Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

R. Izra
Last updated: Agustus 25, 2026 10:30 am
By R. Izra
5 Min Read
Share
BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).
SHARE

BACAAJA, KUPANG – Update korban gempa Flores, NTT. Tercatat 100 korban tewas, 1.603 orang mengalami luka-luka, sementara 180.327 orang lainnya mengungsi.

Gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pascaguncangan berkekuatan Magnitudo 7,7 belum benar-benar selesai.

Diketahui, gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada pada 15 Agustus 2026 kemarin. Selanjutnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada ribuan gempa susulan yang masih terus terjadi.

Hingga Selasa (25/8/2026) pukul 06.00 Wita, BMKG Stasiun Geofisika Kupang mencatat sudah ada 7.029 gempa susulan terjadi.

Bacaaja: PDIP Kirim Kapal Medis Malahayati ke Flores, Bantu Korban Gempa NTT
Bacaaja: Flores NTT Diguncang 2.403 Gempa Susulan

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan gempa susulan itu memiliki kekuatan yang beragam. Gempa susulan terbesar tercatat mencapai M 6,2. Sementara yang terkecil berada di angka M 1,1.

Yang bikin perhatian, ada 32 gempa susulan dengan kekuatan di atas M 5. Selain itu, 141 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Arief menjelaskan, sebagian besar gempa susulan terjadi di wilayah laut sebelah utara Pulau Flores.

“Karena memang segmen sumber gempanya ada di sana,” kata Arief kepada Kompas.com, Selasa pagi.

Gempa utama M 7,7 sendiri terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58 Wita. BMKG menyebut gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau Sesar Naik Flores.

Aktivitas gempa susulan juga masih menunjukkan peningkatan. Sebagai perbandingan, hingga 24 Agustus pukul 04.30 Wita, jumlah gempa susulan yang tercatat masih 6.397 kejadian. Artinya, dalam waktu kurang dari sehari, jumlahnya kembali bertambah ratusan.

BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diimbau mengikuti perkembangan hanya dari kanal resmi BMKG.

Update korban bencana gempa NTT

Jumlah korban meninggal dunia kini mencapai 100 orang. Data tersebut disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (24/8/2026).

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, jumlah korban meninggal bertambah sembilan orang dibandingkan data sehari sebelumnya.

“Per hari ini yang meninggal dunia ada 100 ya, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa,” kata Suharyanto dalam konferensi pers daring, Senin.

Yang bikin situasi makin berat, sebagian korban meninggal sebelumnya merupakan pasien yang mengalami luka berat. Mereka sempat mendapat perawatan intensif di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit darurat. Namun, nyawa mereka akhirnya tidak berhasil diselamatkan.

“Yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan,” jelas Suharyanto.

Sejak gempa utama terjadi pada Sabtu (15/8/2026), jumlah korban meninggal terus bertambah. Pada hari pertama dan kedua gempa, tercatat 48 orang meninggal dunia. Angka tersebut kemudian meningkat hingga mencapai 100 orang.

Bukan cuma korban jiwa. Kerusakan akibat gempa juga cukup besar. BNPB mencatat sementara ada 73.818 rumah yang mengalami kerusakan.

Rinciannya, sebanyak 23.276 rumah rusak berat, 17.563 rumah rusak ringan, dan 32.979 rumah masuk kategori rusak lainnya sesuai pendataan BNPB.

Di sisi lain, jumlah warga yang mengungsi mencapai 180.327 orang. Sebanyak 1.603 orang juga tercatat mengalami luka-luka dan membutuhkan penanganan.

Gempa utama yang mengguncang NTT pada 15 Agustus lalu juga masih diikuti aktivitas gempa susulan. Situasi ini membuat banyak warga belum berani kembali beraktivitas normal, terutama untuk tinggal kembali di rumah yang terdampak.

Pemerintah dan tim penanganan bencana masih melakukan pendataan serta penanganan terhadap korban dan warga terdampak.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan warga pengungsi dan penanganan korban menjadi perhatian utama.

Bencana ini bukan sekadar soal angka. Di balik 100 korban meninggal, ada keluarga yang kehilangan orang terdekat. Di balik puluhan ribu rumah rusak, ada warga yang kini harus bertahan di tempat pengungsian.

Penanganan dan pemulihan pun masih jadi pekerjaan besar setelah gempa besar mengguncang NTT. (*)

You Might Also Like

Ancaman Kekeringan Mengintai, JK Kerahkan PMI Genjot Distribusi Air Bersih

Lahan 16,4 Hektare yang Bikin Heboh, Siapa Sebenarnya Pemiliknya? Ini Suara Nusron

Rapikan Infrastruktur Jaringan di Yogyakarta, PLN Icon Plus Hadirkan Layanan Digital yang Semakin Andal

Jateng Mau Jadi Rumah Besar Investasi

Kocak! Polisi Tangkap 5 Warga di Bantul karena Sering Bobol Bandar Judol, yang Lapor Siapa Ya?

TAGGED:gempa nttheadlinekorban tewasupdateupdate gempa ntt
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed
Next Article KOMPAK - Berbagai lomba yang memperkuat kolaborasi dan kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Semarak HUT ke-81 RI, PLN Icon Plus SBU Jateng Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kolaborasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Widodo C Putro Apresiasi Mental Bertanding

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

KOMPAK - Berbagai lomba yang memperkuat kolaborasi dan kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Semarak HUT ke-81 RI, PLN Icon Plus SBU Jateng Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kolaborasi

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Badan Legislasi Baleg DPR RI Firman Soebagyo dalam Rapat Kerja Baleg DPR RI bersama Menteri Perindustrian, kementerian pangan lainnya, Kamis (4/9/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Baleg DPR Dorong RUU Komoditas Strategis, Biar Produk Unggulan Indonesia Makin Kuat di Pasar Dunia!

September 5, 2025
Hukum

Jaksa Nggak Mau Bebaskan Terdakwa Korupsi Kakao UGM

November 6, 2025
Iwan Kurniawan (kemeja putih) berjalan santai usai dengar sidang putusan, Rabu (6/5/2026). (bae)
Hukum

Balada Bos Sritex: Kakak Dihukum 14 Tahun, Adik Kena 12 Tahun Penjara

Mei 6, 2026
Info

Lagi Cari Jodoh: Tiga Orang Utan Jantan Semarang Zoo Masih Jomblo

Januari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?