Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Guru Besar UGM Bongkar Anggaran MBG: Nggak Rasional, Mending Buat Tangani Bencana
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Guru Besar UGM Bongkar Anggaran MBG: Nggak Rasional, Mending Buat Tangani Bencana

R. Izra
Last updated: Desember 26, 2025 2:59 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Di tengah sekolah yang libur Natal dan Tahun Baru, pemerintah justru memilih tetap menggelontorkan Makan Bergizi Gratis (MBG). Tapi kebijakan ini tak cuma menuai pujian—ia juga mengundang kritik keras dari akademisi.

Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. R. Agus Sartono, menyebut postur anggaran MBG tidak rasional dan berpotensi salah prioritas, terutama ketika banyak daerah masih berjibaku dengan pemulihan pascabencana.

Menurut Prof Agus, pemerintah daerah seharusnya lebih fokus mempercepat perbaikan sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur dasar yang rusak, ketimbang memaksakan program konsumsi harian di saat fiskal daerah belum sepenuhnya stabil.

Bacaaja: BGN Ngotot MBG Tetap Jalan saat Libur Sekolah, Siapa yang Makan?
Bacaaja: Anak Buah Cak Imin Bilang MBG Gak Butuh Ahli Gizi: Pembuat Kebijakan Itu Saya!

“Mari kita lihat secara lebih jernih salah satu program yang dapat dirampingkan agar lebih realistis, yaitu program Makan Bergizi Gratis,” ujar Prof Agus, baru-baru ini.

Pernyataan itu muncul di tengah klaim pemerintah bahwa anggaran MBG 2026 mencapai Rp335 triliun.

Rinciannya: Rp223,6 triliun sektor pendidikan, Rp67 triliun dana cadangan, Rp24,7 triliun kesehatan ibu hamil dan balita, serta Rp19,7 triliun sektor ekonomi.

Padahal, berdasarkan data Dapodik, jumlah penerima MBG sekitar 55,28 juta siswa. Dengan alokasi Rp15.000 per siswa per hari dan asumsi 190 hari efektif sekolah, kebutuhan riil MBG siswa dan pesantren diperkirakan hanya Rp157,55 triliun.

“Tidak rasional jika MBG dihitung seolah sekolah berjalan 360 hari,” tegas Prof Agus.

Masalahnya tak berhenti di angka. Skema MBG saat libur sekolah dinilai rawan salah sasaran.

Jika diganti makanan kering, nilai gizinya dipertanyakan. Jika harus diambil ke sekolah, orang tua justru menanggung beban waktu dan biaya tambahan.

Di saat bersamaan, daerah-daerah terdampak bencana masih membutuhkan anggaran besar untuk pemulihan layanan publik. Dalam konteks ini, Prof Agus menilai pengalihan sebagian anggaran MBG ke penanganan bencana jauh lebih masuk akal.

“MBG tetap bisa berjalan, tapi kelebihan dananya harus dioptimalkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar anggaran Rp15.000 per siswa tidak hanya ideal di atas kertas, sementara realisasinya jauh di bawah standar.

Singkatnya, kritik Prof Agus menampar logika kebijakan: ketika bencana belum pulih, memaksakan anggaran jumbo MBG justru berisiko salah sasaran dan boros. (*)

You Might Also Like

Korupsi BUMD Cilacap, Kejati Bilang Bakal Periksa Mantan Pangdam

62 Kasus Super Flu di Indonesia Dimodinasi Anak-anak, IDAI Ingatkan Hal Ini

Dulu Pelan karena Lubang, Sekarang Gaspol

Tol Trans Jawa Mulai Satu Arah: One Way Lokal KM 70-263 Resmi Jalan

Bandara Ahmad Yani Layani 1,1 Juta Penumpang, Kargo Tumbuh 65 Persen

TAGGED:Anggaran MBGgak rasionalguru besar ugmheadlinepenanganan bencana
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Polisi dan pihak terkait meninjau korban tewas laka bus Krapyak Semarang. Daftar Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus PO Cahaya Trans di Tol Krapyak
Next Article 1.037 Orang Ditangkap setelah Demo Agustus, Mahfud MD: Sejarah Baru

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Undip Kenalkan Kopi Tawangmangu ke Dunia

KPK Kulik Aktivitas Fadia Arafiq Saat Menjabat

Bayar Sampah di Semarang Sekarang Nggak Tunai Lagi

Waisak Belum Mulai, Borobudur Sudah Full Booking

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Nihayatul Mukharomah sedang menjelasan kasus pelecehan seksual yang didampingi  LRC-KJHAM. (bae)
Hukum

Duh, Miris! Angka Kekerasan Perempuan di Jateng Masih Tinggi

Desember 10, 2025
Info

Super Flu Lagi Viral, Imun Kita Nggak Sepolos Itu

Januari 14, 2026
Info

Nggak Ada Open House, Luthfi Pilih Lebaran Bareng Anak Panti & Penyandang Disabilitas

Maret 21, 2026
Hukum

Tender Pelat Nomor Kendaraan Disorot, Dugaan Monopoli Mulai Terkuak

Maret 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Guru Besar UGM Bongkar Anggaran MBG: Nggak Rasional, Mending Buat Tangani Bencana
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?