terakhir?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

BERUARA KERAS - PWNU Jateng bersuara keras jelang Muktamar NU di Jombang. Deklarasikan 6 poin penting, dari tolak politik uang hingga intervensi istana.

Keras! PWNU Jateng Deklarasi Tolak Money Politics hingga Intervensi Istana Jelang Muktamar NU di Jombang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Lelaki Misterius Jeruklegi Terseret Pasundan, Warga Gempar

November 24, 2025
Info

Bupati Kena OTT, Gubernur: Layanan Publik Harus Tetap Jalan

Maret 10, 2026
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri.
Politik

Surat Megawati Tegaskan Posisi Politik PDIP, Seperti Apa?

Juli 8, 2026
Daerah

Pemkot Semarang Perpanjang Jatuh Tempo & Beri Keringanan PBB 2025

Agustus 17, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: LBH: Semarang Sering Banjir karena Alih Fungsi Lahan Kelewatan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?