Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jateng Mau Jadi Rumah Besar Investasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Jateng Mau Jadi Rumah Besar Investasi

Kalau biasanya forum investasi identik sama jas rapi, slide panjang, dan bahasa ekonomi yang bikin ngantuk, beda cerita di CJIBF 2026. Tahun ini, Jateng tampil kayak lagi buka etalase besar-besaran: dari energi hijau, kawasan industri, tambang, sampai wisata semuanya dipajang buat dilirik investor. Pesannya simpel: “Kalau mau tanam modal, sini aja. Lahannya siap, orangnya siap, proyeknya juga nggak kaleng-kaleng.”

T. Budianto
Last updated: Mei 11, 2026 7:34 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KERJA SAMA INVESTASI: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyaksikan penandatanganan kerja sama investasi dalam ajang Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 di Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Pemprov Jateng lagi serius ngajak investor masuk. Nggak nanggung-nanggung, berbagai proyek strategis langsung dilempar ke meja bisnis dalam ajang Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026 yang digelar di Hotel PO Semarang, Senin (11/5/2026).

Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu dan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S Budiman.

Forum bisnis ini juga diramaikan investor dari berbagai negara, duta besar, asosiasi pengusaha, sampai pemerintah daerah dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Luthfi bilang, CJIBF bukan sekadar acara kumpul formal penuh kartu nama dan foto-foto seremonial. Forum ini jadi tempat “business matching”, alias arena mempertemukan pengusaha, pemerintah, pengelola kawasan industri, sampai calon investor dalam satu meja.

Baca juga: Realisasi Investasi Jateng Capai Rp 21,8 Triliun

“CJIBF ini sudah sepuluh kali dilaksanakan. Kita gunakan untuk business matching antara pengusaha dan pemerintah,” kata Luthfi. Yang ditawarkan juga bukan proyek receh. Mulai dari renewable energy, pertanian modern, hilirisasi pangan, pariwisata, sampai sektor pertambangan semuanya dibuka buat investasi.

Menurut Luthfi, investasi sekarang jadi salah satu “mesin bensin” utama ekonomi Jawa Tengah. Pada triwulan pertama 2026 saja, realisasi investasi sudah menyentuh Rp23,02 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 92 ribu orang.

Sementara sepanjang 2025 lalu, angka investasi di Jateng tembus Rp110 triliun. Efeknya lumayan terasa. Pertumbuhan ekonomi Jateng pada triwulan I 2026 tercatat 5,89 persen, sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Kawasan Industri

“Artinya untuk meningkatkan ekonomi di wilayah kita perlu adanya forum-forum seperti ini,” lanjutnya. Biar investor makin nyaman, Pemprov Jateng juga lagi nyiapin 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru yang tersebar di sejumlah daerah.

Konsepnya, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah diminta kompak bikin ekosistem investasi yang lebih gampang, cepat, dan nggak bikin pelaku usaha muter-muter urus izin.

Todotua Pasaribu juga mengakui Jawa Tengah sekarang jadi salah satu daerah yang lagi seksi di mata investor nasional. Menurut dia, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi itu besar banget, bahkan bisa menyumbang sekitar 30 persen.

Makanya, keberadaan CJIBF dianggap penting buat menjaga “napas” pertumbuhan ekonomi daerah tetap stabil. Todotua juga memuji langkah Jateng yang mulai agresif memperbanyak kawasan industri.

Baca juga: Triwulan I Investasi di Jateng Serap 92.000 Tenaga Kerja

“Kalau ada kawasan industri, perizinan akan lebih mudah dan cepat,” ujarnya. Selain forum diskusi dan business matching, CJIBF 2026 juga diisi project showcasing, pertemuan langsung antar investor, sampai kunjungan ke lokasi proyek unggulan di Jateng.

Tema yang diangkat pun cukup ambisius: “Empowering Green and Sustainable Growth: Unlocking Investment Opportunities in Central Java’s Leading Sectors”.

Bahasa sederhananya: Jateng pengin tumbuh cepat, tapi tetap jualan konsep hijau dan berkelanjutan. Dulu banyak daerah sibuk cari investor sambil nunggu keajaiban. Sekarang Jateng malah buka showroom proyek lengkap, tinggal investor mau masuk lewat pintu mana. (tebe)

You Might Also Like

Tiga Opsi Sudewo: Mundur Santuy, Dimakzulkan DPRD, atau Ending di Tangan KPK?

Cuci Uang Hasil Korupsi Sawit Ditjen Bea Cukai? Kejagung Geledah Money Changer di Mal Jakarta

Gerakan “Ibu Jogo Anak” Resmi Digas: Saatnya Emak-Emak Turun Tangan Lawan Radikalisme Online!

Kodam IV/Diponegoro Terseret Kasus Korupsi BUMD Cilacap Rp 237 M, Bagaimana Duduk Perkaranya?

Psikologi Fisip UB Ajak Siswa MA Mambaul Ulum Susun Masa Depan

TAGGED:gubernur jatengheadlineinvestasi jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PRODI BARU--Petinggi Unwahas bersama Menteri ESDM mengenakan helm proyek saat meresmikan prodi pertambangan. (ist) Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan Pertama di Jateng, Siap Cetak Bos Tambang!
Next Article Pemkot Perketat Pengawasan Jalur Silayur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pexi Jateng Usulkan Xiangqi Masuk Popda 2027

Kalapas Purwodadi Kenalkan Layanan Kunjungan dan Kemudahan SDP

KORBAN KERACUNAN - Sejumlah korban keracunan MBG di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut, Rabu (23/9/2026).

Korban Keracunan MBG di Batang Tembus 411 Orang, Menu Dimasak Sejak Pukul 19.30 WIB

Aktivis LBH Semarang Soroti Klaim Geotermal sebagai Energi Terbarukan

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (Tauwas BGN), Ketut Sumedana. (Dok BGN)

Alasan Ungkap BGN Tutup Permanen 4 SPPG, Termasuk Patalan 2 Bantul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

KH Sholeh Darat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Januari 30, 2026
Fokus

Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal

Juni 20, 2026
SPPG DISEGEL - Sejumlah karyawan SPPG Gunungsimping 01, Jalan Jawa, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, menyegel dapur MBG tempat mereka sebelumnya bekerja, Sabtu (30/5/2026).
Info

Karyawan SPPG Gunungsimping Cilacap Segel Dapur MBG, Buntut Konflik dengan Manajemen

Mei 31, 2026
Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Info

Dunia Siap Bantu tapi Pemerintah Tutup Pintu, Takut Borok Lahan Ketahuan?

Desember 10, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jateng Mau Jadi Rumah Besar Investasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?