BACAAJA, SOLO — Menjelang waktu berbuka, suasana di Monumen Apem Sewu Bantaran Sungai BBWS Bengawan Solo, Jumat (6/3/2026), terasa beda. Bukan cuma tempat ngabuburit biasa, tapi jadi momen refleksi setahun kepemimpinan Wali Kota Solo Respati Ardi dan Wakil Wali Kota Astrid Widayani.
Acara ngabuburit ini dihadiri Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama Kota Surakarta. Konsepnya santai tapi serius: ngobrol langsung dengan warga lewat sesi tanya jawab sekaligus memaparkan program-program prioritas Pemkot Solo ke depan.
Respati bilang, fokus utama pembangunan Solo tetap di tiga sektor: pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, baik fisik maupun kualitas manusianya.
Bacaaja: Solo Masuk Top 3 Pelayanan Publik Terbaik Nasional, Respati: Bukti Kerja Keras Pemkot
Bacaaja: Duta Pancasila Solo Resmi Dilantik, Respati: Anak Muda Harus Jadi Role Model Nasionalisme
Di sektor pendidikan, Pemkot Solo ingin memastikan semua anak bisa mengakses pendidikan berkualitas tanpa ribet. Selain itu, kesejahteraan guru dan pengembangan profesi tenaga pendidik juga jadi perhatian supaya kualitas pendidikan tetap terjaga.
“Kita juga mendorong sekolah inklusif. Jadi semua warga Solo, termasuk anak-anak penyandang disabilitas, bisa mendapatkan akses pendidikan yang sama,” ujar Respati.
Pemkot Solo juga tengah menyiapkan Program Sekolah Unggulan berbasis kebangsaan yang diharapkan bisa membuka jalan bagi para pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke level lebih tinggi.
Sementara di sektor kesehatan, berbagai inovasi layanan terus digencarkan. Salah satunya lewat program Posyandu Plus yang bukan cuma fokus pada deteksi dini penyakit, tapi juga ikut memperhatikan kesehatan mental warga.
Di bidang infrastruktur, Pemkot Solo juga ngebut memperbaiki berbagai fasilitas kota. Mulai dari drainase, jaringan air minum dan limbah, perbaikan jalan, hingga penataan ruang publik dan bangunan cagar budaya.
Namun menurut Respati, pembangunan kota bukan cuma soal bangunan.
“Masyarakat memang sering melihat pembangunan dari sisi fisik. Tapi yang penting, pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan turunnya angka pengangguran,” jelasnya.
Sebagai kota yang kuat di sektor budaya dan pariwisata, Pemkot Solo juga menyiapkan konsep kawasan wisata terintegrasi K3: Kauman, Keprabon, dan Kemlayan. Selain itu, kawasan Yos Sudarso juga akan ditata ulang untuk menjadi titik wisata baru yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pembenahan Yos Sudarso akan kita mulai tahun ini. Jaringan listrik, pedestrian, semuanya akan kita tata supaya kawasan ini bisa berkembang sebagai destinasi wisata,” tambahnya.
Sementara itu, Astrid Widayani menegaskan komitmennya menjalankan program Asta Cita Surakarta. Fokusnya antara lain memperkuat daya saing UMKM, membuka peluang kerja, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Salah satu program andalannya adalah Rumah Siap Kerja, yang dirancang sebagai pusat pelatihan, pendampingan, hingga bursa kerja.
“Targetnya bukan hanya pasar kerja domestik, tapi juga global,” kata Astrid.
Ia juga mengajak seluruh jajaran OPD untuk ikut bergerak bersama agar berbagai program pembangunan Solo di 2026 bisa berjalan maksimal.
“Semua ini butuh kerja bareng. Kami ingin semua pihak ikut menyukseskan program-program ini,” pungkasnya. (*)

