Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tender Pelat Nomor Kendaraan Disorot, Dugaan Monopoli Mulai Terkuak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Tender Pelat Nomor Kendaraan Disorot, Dugaan Monopoli Mulai Terkuak

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Ia mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026, untuk menyerahkan sejumlah dokumen terkait dugaan penyimpangan tersebut.

Nugroho P.
Last updated: Maret 6, 2026 7:57 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Isu dugaan permainan dalam proyek pengadaan pelat nomor kendaraan kembali mencuat. Kali ini, laporan resmi dilayangkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK terkait tender material tanda nomor kendaraan bermotor yang berlangsung di lingkungan Korps Lalu Lintas Polri.

Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Ia mendatangi Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026, untuk menyerahkan sejumlah dokumen terkait dugaan penyimpangan tersebut.

Menurut Boyamin, laporan yang diajukan berkaitan dengan proses tender pengadaan material tanda nomor kendaraan bermotor atau TNKB yang berlangsung dalam kurun waktu cukup panjang.

“Melaporkan dugaan penyimpangan tender material tanda nomor kendaraan bermotor di Korlantas periode 2013 sampai 2020. Diduga pengadaan tendernya itu ada konsorsium sehingga mengarah monopoli,” kata Boyamin.

Ia menjelaskan, dugaan konsorsium dalam tender tersebut membuat proses persaingan tidak berjalan sehat. Secara kasat mata memang terlihat ada beberapa perusahaan ikut tender, tetapi di baliknya diduga masih berada dalam kendali pihak yang sama.

Boyamin menyebut praktik semacam ini membuat tender terlihat terbuka, padahal sebenarnya tetap dikuasai oleh kelompok tertentu.

Menurutnya, beberapa perusahaan yang tercatat mengikuti tender diduga memiliki keterkaitan kepemilikan yang kuat.

Dari data yang dikumpulkan MAKI, setidaknya ada sekitar lima perusahaan yang ikut dalam proses pengadaan tersebut.

Namun dari penelusuran yang dilakukan, kepemilikan saham perusahaan-perusahaan itu diduga tidak benar-benar berbeda.

“Karena beberapa sahamnya ternyata milik istri-istrinya,” ungkap Boyamin.

Kondisi ini membuat dugaan bahwa persaingan dalam tender tidak benar-benar terjadi secara terbuka.

Jika satu kelompok mengendalikan beberapa perusahaan sekaligus, maka peluang terjadinya monopoli dinilai sangat besar.

Situasi seperti ini juga berpotensi membuat harga proyek menjadi tidak wajar karena tidak ada kompetisi yang sehat antar peserta tender.

Padahal nilai pengadaan material pelat nomor kendaraan setiap tahunnya tidak kecil.

Boyamin menyebutkan bahwa anggaran proyek tersebut bisa mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.

“Tender tiap tahun rata-rata Rp200 sampai Rp300 miliar,” ujarnya.

Dengan nilai proyek sebesar itu, menurutnya pengawasan menjadi hal yang sangat penting agar tidak terjadi praktik yang merugikan negara.

Ia berharap laporan yang sudah disampaikan bisa segera ditelaah oleh KPK.

Boyamin menegaskan, tujuan utama pelaporan ini bukan semata-mata mendorong penindakan hukum.

Ia juga berharap KPK bisa melakukan langkah pencegahan agar pola dugaan pengaturan tender tidak terulang pada periode berikutnya.

“Saya berharap laporan ini ditelaah KPK, minimal pada posisi pencegahan supaya periode berikutnya tidak ada model dugaan tender diatur dan dimonopoli,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pihak-pihak yang diduga mengendalikan perusahaan dalam tender tersebut, Boyamin mengaku belum bisa membuka identitasnya.

Hal itu karena laporan yang diajukan masih berada pada tahap awal dan perlu diverifikasi lebih lanjut oleh KPK.

Ia memilih menyerahkan sepenuhnya proses penelaahan kepada lembaga antirasuah tersebut.

Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memastikan sistem pengadaan berjalan transparan dan kompetitif.

Dengan begitu, proyek-proyek besar milik negara tidak jatuh ke tangan pihak yang sama secara berulang melalui skema yang diduga diatur. (*)

You Might Also Like

Empat Pemuda Banyumas Diciduk Bawa Tembakau Sinte di Cilacap

Masa Transisi KUHP Baru Jaksa Wajib Pilih Hukum Ringan, yang Untung Terdakwa

OTT Bupati Fadia Arafiq, Pemprov Jateng Pastikan Pemerintahan Pekalongan Tetap Berjalan

OTT Lagi, OTT Lagi… Luthfi Ingatkan Jangan Main Api di Birokrasi

Jejak Panjang Sugiri Sancoko, dari Dewan ke Jerat OTT

TAGGED:KPKplat nomorTENDER PLAT NOMOR
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo, Respati Ardi-Astrid Widayani, beber pencapaian selama setahun memimpin Solo, saat ngabuburit bareng warga di Monumen Apem Sewu Bantaran Sungai BBWS Bengawan Solo, Jumat (6/3/2026). Ngabuburit Bareng Warga, Respati–Astrid ‘Curhat’ Setahun Pimpin Solo
Next Article Menu Buka Puasa Terbaik, Kata UAH, Idealnya Bukan Gorengan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

INTEROGASI WNA--Petugas Imigrasi menginterogasi WNA China dan WNI yang diduga terlibat dalam aksi love scamming dari Semarang. (ist)

4 Warga China Ditangkap di Semarang, Terlibat Sindikat Love Scamming Internasional

GELEDAH RUMAH--Petugas Imigrasi menggeledah rumah di kawasan perumahan elit Anjasmoro, Semarang, yang diduga jadi markas sindikat love scamming. (ist)

Rumah Elit di Semarang Jadi Markas Penjual Janji Manis Internasional

Berangkat Mancing Tak Pulang, Bocah Ditemukan Tak Bernyawa 

Fortuner Dikepung Warga, Aksi Pecah Kaca Hebohkan Sore Tanah Abang

Venus dan Jupiter Bakal Berdekatan, Catat Tangggalnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kondisi Nenek Saudah (68) yang menjalani perawatan di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping, Senin (5/1/2026), seusai menjadi korban dugaan penganiayaan oleh para petambang emas ilegal di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Hukum

Tolak Tambang Emas Ilegal di Lahan Sendiri, Nenek Saudah Dihajar Preman hingga Terkapar

Januari 7, 2026
Setyo Novanto melambaikan tangan kepada awak media usai mendapatkan bebas bersyarat, Sabtu (16/8/2025) malam.
Hukum

Setnov Bebas Bersyarat: Udara Segar Buat Koruptor

Agustus 18, 2025
Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Hukum

Masuk Gedung Tinggalin KTP? Pelanggaran Undang-undang yang Dinormalisasi

Februari 18, 2026
Hukum

Ketangkap OTT, Kekayaan Ardito Bikin Warganet Angkat Alis

Desember 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tender Pelat Nomor Kendaraan Disorot, Dugaan Monopoli Mulai Terkuak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?